WhatsApp Icon
BAZNAS BANTEN TEGASKAN ZAKAT TIDAK DIGUNAKAN UNTUK PROGRAM MBG

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten tegaskan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat tidak digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

 

Hal tersebut selaras dengan apa yang disampaikan oleh Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Rizaludin Kurniawan, yang mengatakan bahwa pemanfaatan ZIS memiliki aturan penggunaan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.

 

“Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/2/2026). 

 

Ia menegaskan, ZIS hanya dapat diperuntukkan bagi delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam, yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab atau hamba sahaya, gharimin atau orang yang terlilit utang untuk memenuhi kebutuhan dasar, fisabilillah, serta ibnu sabil atau musafir yang kehabisan bekal.

 

Sementara itu, Ketua BAZNAS Banten, Wawan Wahyuddin, menegaskan bahwa BAZNAS Banten menjujung tinggi prinsip 3A yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.

 

“Seluruh proses penghimpunan maupun pendistribusian di BAZNAS Banten harus tetap dalam berada di koridor 3A tersebut, dan tidak boleh menyimpang dari aturan yang berlaku.

 

Ia juga menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan pengelolaan ZIS, BAZNAS Banten selalu di audit baik oleh Kantor Akuntan Publik, maupun Inspektorat Jenderal Kementrian Agama agar pengelolaan dana ZIS dapat berjalan secara transparan, akuntabel, serta sesuai dengan prinsip syariah dan peraturan 

perundang-undangan.

 

“Kami mengimbau masyarakat Banten agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat. Amanah dari muzaki akan tetap terjaga dan seluruh dana zakat disalurkan secara tepat sasaran bagi fakir miskin serta kelompok rentan” ungkap Wawan.

27/02/2026 | Kontributor: Amalia
BAZNAS Banten Gelar Opening Ceremony Semarak Ramadan 1447 H di Mall of Serang

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten resmi membuka kegiatan Semarak Ramadan 1447 H yang digelar di Mall of Serang pada Sabtu, 21 Februari 2026. Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi bersama Mall of Serang dan Bank Jabar Banten Syariah (BJB Syariah), serta didukung berbagai mitra strategis.

 

Dalam seremoni pembukaannya, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BAZNAS Banten, BJB Syariah, dan Kabar Banten terkait kerja sama publikasi dan iklan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Antara BAZNAS Banten dengan MOS terkait penyelenggaraan kegiatan Semarak Ramadan. Selain itu, BAZNAS Banten juga menjalin kerja sama dengan Klinik Utama Mata Saruni untuk pelaksanaan operasi katarak gratis bagi mustahik sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat kurang mampu.

 

Ketua BAZNAS Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan bahwa kegiatan Semarak Ramadan tahun ini akan berlangsung sepanjang bulan suci dengan beragam program edukatif, sosial, dan religius. Di antaranya bincang seputar zakat, cek kesehatan gratis, talkshow hikmah kesehatan dalam berpuasa, dongeng dan kaligrafi Ramadan, interactive charity experience, penampilan nasyid, beauty class dan hijab workshop, cek kesehatan mata gratis, lomba hafalan surat pendek, Ramadan Runway Fashion Show, Teman Sekarya Kids Craft, lomba dai cilik, MOS Spotlight Ramadan, edukasi investasi emas, literasi keuangan syariah, kajian islami, hingga live music religi.

 

Selama Ramadan, masyarakat juga dapat memanfaatkan gerai konsultasi serta layanan pembayaran zakat, infak, dan sedekah yang tersedia setiap hari di area Mall of Serang, dengan dukungan penuh dari BJB Syariah sebagai sponsor.

 

Pimpinan BJB Syariah Cabang Serang, Handri Rahmat Ilahi, menyampaikan harapan agar sinergi antara lembaga keuangan syariah, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Banten, serta BAZNAS terus diperkuat. 

 

“Kami berdoa agar kolaborasi ini semakin solid dan BAZNAS semakin hebat dalam mengemban amanah umat,” ujarnya.

 

Sementara itu, perwakilan Mall of Serang, Radella, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan tahun kelima penyelenggaraan program Ramadan bersama BAZNAS. Mereka berharap Semarak Ramadan dapat menghadirkan suasana kebersamaan serta memberikan pengalaman yang berkesan dan bermanfaat bagi masyarakat.

 

Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah, yang hadir dalam kesempatan tersebut mengapresiasi peran BAZNAS sebagai solusi dalam membantu masyarakat kurang mampu.

 

"Biasanya untuk operasi katarak itu membutuhkan biaya banyak, tapi karena BAZNAS, biaya itu bisa dipangkas hanya menjadi 2,5 juta per mata." ungkapnya.

 

Ia juga mengajak seluruh masyarakat di Banten untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi. 

 

"BAZNAS adalah instrumen negara yang harus kita perkuat agar manfaatnya, outcomenya, dan impactnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara transparan juga tepat sasaran" ujarnya.

22/02/2026 | Kontributor: Amalia
BAZNAS Banten Dukung Program Indonesia Santripreneur Care, Dari Banten Untuk Indonesia

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menghadiri dan menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan Indonesia Santripreneur Care: Dari Banten untuk Indonesia yang digelar di Aula UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh IKALUIN Wilayah Banten ini menjadi momentum kolaborasi dalam membangun ekosistem santripreneur yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ace Hasan Syadzily, Ketua BAZNAS Banten Wawan Wahyuddin, Ketua Umum INKOPONTREN Marsudi Syuhud, serta Ketua IKALUIN Wilayah Banten Agus Syabarruddin, bersama unsur akademisi dan pemangku kepentingan lainnya.

 

Ketua BAZNAS Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa penguatan kewirausahaan santri sejalan dengan misi BAZNAS dalam pendayagunaan zakat produktif. Program santripreneur dinilai mampu mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki serta memperluas dampak ekonomi umat secara berkelanjutan.

 

Menurutnya, BAZNAS Banten siap menghadirkan berbagai program pemberdayaan, seperti penguatan SKSS (Satu Keluarga Satu Sarjana) dan pengembangan gagasan “Satu Keluarga Satu Pengusaha” melalui pembinaan dan pelatihan kewirausahaan bagi santri di pondok pesantren.

 

Sementara itu, Marsudi Syuhud menegaskan bahwa santri tidak hanya berperan sebagai penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi. Dengan jumlah pesantren yang besar di Indonesia, santri memiliki potensi strategis dalam menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, serta membangun ekosistem ekonomi yang adil sesuai prinsip Maqashid Syariah.

 

Ace Hasan Syadzily dalam pemaparannya via zoom menekankan pentingnya kehadiran negara dalam mendukung pengembangan santripreneur. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui kebijakan afirmatif, akses permodalan, pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, serta perluasan akses pasar. Menurutnya, pondok pesantren bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.

 

Kegiatan ini juga menegaskan mandat strategis, di antaranya penguatan pesantren sebagai basis pembangunan nasional, sinergi program nasional berbasis pesantren, penguatan peran Inkopontren sebagai agregator ekonomi pesantren, serta pengembangan santripreneur sebagai kontribusi nyata bagi ekonomi daerah dan nasional. Banten pun diharapkan menjadi model nasional pengembangan program berbasis pondok pesantren yang dapat direplikasi di berbagai daerah.

