Berita Terbaru
BAZNAS Banten dan Kemenag Satukan Langkah untuk Optimalkan Pengelolaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Banten menggelar Rapat Koordinasi Optimalisasi Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) pada Kamis (29/10/2026), bertempat di Kanwil Kemenag Provinsi Banten. Kegiatan ini diikuti oleh pengelola zakat se-Provinsi Banten, yang terdiri dari perwakilan Madrasah Aliyah Negeri (MAN), Madrasah Aliyah Swasta (MAS), jajaran Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kab/Kota Se Provinsi Banten serta mitra perbankan rekanan Kanwil Kemenag Provinsi Banten, sebagai upaya memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam optimalisasi pengelolaan ZIS-DSKL di wilayah Banten.
Rapat koordinasi ini menjadi wadah untuk menyelaraskan langkah dan memperkuat sinergi, sehingga pengumpulan dan pendayagunaan dana ZIS-DSKL dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dalam materi yang disampaikan, BAZNAS Provinsi Banten menjelaskan bahwa sinergi dalam optimalisasi pengelolaan ZIS-DSKL salah satunya dapat dimulai melalui Program Infak Sedekah Siswa dan Karyawan. Program ini merupakan ikhtiar BAZNAS Provinsi Banten dalam membangun budaya kepedulian sosial melalui partisipasi siswa, tenaga pendidik, dan karyawan di lingkungan pendidikan.
“Melalui program ini, penghimpunan infak dan sedekah diharapkan dapat berjalan lebih terkoordinasi sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial sejak dini. Dana yang terhimpun selanjutnya dapat mendukung berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan BAZNAS bagi masyarakat yang membutuhkan.” Ungkap Wawan Wahyuddin, Ketua BAZNAS Provinsi Banten.
Lebih lanjut ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kanwil Kemenag Provinsi Banten atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap koordinasi yang terbangun dapat menghasilkan rekomendasi bersama untuk memperkuat gerakan zakat di Provinsi Banten.
“Apresiasi kepada jajaran Kanwil Kemenag yang telah menyelenggarakan acara ini. Kita akan tuntaskan dalam bingkai rekomendasi bersama untuk menguatkan gerakan zakat,” ujarnya.
Melalui rapat koordinasi ini, BAZNAS Provinsi Banten berharap terbangun komitmen bersama antara BAZNAS, Kanwil Kemenag, dan seluruh pengelola zakat dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan ZIS-DSKL. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BERITA02/11/2026 | Amalia
Rp560 Juta untuk Pemberdayaan Umat, BAZNAS Cilegon Luncurkan Lima Program Ekonomi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menghadiri sekaligus membuka kegiatan Peluncuran Program Pendayagunaan BAZNAS Kota Cilegon Tahun 2026 yang diselenggarakan di Dinas Sosial Kota Cilegon, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya BAZNAS Kota Cilegon dalam mengoptimalkan pendayagunaan zakat untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang produktif dan berkelanjutan.
Sebesar Rp560 juta digelontorkan untuk mendukung lima program utama, yakni Program Gerobak Produktif, Program Depot Isi Ulang Air Minum, Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM), Program Pertanian BAZNAS, dan Program Peternakan BAZNAS.
Kelima program tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha, memperkuat kapasitas ekonomi penerima manfaat, serta mendorong pemanfaatan dana zakat agar memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Cilegon, Fajri Ali, menyampaikan harapannya agar BAZNAS Kota Cilegon senantiasa mendapatkan dukungan dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
“Mohon dukungan dan doa untuk kami diberikan kemampuan untuk selalu amanah, dan bisa terus menebar manfaat untuk umat,” ungkapnya.
Dukungan terhadap program pendayagunaan tersebut juga disampaikan oleh perwakilan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Cilegon. Ia menekankan bahwa zakat tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam upaya pengentasan kemiskinan.
“Semoga BAZNAS terus membuat program yang berdampak untuk masyarakat. Kami pahami zakat bukan soal ibadah saja, namun bagian dari instrumen pengentasan kemiskinan dan itu adalah kewajiban Pemerintah Kota Cilegon. Kehadiran BAZNAS sangat membantu pemerintah, dan oleh sebab itu pemerintah juga terus mendukung dan bersinergi. Keberadaan BAZNAS insyaallah terus bermanfaat dan akan terus bermanfaat,” tuturnya.