 

Melalui kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan, Indonesia Santripreneur Care diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu dan akhlak, tetapi juga tangguh secara ekonomi dan menjadi bagian penting dalam memperkuat kemandirian bangsa.

15/02/2026 | Kontributor: Amalia
BAZNAS Banten Tetapkan Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah 1447 H, Permudah Umat Tunaikan Kewajiban

BAZNAS Banten Tetapkan Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah 1447 H, Permudah Umat Tunaikan Kewajiban

 

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten resmi menetapkan nilai zakat fitrah dan fidyah untuk wilayah Provinsi Banten melalui Surat Keputusan Ketua BAZNAS Provinsi Banten nomor 006 tahun 2026. Penetapan ini dilakukan guna memberikan kemudahan dan kepastian bagi umat Muslim dalam menunaikan kewajiban zakat fitrah dan fidyah.

 

Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan hasil kajian bersama MUI Provinsi Banten, Kanwil. Kemenag Provinsi Banten, dan berdasarkan prediksi harga beras pada bulan Ramadhan dari Bulog, Dinas Ketapang Prov. Banten, survey harga di 3 pasar serta berdasarkan ketetapan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten.

 

“Kami ingin memastikan umat Muslim di Banten dapat menunaikan zakat fitrah dengan mudah, sesuai ketentuan syariat dan kondisi harga di daerah masing-masing. Penetapan ini juga menjadi panduan resmi agar tidak terjadi perbedaan yang membingungkan di tengah masyarakat,” ujarnya.

 

Adapun zakat fitrah dapat ditunaikan dalam bentuk beras sebanyak 2,5 kilogram atau 3,5 liter per jiwa, atau setara uang sebesar:

• Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kota Cilegon, dan Kota Serang sebesar Rp40.000 per jiwa

• Kabupaten Pandeglang sebesar Rp45.000 per jiwa

• Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang sebesar Rp47.000 per jiwa

• Kota Tangerang Selatan sebesar Rp50.000 per jiwa

Sementara itu, untuk ketentuan fidyah ditetapkan sebesar Rp50.000 per hari per jiwa.

 

BAZNAS Provinsi Banten juga mengimbau masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih terarah, transparan, dan akuntabel, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh para mustahik di seluruh wilayah Provinsi Banten.

11/02/2026 | Kontributor: Amalia
BAZNAS Provinsi Banten Gelar FGD Zakat Profesi, Bahas Tantangan Literasi hingga Kepatuhan Muzaki

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Zakat Profesi dan Tantangan Implementasi: Literasi Zakat, Kepatuhan Muzaki, dan Peran Amil”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 9 Februari 2026 bertempat di Kantor BAZNAS Provinsi Banten.

FGD tersebut menghadirkan sejumlah narasumber lintas lembaga dan tokoh keagamaan, di antaranya Ketua BAZNAS Provinsi Banten periode 2020–2025 Syibli Syarjaya, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten Amrullah, Sekretaris Jenderal MUI Provinsi Banten Endang Saeful Anwar, serta Ketua Majelis Pesantren Salafi Martin Syarqowi.

 

Ketua BAZNAS Provinsi Banten Wawan Wahyuddin yang membuka kegiatan FGD tersebut menegaskan bahwa perkembangan kehidupan yang begitu cepat menuntut pengelolaan zakat yang adaptif dan berdaya guna. Menurutnya, zakat harus mampu menjadi instrumen keberkahan sekaligus solusi sosial yang terus mengibarkan semangat perbaikan dan kebaikan.

 

Sementara itu, dalam paparannya, Martin Syarqowi, salah satu tokoh keagamaan di Provinsi Banten, menjelaskan bahwa istilah zakat profesi berangkat dari konsep kasab, yakni setiap bentuk usaha atau penghasilan, baik dari bertani, berdagang, maupun profesi lainnya. Ia menegaskan bahwa tidak ada perdebatan mengenai keberadaan zakat profesi, karena pada prinsipnya zakat profesi memang ada. Namun demikian, menurutnya, yang perlu terus dikaji adalah bagaimana penghasilan tersebut dikategorikan secara tepat, baik dalam penentuan posisi sebagai muzaki maupun mustahik, agar penerapan zakat profesi tetap sesuai dengan kaidah syariat dan memberikan keadilan bagi seluruh pihak.

 

Selaras dengan apa yang disampaikan oleh Martin, Endang Saeful Anwar Sekjen MUI Banten menyampaikan bahwa Majelis Ulama Indonesia telah memberikan perhatian besar terhadap isu zakat. Hingga kini, MUI telah mengeluarkan lebih dari 25 fatwa terkait zakat, termasuk Fatwa MUI Nomor 03 Tahun 2023 tentang zakat penghasilan.

 

“Semua bentuk penghasilan wajib dikeluarkan zakatnya apabila telah memenuhi nishab. Fatwa tersebut masih berlaku dan belum ada pencabutan. Namun demikian, perlu kajian lanjutan terkait penetapan nishab serta perhitungan zakatnya,” jelasnya.

 

Syibli Syarjaya menyoroti aspek regulasi dan pengelolaan zakat. Ia menyampaikan bahwa pengelolaan zakat di Indonesia telah memiliki berbagai payung hukum yang jelas. 

 

“Diskusi kita hari ini bukan lagi soal boleh atau tidaknya zakat profesi, tetapi bagaimana cara mengoptimalkan implementasinya agar sesuai regulasi, syariat, dan memberi manfaat maksimal,” tegas Syibli.

 

Perwakilan Kanwil Kemenag Provinsi Banten Amrullah dalam paparan nya juga menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam mendukung implementasi Undang-Undang Zakat. Menurutnya, penguatan regulasi dan kebijakan teknis menjadi kunci, termasuk penerapan surat kesediaan zakat kepada setiap muzaki ASN serta kajian komprehensif terkait profesi tertentu.

 

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan publikasi yang dilakukan oleh BAZNAS Provinsi Banten. 

 

“Distribusi zakat perlu terus dipublikasikan melalui video, brosur, dan laporan berkala agar masyarakat mengetahui bahwa zakat dikelola secara akuntabel dan tepat sasaran.” ujarnya.

09/02/2026 | Kontributor: Amalia

Berita Terbaru

BAZNAS Hulu Sungai Selatan Salurkan Donasi untuk Palestina melalui   BAZNAS RI
BAZNAS Hulu Sungai Selatan Salurkan Donasi untuk Palestina melalui  BAZNAS RI
Sebagai wujud kepedulian terhadap krisis kemanusiaan yang tengah terjadi, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, baru-baru ini menyalurkan infak kemanusiaan tahap ketiga untuk Palestina melalui BAZNAS RI. Bantuan yang diserahkan sebesar Rp 161.200.000 ini diharapkan dapat membantu masyarakat Palestina yang membutuhkan. Penyerahan donasi dilakukan di kantor BAZNAS RI, Jakarta, dan dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan, H. Suriani, S.Sos., MAP., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., serta sejumlah pejabat terkait lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat Hulu Sungai Selatan dalam menyalurkan bantuan untuk Palestina. “Kami sangat mengapresiasi keikhlasan dan kepedulian masyarakat Hulu Sungai Selatan yang telah menyalurkan donasi kemanusiaan ini melalui BAZNAS. Bantuan ini akan segera kami salurkan kepada saudara-saudara kita di Palestina yang sangat membutuhkan pertolongan. Semoga Allah membalas kebaikan seluruh pihak yang terlibat,” ujar Kiai Noor. Beliau juga menegaskan bahwa BAZNAS RI akan terus menyalurkan bantuan secara transparan dan akuntabel agar tepat sasaran. “BAZNAS memiliki mekanisme yang ketat dalam menyalurkan bantuan, memastikan bahwa setiap rupiah yang didonasikan oleh masyarakat benar-benar sampai ke penerima manfaat. Kami bekerja sama dengan mitra-mitra terpercaya di Palestina dan Mesir untuk mendistribusikan bantuan secara langsung kepada mereka yang membutuhkan,” kata dia. Infak yang diterima akan digunakan untuk berbagai program kemanusiaan, termasuk penyediaan bantuan pangan, medis, serta kebutuhan dasar lainnya. Selain itu, BAZNAS RI juga tengah menyusun rencana rekonstruksi di Palestina. "Alhamdulillah sejak dibuka pada Oktober 2023, program Membasuh Luka Palestina telah mengumpulkan infak lebih dari Rp330 miliar. Sekitar Rp120 miliar sudah disalurkan, sementara sisanya akan digunakan untuk program rekonstruksi seperti pembangunan sekolah, rumah sakit, masjid, dan apartemen, yang akan dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri," ujar Kiai Noor. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menunjukkan kepedulian terhadap Palestina melalui berbagai bentuk dukungan. “Bantuan ini bukan hanya tentang nilai materinya, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral bagi saudara-saudara kita di Palestina yang tengah berjuang untuk bertahan hidup. Karena sampai sekarang yang paling perhatian kepada Palestina adalah Indonesia,” ucap dia. Sementara itu, Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan, Suriani, S.Sos., MAP., menegaskan bahwa bantuan ini merupakan hasil kepedulian bersama dari masyarakat Hulu Sungai Selatan. “Kami bersyukur dapat berkontribusi untuk saudara-saudara kita di Palestina melalui BAZNAS RI. Masyarakat Hulu Sungai Selatan dengan penuh keikhlasan mengumpulkan donasi ini sebagai wujud kepedulian terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi. Semoga bantuan ini dapat meringankan penderitaan mereka,” kata Suriani. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan distribusi bantuan untuk Palestina dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan. Kontributor: Fikri Editor: YMK
BERITA24/02/2025 | fikri
Sambut Ramadhan, BAZNAS Banten Gelar Masjid Cemerlang
Sambut Ramadhan, BAZNAS Banten Gelar Masjid Cemerlang
Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci ramadhan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten kembali meluncurkan program Masjid Cemerlang, dengan mendistribusikan alat kebersihan dan perlengkapan ibadah untuk sebanyak 12 masjid maupun mushola di wilayah Kota Serang, Kab. Serang, Kota Cilegon, dan Kab. Pandeglang pada 20-21 Februari 2025. Kegiatan yang merupakan agenda rutin tiap tahun ini merupakan upaya BAZNAS Banten untuk menciptakan masjid/mushola terlihat lebih indah dan nyaman. Program ini bertujuan untuk menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga membentuk jamaah lebih mencintai dan memakmurkan masjid/mushola, meningkatkan kekhusyuan dalam beribadah sosialisasi perzakatan dan Ke-BAZNASan, dan Food for work bagi mustahik yang diberdayakan di ingkungan masjid/mushola. Dalam rangka mendukung program tersebut, BAZNAS Banten mendistribusikan berbagai bantuan berupa sarana dan prasarana masjid berupa penyediaan perlengkapan ibadah. Hal ini diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan masjid yang lebih bersih, nyaman, dan produktif. "Melalui program Masjid Cemerlang, kami ingin masjid menjadi lebih dari sekadar tempat ibadah. Kami ingin menjadikannya pusat kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi umat, baik dalam hal pendidikan agama, pemberdayaan ekonomi, maupun peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar," ujar Syibli Syarjaya Ketua BAZNAS Provinsi Banten. Program Masjid Cemerlang ini disambut baik oleh banyak pengurus masjid dan masyarakat. Diharapkan, dengan adanya dukungan dari BAZNAS Banten, masjid dapat berkembang menjadi lebih cemerlang, serta membawa dampak positif bagi kemajuan umat dan lingkungan sekitar.
BERITA24/02/2025 | Amalia
BAZNAS RI Dorong Inovasi Digital untuk Tingkatkan Layanan ZIS
BAZNAS RI Dorong Inovasi Digital untuk Tingkatkan Layanan ZIS
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus berupaya meningkatkan kualitas layanan bagi para muzaki dengan menghadirkan berbagai inovasi berbasis teknologi. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah proses penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana zakat yang lebih transparan dan akuntabel. Dalam sebuah acara kajian yang digelar Pusdiklat dan disiarkan melalui kanal Youtube BAZNAS TV baru-baru ini, sejumlah pimpinan BAZNAS RI menyoroti urgensi pelayanan prima dalam menjaga hubungan baik dengan muzaki. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Dr. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D., menekankan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya sebatas penghimpunan, tetapi juga memastikan muzaki mendapatkan pengalaman terbaik dalam menunaikan kewajibannya. "Kepercayaan muzaki harus terus dijaga melalui layanan yang berkualitas. Mereka perlu merasakan bahwa dana yang disalurkan benar-benar dikelola secara profesional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar dia. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa edukasi dan literasi zakat juga menjadi faktor kunci dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. "Penyebarluasan informasi zakat perlu terus diperkuat agar semakin banyak orang memahami peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat," kata dia menambahkan. Sementara itu, Direktur Layanan, Promosi, dan Data Optimasi BAZNAS RI, Rulli Kurniawan, menjelaskan bahwa sistem pembayaran ZIS kini telah terintegrasi dengan berbagai platform digital, sehingga muzaki dapat bertransaksi dengan lebih mudah, cepat, dan aman. "Kami terus mengembangkan ekosistem digital yang memungkinkan pengalaman donatur lebih seamless, dari transaksi hingga pelaporan, demi membangun loyalitas muzaki," ucap dia menjelaskan. Kepala Divisi Layanan Muzaki, D. Retno Damayanti, turut menambahkan bahwa layanan BAZNAS saat ini mengutamakan pendekatan berbasis teknologi, seperti kalkulator zakat digital, robot zakat, serta layanan konsultasi interaktif yang memudahkan muzaki dalam memahami kewajiban mereka. Melalui langkah ini, BAZNAS RI berharap sistem penghimpunan dan distribusi zakat semakin optimal, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan. Kontributor: Fikri Editor: YMK
BERITA24/02/2025 | fikri
BAZNAS Bantu Petani Anjir Pasar Kembangkan Pertanian Modern
BAZNAS Bantu Petani Anjir Pasar Kembangkan Pertanian Modern
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus berupaya meningkatkan kualitas layanan bagi para muzaki dengan menghadirkan berbagai inovasi berbasis teknologi. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah proses penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana zakat yang lebih transparan dan akuntabel. Dalam sebuah acara kajian yang digelar Pusdiklat dan disiarkan melalui kanal Youtube BAZNAS TV baru-baru ini, sejumlah pimpinan BAZNAS RI menyoroti urgensi pelayanan prima dalam menjaga hubungan baik dengan muzaki. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Dr. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D., menekankan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya sebatas penghimpunan, tetapi juga memastikan muzaki mendapatkan pengalaman terbaik dalam menunaikan kewajibannya. "Kepercayaan muzaki harus terus dijaga melalui layanan yang berkualitas. Mereka perlu merasakan bahwa dana yang disalurkan benar-benar dikelola secara profesional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar dia. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa edukasi dan literasi zakat juga menjadi faktor kunci dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. "Penyebarluasan informasi zakat perlu terus diperkuat agar semakin banyak orang memahami peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat," kata dia menambahkan. Sementara itu, Direktur Layanan, Promosi, dan Data Optimasi BAZNAS RI, Rulli Kurniawan, menjelaskan bahwa sistem pembayaran ZIS kini telah terintegrasi dengan berbagai platform digital, sehingga muzaki dapat bertransaksi dengan lebih mudah, cepat, dan aman. "Kami terus mengembangkan ekosistem digital yang memungkinkan pengalaman donatur lebih seamless, dari transaksi hingga pelaporan, demi membangun loyalitas muzaki," ucap dia menjelaskan. Kepala Divisi Layanan Muzaki, D. Retno Damayanti, turut menambahkan bahwa layanan BAZNAS saat ini mengutamakan pendekatan berbasis teknologi, seperti kalkulator zakat digital, robot zakat, serta layanan konsultasi interaktif yang memudahkan muzaki dalam memahami kewajiban mereka. Melalui langkah ini, BAZNAS RI berharap sistem penghimpunan dan distribusi zakat semakin optimal, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan. Kontributor: Fikri Editor: YMK
BERITA24/02/2025 | Fikri
BAZNAS Dorong Kemandirian Ekonomi, ZChicken Pak Zaini Melesat
BAZNAS Dorong Kemandirian Ekonomi, ZChicken Pak Zaini Melesat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi umat melalui program ZChicken. Salah satu penerima manfaatnya, Pak Zaini, kini sukses mengelola gerai ZChicken di Jl. Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Berkat semangat dan keuletannya, serta dukungan BAZNAS, usahanya berkembang pesat dengan penjualan mencapai 60 potong ayam krispi per hari. Program ZChicken yang diinisiasi BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga pelatihan dan pendampingan usaha agar mustahik dapat mandiri secara ekonomi. Kesuksesan Pak Zaini kini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarganya, tetapi juga memungkinkannya berbagi rezeki melalui infak serta mengantakan anak perempuannya bisa ikut wisuda sarjana. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dikelola BAZNAS mampu mengubah kehidupan mustahik menjadi lebih baik. Dengan adanya program pemberdayaan seperti ZChicken, semakin banyak umat Islam yang dapat meraih kemandirian ekonomi dan berkontribusi bagi sesama. Kontributor: FIKRI Editor: YMK
BERITA24/02/2025 | FIKRI
BAZNAS Banten Kembali Salurkan Paket Gizi Lansia
BAZNAS Banten Kembali Salurkan Paket Gizi Lansia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten kembali salurkan paket gizi untuk 266 Orang Lanjut Usia (Lansia) yang hidup dengan keterbatasan ekonomi di wilayah Provinsi Banten. Kegiatan yang rutin diadakan tiap 3 bulan sekali ini secara bertahap dilaksanakan sejak 16 Februari 2025. Paket gizi tersebut terdiri dari uang tunai, beras 25kg, dan berbagai macam kebutuhan yang dapat mencukupi kebutuhan gizi lansia. “Ini merupakan upaya dari BAZNAS Banten dalam pemanfaatan dana zakat yang diberikan muzaki, tujuannya agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari para lansia yang keadaannya sangat memprihatinkan baik secara ekonomi maupun non ekonomi seperti tidak memiliki keluarga, ataupun tidak diperhatikan keluarga” ungkap Plh. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Banten Mulyadi. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meringankan beban para lansia terutama menjelang bulan Ramadhan 1446 yang akan datang, sehingga mereka tidak perlu memikirkan bagaimana untuk makan esok hari. Sementara itu salah satu penerima manfaat Sarniti mengungkapkan terima kasih nya kepada BAZNAS atas bantuan yang diterimanya. “Alhamdulillah, terima kasih saya ucapkan untuk muzaki yang berzakat ke BAZNAS. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk saya, saya bisa makan tanpa harus mikir beli beras darimana uangnya” . ungkap Sarniti dengan haru.
BERITA21/02/2025 | Amalia
BAZNAS Syiarkan Dakwah Filantropi Islam, Berzakat Melalui Lembaga Resmi
BAZNAS Syiarkan Dakwah Filantropi Islam, Berzakat Melalui Lembaga Resmi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengimbau masyarakat agar menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Hal ini bertujuan untuk memastikan zakat dapat tersalurkan dengan aman dan tepat sasaran kepada mereka yang berhak menerimanya. Pernyataan ini disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D, dalam Pengajian Sabtu Pagi bertajuk Shadaqah Menjadi Lifestyle yang digelar secara daring di Jakarta, beberapa waktu lalu. "Salah satu cara untuk tetap memberikan zakat secara langsung adalah dengan membayar zakat kepada lembaga seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan meminta mereka untuk menyalurkannya kepada penerima yang khusus,” ujar Prof. Nadra. "Proses ini Nemu gminkan individu untuk merasa lebih terlibat dan berkontribusi secara langsung, di sisi lain tetap melalui jalur resmi yang telah ditetapkan," kata dia. Menurut Prof. Nadra, zakat merupakan kewajiban bagi mereka yang memiliki kelebihan harta. Selain berfungsi sebagai penyucian harta, zakat juga menjadi sarana untuk membantu sesama dan memperkuat solidaritas dalam masyarakat. “Cara bersedekah yang baik adalah dengan memberikan yang terbaik dari yang kita miliki, baik itu dalam bentuk materi maupun non-materi. Ini juga termasuk memberikan makanan yang kita sendiri sukai kepada orang lain, bukan hanya sisa-sisa,” ucap Prof Nadra. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa membayar zakat secara rutin dapat menyucikan harta, membersihkan jiwa, serta menumbuhkan kepedulian sosial dengan membantu mereka yang membutuhkan. "Ulama seperti imam Alai mengelola kekayaannya dengan cara yang dermawan, sering membagikan harta mereka kepada yang membutuhkan, sehingga tidak pernah mencapai haul untuk zakat," kata Prof Nadra. Ia juga menyoroti keteladanan Nabi Muhammad yang dikenal dengan kemurahan hatinya, terutama di bulan Ramadan. Nabi tidak hanya membagikan makanan tetapi juga menunjukkan kasih sayang kepada semua orang, terutama mereka yang membutuhkan. “Kita bisa meniru kedermawanan Ali bin Abi Thalib dengan memprioritaskan kepentingan orang lain di atas diri kita sendiri, memberikan apa yang kita miliki untuk membantu mereka yang membutuhkan, serta memiliki komitmen untuk berbagi tanpa mengharapkan imbalan,” kata dia.
BERITA17/02/2025 | Amat Setiawan
Zmart BAZNAS RI: Transformasi Warung Kelontong Jadi Sumber Rezeki Berlimpah
Zmart BAZNAS RI: Transformasi Warung Kelontong Jadi Sumber Rezeki Berlimpah
Baru-baru ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah membantu salah satu penerima manfaat program Zmart, Armawati mengembangkan usahanya hingga mendapatkan omzet sebesar Rp9 juta per bulan. Program Zmart adalah program pemberdayaan ekonomi dalam bentuk pengembangan warung/toko yang dimiliki mustahik dengan skala mikro sampai kecil untuk mengatasi kemiskinan di wilayah urban. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyampaikan, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi umat, Zmart hadir untuk meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha mikro agar dapat berkembang dan memiliki daya saing yang lebih baik. “Alhamdulillah, melalui program ini, omzet warung Zmart milik Ibu Armawati kini meningkat signifikan, bahkan mencapai Rp9 juta per bulan. Ini adalah bukti bantuan yang tepat sasaran dan berkelanjutan dapat memberikan dampak yang luar biasa bagi perekonomian masyarakat kecil,” ujar Saidah, dalam keterangan tertulis di Jakarta, baru-baru ini. Saidah berharap, pencapaian ini tidak hanya menjadi motivasi bagi penerima manfaat lainnya, tetapi juga mendorong lebih banyak pihak untuk turut serta dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah demi kesejahteraan bersama. “Kami dari BAZNAS RI akan terus berkomitmen dalam memberdayakan ekonomi umat dengan berbagai program inovatif, termasuk Zmart. Tentunya, keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan para muzaki dan donatur yang telah menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS,” ucap Saidah. Saidah mengucapkan selamat kepada Armawati atas peningkatan usahanya. Ia berharap, usaha yang sedang dijalankan semakin berkembang, berkah, dan membawa manfaat bagi keluarga serta lingkungan sekitar. “Untuk itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat agar terus memperkuat ekosistem zakat guna membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar dia. Armawati (53) yang merupakan saudagar Zmart binaan BAZNAS mengungkapkan, warung Zmart yang dikelolanya memiliki omzet Rp9-10 juta per bulan. Zmart Armawati berlokasi di Jalan Sabanar Lama, Kec.Tanjung Selor, Kab. Bulungan, Kalimantan Utara. "Saya telah berjualan kelontong selama kurang lebih 15 tahun. Namun perkembangannya tidak terlihat. Alhamdulillah perkembangan perlahan-lahan terasa semenjak menjadi saudagar Zmart, usaha saya terus berkembang terutama dalam hal naiknya omzet,” tutur Armawati. “Saya merasa hal ini tentunya pengaruh dari penambahan modal usaha dan renovasi warung yang membuat warung Zmart saya lebih menarik. Sehingga konsumen tertarik datang kesini untuk belanja kebutuhan," ujar dia. Pendamping Program Zmart wilayah Kalimantan Utara, Ahmad Alimuddin menambahkan, manfaat yang dirasakan oleh Saudagar Zmart memberikan semangat lebih untuk dirinya dalam mendampingi mustahik. ”Menjadi kebahagiaan tersendiri apabila Saudagar Zmart menjadi lebih meningkat pendapatanya setelah menjadi penerima manfaat Program Zmart BAZNAS. Hal ini tentunya menjadi penyemangat bagi diri saya pribadi untuk terus mendampingi mustahik dalam menjalankan usaha. Semoga dengan didampingi secara intensif mustahik mampu lebih sejahtera dari manfaat Program Zmart,” kata dia.
BERITA17/02/2025 | Lulu Fatimah Azzahra
Pertanian Organik Jadi Kunci Kesehatan Tanaman dan Lingkungan di Cimanggu
Pertanian Organik Jadi Kunci Kesehatan Tanaman dan Lingkungan di Cimanggu
Sukabumi - Pertanian organik mulai menunjukkan hasil yang signifikan di Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Pak Mudin, seorang petani binaan BAZNAS, berhasil menerapkan metode pertanian organik pada lahan seluas 0,3 hektar dengan hasil yang memuaskan. Tanaman padi yang ditanam tumbuh dengan sehat dan berkembang pesat tanpa menggunakan bahan kimia. Dengan menggunakan pupuk organik dan teknik ramah lingkungan, Pak Mudin mampu meningkatkan kualitas hasil pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan alam. Pendampingan dari BAZNAS yang meliputi pelatihan penggunaan bahan alami untuk pemupukan dan pengendalian hama, turut berperan besar dalam keberhasilan ini. Pendekatan ini tidak hanya memperbaiki hasil pertanian, tetapi juga menjaga kualitas tanah dan air di sekitar lahan pertanian. Keberhasilan Pak Mudin kini menjadi contoh bagi petani lain di Desa Cimanggu dan sekitarnya. Program pertanian organik yang diselenggarakan oleh BAZNAS juga mendapatkan respon positif dari pemerintah setempat yang melihat potensi besar dalam mengurangi dampak negatif pertanian konvensional terhadap lingkungan. Banyak petani yang mulai tertarik untuk beralih ke metode yang lebih berkelanjutan. Dengan semakin banyaknya petani yang beralih ke pertanian organik, diharapkan hasil pertanian di wilayah tersebut dapat lebih produktif dan ramah lingkungan. Inisiatif ini menunjukkan pentingnya pertanian yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berperan dalam menjaga kelestarian alam demi keberlanjutan di masa depan.
BERITA14/02/2025 | Nurma Nafisa
BAZNAS RI Percepat Penghimpunan ZIS dengan Beragam Kanal Menjelang Ramadhan
BAZNAS RI Percepat Penghimpunan ZIS dengan Beragam Kanal Menjelang Ramadhan
Menjelang bulan Ramadhan 1446 H/2025 M, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus meningkatkan efektivitas layanan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Berbagai inovasi, baik melalui jalur retail maupun digital, telah dipersiapkan guna mempermudah masyarakat dalam menunaikan kewajiban berzakat dengan aman dan praktis. Komitmen ini disampaikan dalam Pengajian BAZNAS Selasa Pagi bertema “Pengumpulan Retail dan Off Balance Sheet dalam Mencapai Target Pengumpulan Ramadhan,” yang diadakan oleh Pusdiklat dan ditayangkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV baru-baru ini. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh, termasuk Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D., serta Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI, Fitriansyah Agus Setiawan. Dalam kesempatan tersebut, Nadratuzzaman menegaskan bahwa Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan penghimpunan ZIS. “Bulan Ramadhan bukan hanya soal ibadah puasa dan shalat, tapi juga menjadi waktu di mana masyarakat lebih banyak berzakat, berinfak, dan bersedekah. Jangan sampai pengumpulan kita rendah, sementara potensi donasi sangat besar,” ujarnya. Ia mengungkapkan bahwa berbagai langkah strategis telah disiapkan, termasuk memperbanyak gerai zakat, menggandeng perusahaan ritel dan komunitas, serta mengadakan berbagai kegiatan penggalangan dana. “Selain itu, program zakat istana dan layanan jemput zakat juga difasilitasi guna memudahkan masyarakat menyalurkan ZIS melalui BAZNAS,” lanjutnya. Di sisi digital, kemudahan pembayaran turut diperkuat melalui berbagai metode. “Sementara itu, pada kanal digital diperkuat melalui pembayaran via e-wallet, transfer bank, dan marketplace agar lebih mudah diakses oleh para muzaki,” kata Nadratuzzaman. Selain kanal retail dan digital, pendekatan off balance sheet juga dioptimalkan, dengan menggandeng berbagai lembaga seperti masjid, yayasan, dan komunitas untuk meningkatkan potensi penghimpunan dana ZIS. “Pendekatan ini sangat penting karena banyak donasi yang sebenarnya bisa dihimpun dari sumber-sumber tersebut jika dikelola dengan baik,” kata Nadratuzzaman. Sementara itu, Fitriansyah Agus Setiawan menekankan pentingnya akses layanan yang cepat dan efisien, terutama menjelang puncak penghimpunan pada 10 hari terakhir Ramadhan. “Kami ingin memastikan donasi bisa dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. Apalagi, puncak penghimpunan terjadi di 10 hari terakhir Ramadhan, sehingga kita harus siap dengan berbagai kanal,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa strategi komunikasi yang agresif telah disiapkan untuk mendorong penghimpunan ZIS secara maksimal. Kampanye above the line (ATL) dilakukan melalui media sosial, televisi, radio, dan billboard, sedangkan kampanye below the line (BTL) memanfaatkan WhatsApp, SMS, dan email untuk mengajak masyarakat berzakat. Dengan berbagai upaya ini, BAZNAS optimistis dapat mencapai target penghimpunan ZIS pada tahun ini. “Dengan strategi yang telah dipaparkan, kami optimistis, BAZNAS dapat mencapai target fundraising Ramadhan tahun 2025. Dengan demikian, BAZNAS dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya selama Bulan Ramadhan,” kata Fitriansyah.
BERITA12/02/2025 | Najwa Najihah
SMAN 1 Kota Serang Salurkan Sedekah Palestina Melalui BAZNAS Banten
SMAN 1 Kota Serang Salurkan Sedekah Palestina Melalui BAZNAS Banten
SMAN 1 Kota Serang salurkan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten pada Jum’at (31/1/25). Penyaluran bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Serang Aan Hermawan kepada Kepala Bidang Penghimpunan BAZNAS Provinsi Banten Hidayat. “Alhamdulillah kami terima bantuan kemanusiaan untuk saudara kita di Palestina sebesar Rp. 30.250.000 dari SMAN 1 Kota Serang, terima kasih telah mempercayakan BAZNAS sebagai lembaga untuk menunaikan sedekah kemanusiaan ini.” ungkap Hidayat. Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 1 kota Serang Aan Hermawan menyampaikan harapannya terhadap BAZNAS Banten. “Bantuan kemanusiaan ini kami kumpulkan selama satu semester dari para siswa maupun guru-guru, semoga bisa tersampaikan dan bermanfaat untuk rakyat Palestina disana." katanya. Tak hanya menerima bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina, BAZNAS juga memberikan santunan untuk 43 siswa kurang mampu di SMAN 1 Kota Serang.
BERITA05/02/2025 | Amalia
BAZNAS Banten Teken MoU dengan BJBS dan Kabar Banten
BAZNAS Banten Teken MoU dengan BJBS dan Kabar Banten
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten, Harian Umum Kabar Banten, bersama Bank Jabar Banten Syariah (BJBS) kembali melakukan kerja sama terkait publikasi laporan pengelolaan zakat dan keuangan BAZNAS. Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan di kantor BAZNAS Banten, Jalan Ki Fatoni, Pegantungan Kota Serang pada Jum'at (31/1/12). Penandatanganan MoU ini merupakan perpanjangan perjanjian yang selama ini sudah terjalin selama 6 tahun. Hadir pada kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Provinsi Banten Syibli Syarjaya, Manajer Bisnis Konsumer Bjb Syariah Serang E Imam Permana dan Direktur Harian Umum Kabar Banten Rachmat Ginandjar. Ketua BAZNAS Provinsi Banten Syibli Syarjaya menyampaikan bahwa kerjasama ini merupakan upaya untuk membangun trust masyarakat terhadap BAZNAS. “ini merupakan bentuk transparansi pengelolaan zakat. Melalui sosialisasi laporan penerimaan dan pengeluaran zakat, publik berhak tahu kami mendapatkan dana zakat dari siapa saja dan disalurkan kepada siapa saja. Salah satunya melalui kegiatan-kegiatan BAZNAS yang ditayangkan oleh Kabar Banten” ungkapnya Sementara itu Rachmat Ginandjar Direktur Harian Umum Kabar Banten, yang akrab disapa Ragin mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mendukung BAZNAS untuk dapat memanfaatkan media nya dalam pengelolaan zakat. “Mudah-mudahan Mou dapat membawa maslahat bagi semua pihak. Kerja sama yang sudah baik di tahun-tahun sebelumnya dapat ditingkatkan lagi pada tahun ini. Kami juga memberikan ruang di luar kerjasama formal dalam bentuk publikasi di platform Kabar Banten,” katanya “Di tahun 2025 ini, Kabar Banten menyiapkan program tausiyah Ramadan yang bisa digunakan untuk media kampanye zakat. Kami sangat memberikan ruang seluas-luasnya untuk BAZNAS,” tambahnya. Sedangkan Manajer Bisnis Konsumer BJB Syariah Serang E Imam Permana menyambut baik MoU ini. “Ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi dalam transparansi zakat. Dengan peran kami ini, mudah-mudahan BJB Syariah makin dikenal dan kepercayaan masyarakat meningkat terhadap BJB Syariah,” ucapnya
BERITA03/02/2025 | Amalia
BAZNAS Banten Tetapkan Besaran Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah Tahun 2025
BAZNAS Banten Tetapkan Besaran Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah Tahun 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten telah menetapkan besaran zakat fitrah tahun 2025 yang harus dibayarkan setiap individu umat muslim di wilayah Provinsi Banten adalah 2,5 kg atau 3,5 liter beras / makanan pokok per jiwa, atau setara dengan uang sebesar Rp. 47.000.00/jiwa untuk Tangerang Raya, dan Rp.40.000.00/jiwa untuk wilayah Serang, Cilegon, Pandeglang, dan Lebak. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua BAZNAS Provinsi Banten Syibli Syarjaya dalam keterangan tertulis di Serang, Kamis (30/1/2024). “Penetapan didasarkan pada harga pasaran beras premium di wilayah Provinsi Banten. Keputusan ini tercantum dalam Surat Keputusan Ketua BAZNAS Provinsi Banten Nomor: 009 tahun 2025 tentang Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah untuk Wilayah Provinsi Banten tahun 2025, yang bertujuan untuk mempermudah umat muslim dalam menunaikan kewajiban zakat fitrah dan fidyah pada bulan Ramadhan 2025 ini” ungkapnya. Ia juga mengungkapkan bahwa penetapan besaran zakat fitrah dan fidyah di wilayah Provinsi Banten telah dibahas terlebih dahulu pada rapat pleno tanggal 21 Januari 2025 yang melibatkan berbagai pihak. “Sementara itu, untuk besaran fidyah di wilayah Provinsi Banten pada tahun ini adalah Rp. 60.000.00/jiwa untuk wilayah Tangerang, dan Rp.50.000.00/jiwa untuk wilayah Serang, Cilegon, Pandeglang, dan Lebak” paparnya.
BERITA30/01/2025 | Amalia
BAZNAS Bergerak Cepat Bantu Korban Banjir di Lampung
BAZNAS Bergerak Cepat Bantu Korban Banjir di Lampung
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Provinsi Lampung merespons dengan sigap bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Kota Lampung dan sekitarnya. Laporan dari tim BTB di lokasi menyebutkan, banjir yang terjadi mengakibatkan banyak permukiman warga terendam dengan ketinggian air mencapai 2 meter. Dampak lainnya adalah terganggunya arus lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera, yang menyebabkan kemacetan dan menghambat mobilitas masyarakat setempat. Pimpinan BAZNAS RI, Saidah Sakwan, MA, menjelaskan bahwa tim BTB langsung melakukan asesmen di wilayah terdampak, kemudian menyalurkan 150 paket sarapan pagi kepada warga yang menjadi korban banjir. "Tim BTB bergerak cepat untuk merespons musibah banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Lampung Dimulai dengan asesmen, kemudian memberikan bantuan yang diperlukan bagi para korban," ungkap Saidah dalam keterangannya di Jakarta. Walaupun banjir mulai menunjukkan tanda-tanda surut, Saidah menyebutkan bahwa tim gabungan dari berbagai instansi tetap bekerja keras untuk memberikan penanganan darurat kepada korban yang terdampak. "Tentunya kami berharap agar musibah banjir dan longsor di sejumlah wilayah kota di Lampung dan sekitarnya dapat segera ditangani dengan baik dan cepat," ujarnya. Saidah juga menegaskan bahwa BAZNAS berkomitmen untuk terus mendampingi warga terdampak, memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar efektif, serta tetap berkoordinasi dengan berbagai pihak guna meminimalkan dampak bencana ini dan memberikan dukungan maksimal kepada para korban. Pada kesempatan ini, Saidah mengajak masyarakat untuk terus menyebarkan kebaikan dengan mendukung program sedekah kemanusiaan yang ditujukan bagi korban bencana. "Sebagai lembaga yang berkomitmen untuk menyejahterakan umat, BAZNAS terus bergerak cepat dalam memberikan bantuan untuk korban bencana," tutup Saidah.
BERITA21/01/2025 | Nadia
BAZNAS RI Dukung Program Pemberdayaan Ekonomi BAZNAS Sumbar untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
BAZNAS RI Dukung Program Pemberdayaan Ekonomi BAZNAS Sumbar untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyatakan dukungan penuh terhadap upaya BAZNAS Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi. Dalam hal ini, BAZNAS Sumbar memperkuat konsep pemberdayaan dengan melibatkan masyarakat penerima manfaat (mustahik) dalam merancang desain program pemberdayaan. Program ini juga melibatkan wakil ketua II dan amil pelaksana dari 19 kabupaten/kota di Sumbar. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Ec., Ph.D, menyatakan pentingnya pendamping dalam keberhasilan program pemberdayaan ekonomi seperti Z-Auto, ZMart, dan Z-Chicken. “Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa yang sukses melakukan pemberdayaan ekonomi Z-Auto, ZMart, Z-Chicken, itu harus ada pendamping. Karena pendamping ini yang memberikan motivasi untuk terus berusaha, sebab biasanya orang kalau sudah gagal ingin cepat-cepat ganti usaha yang lain,” ujarnya dalam keteranganya. Menurut Prof. Nadra, pendamping memiliki peran penting tidak hanya untuk memotivasi. Namun juga dalam memberikan arahan pengelolaan keuangan usaha mikro. “Karena biasanya kalau tidak ada pembukuan keuangan, modalnya akan dipakai. Jika diajarkan pembukuan keuangan, tidak akan dipakai itu modal usahanya. Jadi pendamping juga penting untuk mengajarkan bagaimana cara melakukan pembukuan keuangan,” tambahnya. Selain itu, para pendamping juga diperlukan untuk membantu memasarkan produk yang dihasilkan oleh mustahik. Kreativitas pendamping sangat diperlukan agar penerima manfaat dapat memaksimalkan potensi penjualan produk mereka. Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Sumbar, Ir. H. Firdaus, M.Si., menyatakan bahwa BAZNAS Sumbar memberikan bimbingan teknis kepada wakil ketua II dan amil pelaksana dari 19 kabupaten/kota. Langkah ini bertujuan untuk melatih dan membimbing masyarakat di daerah masing-masing. “Sejak dua tahun lalu kami memberikan bimbingan teknis pemberdayaan ekonomi terhadap wakil ketua II yang membidangi pendistribusian dan amil pelaksana, sehingga diharapkan setelah pelatihan secara konseptual kawan-kawan di kabupaten/kota memahami bagaimana mendesain program pemberdayaan yang partisipatif atau melibatkan calon penerima manfaat,” jelasnya. Firdaus juga menjelaskan kerja sama dengan BAZNAS Padang Panjang dalam program pemberdayaan kelompok Z-Auto yang melibatkan 11 orang mustahik dengan total bantuan sebesar Rp154.050.000. “Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan dari bengkel-bengkel kecil yang ada di sepanjang jalan di Padang Panjang. Jadi kami melakukan pengecekan langsung untuk memastikan apakah mereka memenuhi syarat sebelum diberikan bantuan,” jelasnya.
BERITA19/01/2025 | Izar
Berdayakan Masjid, BAZNAS Banten Luncurkan Z-Mart DKM
Berdayakan Masjid, BAZNAS Banten Luncurkan Z-Mart DKM
Setelah sukses meluncurkan Z-Mart untuk para mustahik pejuang keluarga, kini Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten berinovasi dalam pemberdayaan ekonomi dengan meluncurkan Z-Mart yang dikelola oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) pada Jum’at (17/1) di wilayah Kabupaten Tangerang. Sebanyak 7 Masjid menjadi sasaran program tersebut diantaranya Masjid Al Futuhat, Masjid Al Ihsan, Masjid Al Muhajirin, Masjid Makkah Al Mukaromah, Masjid Al Ikhlas, Masjid Jami Al Hidayah, dan Masjid Jami Sabilal Muhtadin. Hadirnya Z-Mart DKM bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan ekonomi bagi jamaah dan masyarakat sekitar. Z-Mart menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti sembako, makanan, dan barang-barang kebutuhan sehari-hari lainnya di lingkungan masjid dengan harga yang terjangkau. “Keunggulan utama Z-Mart DKM terletak pada peran aktif masjid dalam pengelolaannya, yang menjadikannya lebih dari sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat.” ungkap Syibli Syarjaya Ketua BAZNAS Provinsi Banten. Ia mengungkapkan bahwa program Z-Mart DKM berbeda dengan program zakat lainnya, karena Z-Mart memberikan peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah, serta memberdayakan mereka untuk turut serta dalam pengelolaan usaha tersebut, baik sebagai pengelola, tenaga kerja, atau bahkan sebagai konsumen. “Pendapatan yang diperoleh dari usaha ini kemudian disalurkan kembali untuk mendukung berbagai program sosial masjid, seperti bantuan kepada dhuafa, pendidikan anak-anak kurang mampu, dan program kesehatan masyarakat, sehingga menciptakan dampak sosial yang luas dan berkelanjutan.” paparnya. Program Z-Mart DKM diharapkan akan memberikan dampak positif yang signifikan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya dalam membantu pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Z-Mart juga berperan sebagai ruang yang mempererat hubungan antarwarga, menciptakan kesempatan kerja, dan membantu mengurangi kesenjangan sosial.
BERITA17/01/2025 | Amalia
BAZNAS Banten Berikan Pemeriksaan Mata Gratis di Pondok Pesantren
BAZNAS Banten Berikan Pemeriksaan Mata Gratis di Pondok Pesantren
Kegiatan ini bekerjasama dengan Klinik Mata Utama Saruni, kegiatan tersebut menyasar Pondok Pesantren di wilayah Provinsi Banten diantaranya Ponpes Darul Amanah, Ponpes Nurul Madany, Ponpes Miftahul Solihin, Ponpes Ath Thohiriyyah, Ponpes El Istiqomah, dan Ponpes Al Hidayah. Kegiatan tersebut dilaksanakan Secara bertahap sejak akhir tahun 2024 hingga kini. Ketua BAZNAS Provinsi Banten Syibli Syarjaya mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam kesehatan mata, salah satunya dengan mencegah gangguan penglihatan pada santri Pesantren. “Melalui tim Rumah Sehat BAZNAS Banten dan Klinik Mata Utama Saruni, kami mendatangi Pondok Pesantren untuk melakukan pemeriksaan mata para santrinya. Kemudian jika ditemukan permasalahan pada matanya, akan ditindak lebih lanjut termasuk dengan pemberian kacamata gratis” ungkapnya. Sementara itu, dr. Selamet selaku Kepala Klinik Rumah Sehat BAZNAS Banten mengungkapkan bahwa pemeriksaan terhadap para santri dipandang perlu karena mereka merupakan aset bangsa. “Ketika para santri matanya minus, mereka tidak bisa konsentrasi dalam belajar, dan minusnya bisa berkembang lebih cepat lagi jika tidak dideteksi lebih dini.” katanya. Ia juga mengungkapkan bahwa Rumah Sehat BAZNAS juga memiliki program lain yang sedang berjalan yaitu Gerakan Peduli Keluarga Risiko Stunting untuk mendukung program Pemerintah dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia. “Program ini ditujukan untuk bayi dibawah dua tahun yang beresiko stunting sebagai bentuk pencegahan agar tidak benar-benar menjadi stunting, dengan pemberian makan selama 90 hari untuk 100 bayi yang berada di Kota Serang. Kemudian juga untuk ibu hamil dengan memberikan vitamin dan susu.” papar dr. Selamet.
BERITA17/01/2025 | Amalia
Gelar Pembinaan Muallaf, BAZNAS Banten Sasar 120 Masyarakat Ex Baduy
Gelar Pembinaan Muallaf, BAZNAS Banten Sasar 120 Masyarakat Ex Baduy
Di akhir tahun 2024, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten masih melakukan kegiatan pendistribusian dan pendayagunaan melalui program pembinaan muallaf di Kecamatan Leuwidamar Kab. Lebak pada Senin (30/12). Kegiatan tersebut menyasar 120 orang muallaf yang nantinya akan dibina oleh 4 da'i. Ketua BAZNAS Provinsi Banten Syibli Syarjaya menuturkan bahwa muallaf merupakan salah satu asnaf yang berhak menerima zakat, sehingga kehadirannya tentu perlu perhatian khusus. "Para muallaf masih memerlukan berbagai pemahaman secara mendalam terhadap agama Islam, bukan saja persoalan ibadah tetapi juga persoalan lain dalam menjalani kehidupannya dengan Islam. Maka dipandang perlu untuk adanya pembinaan terhadap mereka" ungkap Syibli. "Melalui pembinaan ini, kami berharap para muallaf nantinya akan dapat meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaannya kepada Allah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas muslim baik itu sisi keimanan, muamalah, ekonomi dan lain sebagainya." tambahnya.
BERITA03/01/2025 | Amalia
Akhir tahun, BAZNAS Banten Luncurkan Beasiswa Cendekia
Akhir tahun, BAZNAS Banten Luncurkan Beasiswa Cendekia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten salurkan dana zakat untuk bidang pendidikan, melalui program Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) pada Selasa (31/12) di salah satu Hotel Kota Serang. Sebanyak 16 orang mahasiswa yang berasal dari beberapa Universitas di Kota Serang, berhasil menjadi penerima beasiswa setelah melewati serangkaian tahap seleksi. ”Program beasiswa BCB adalah salah satu program bidang pendidikan yang mendukung pembiayaan peserta BCB dari semester 1 sampai dengan semester 8. Proses penerimaannya dengan terlebih dahulu melakukan seleksi administrasi, assesment/survei faktual dan wawancara terhadap calon penerima program beasiswa BCB” ungkap Syibli Syarjaya Ketua BAZNAS Provinsi Banten. Ia juga menambahkan bahwa BCB merupakan program BAZNAS yang memiliki tugas menyediakan dana pendidikan demi terjaminnya keberlangsungan program pendidikan sebagai pertanggungjawaban antar generasi dan menyiapkan generasi penerus bangsa yang memiliki kedalaman ilmu pengetahuan, akhlak yang luhur dan berdaya saing. “Diharapkan dengan adanya beasiswa ini, para mahasiswa menjadi lebih semangat dalam menggapai cita-cita dan kedepannya mereka akan menjadi pribadi yang bermanfaat untuk masyarakat" tambahnya.
BERITA03/01/2025 | Amalia
BAZNAS RI Bangun Tiga Jembatan di Desa Ciemas Pasca Bencana Sukabumi
BAZNAS RI Bangun Tiga Jembatan di Desa Ciemas Pasca Bencana Sukabumi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), berhasil menyelesaikan pembangunan tiga jembatan di Desa Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat. Jembatan-jembatan ini dibangun setelah infrastruktur lama rusak parah akibat bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Proyek ini dilaksanakan di dua kawasan terdampak, yaitu Kampung Ciemas RT 04 dan Kampung Lewuidadap. Pembangunan jembatan bertujuan untuk memastikan akses kembali terbuka bagi masyarakat yang sempat terisolasi akibat kerusakan infrastruktur, sehingga kehidupan sosial dan ekonomi dapat kembali normal. Saidah Sakwan, MA, selaku Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini adalah bagian dari upaya BAZNAS untuk memastikan masyarakat terdampak bencana bisa melanjutkan aktivitas mereka dengan lancar dan aman. “Proyek ini adalah bentuk konkret dari komitmen BAZNAS untuk membantu warga yang terdampak bencana. Dengan adanya tiga jembatan ini, kami berharap dapat mempercepat proses pemulihan dan mengembalikan kehidupan masyarakat ke kondisi semula,” ujar Saidah melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta. Saidah juga menambahkan bahwa dampak bencana yang melanda Sukabumi menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur penting, termasuk jembatan yang menghubungkan desa-desa. Sebagai respons cepat, BAZNAS mengirimkan tim BTB untuk mengidentifikasi kerusakan dan segera merespons kebutuhan mendesak masyarakat. “Tim kami langsung bergerak cepat untuk menilai kerusakan dan memberikan bantuan. Pembangunan tiga jembatan ini adalah salah satu langkah yang kami ambil untuk mendukung pemulihan infrastruktur yang rusak,” tambah Saidah. Selain pembangunan jembatan, Tim BTB juga terus melakukan serangkaian kegiatan darurat lainnya, seperti asesmen kebutuhan dan distribusi bantuan kepada warga terdampak. Saat ini, BAZNAS tetap mendampingi warga Sukabumi dalam upaya pemulihan jangka panjang. Saidah berharap bahwa dengan dibangunnya jembatan-jembatan ini, masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan mereka tanpa hambatan. “Kami berharap jembatan ini tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga menghubungkan masyarakat dalam proses pemulihan yang lebih cepat,” pungkas Saidah. BAZNAS berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat Sukabumi hingga kondisi pasca-bencana benar-benar pulih. Editor : Pu3
BERITA03/01/2025 | Nurul
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Banten.

Lihat Daftar Rekening →