BERITA30/10/2026 | Amalia
BAZNAS Banten Perkuat Kolaborasi dengan Lembaga Jasa Keuangan di Pasar Keuangan Rakyat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten turut berpartisipasi dalam kegiatan Pasar Keuangan Rakyat yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Banten pada 24-25 Oktober 2026 di Kota Serang.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah lembaga jasa keuangan mengamanahkan pengelolaan bazar sembako murah kepada BAZNAS Banten. Sebanyak 500 paket sembako disediakan untuk masyarakat dengan harga Rp35.000 per paket, dari harga semula Rp70.000. Kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk sinergi antarlembaga dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan oleh sejumlah lembaga jasa keuangan merupakan bentuk kolaborasi yang dapat memperluas manfaat program bagi masyarakat.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap pengelolaan program dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi antarlembaga menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kepedulian sosial dan menghadirkan program yang tepat guna,” ungkap Wawan.
Selain kolaborasi dalam pengelolaan bazar sembako murah, BAZNAS Banten juga melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Bank Banten terkait pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), serta tugas pembantuan penyaluran ZIS. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sinergi kedua lembaga dalam mendukung pengelolaan ZIS agar manfaatnya dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilaksanakan juga penyerahan secara simbolis Surat Keputusan (SK) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk tingkat satuan pendidikan serta penyerahan simbolis beasiswa bagi pelajar tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).
Melalui berbagai kegiatan tersebut, BAZNAS Banten berharap sinergi dengan berbagai pihak dapat terus berkembang, baik dalam pengumpulan dan penyaluran ZIS maupun dalam mendukung akses bantuan sosial dan pendidikan bagi masyarakat Banten.
BERITA26/10/2026 | Amalia
BAZNAS Banten Bentuk 105 UPZ, Perluas Jangkauan Pengelolaan Zakat di Berbagai Sektor
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten berhasil membentuk 105 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) baru dari berbagai sektor sebagai tindak lanjut kegiatan sosialisasi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS DSKL) yang dilaksanakan di delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten pada bulan September lalu.
Pembentukan 105 UPZ ini menjadi salah satu capaian dari upaya BAZNAS Banten dalam memperluas jaringan pengumpulan ZIS sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dan berbagai sektor dalam mendukung pengelolaan ZIS DSKL.
Sebagai tindak lanjut dari pembentukan tersebut, BAZNAS Banten menyerahkan Surat Keputusan (SK) UPZ secara simbolis kepada perwakilan UPZ dalam kegiatan Pasar Keuangan Rakyat yang diselenggarakan pada 24 Oktober lalu. Penyerahan SK ini menjadi bentuk pengesahan sekaligus langkah awal bagi UPZ yang telah terbentuk untuk menjalankan perannya dalam membantu pengumpulan ZIS DSKL di berbagai sektor.
“Sebelumnya, BAZNAS Banten melaksanakan sosialisasi ZIS di delapan kabupaten/kota untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan pemangku kepentingan mengenai pentingnya pengelolaan zakat melalui lembaga resmi. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mendorong pembentukan UPZ di berbagai lingkungan dan sektor potensial.” Ungkap Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, Rachmat Halim.
UPZ merupakan perpanjangan tangan BAZNAS untuk membantu pengumpulan ZIS DSKL di lingkungan atau wilayah tertentu secara resmi dan sesuai syariat Islam.
“Keberadaan UPZ diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Dengan terbentuknya 100 UPZ, BAZNAS Banten memiliki peluang lebih luas untuk menjangkau para muzaki dan meningkatkan potensi penghimpunan dana ZIS DSKL di Provinsi Banten.” Tambahnya.
Ke depan, BAZNAS Banten berharap dapat terus memperkuat pembinaan dan koordinasi dengan UPZ yang telah terbentuk agar pengumpulan ZIS DSKL berjalan secara optimal, transparan, dan akuntabel. Dengan demikian, potensi zakat di Provinsi Banten dapat dikelola secara lebih maksimal untuk mendukung berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA26/10/2026 | Amalia
Evaluasi 2026 Jadi Pijakan, BAZNAS Se-Banten Matangkan RKAT 2027
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Perencanaan Tahun 2026 dan Bimbingan Teknis Perencanaan Tahun 2027 BAZNAS Se-Provinsi Banten pada 21–23 Oktober 2026 di Kota Serang. Kegiatan ini diikuti oleh BAZNAS se-Provinsi Banten.
Direktur Perencanaan ZIS-DSKL Nasional BAZNAS RI, Ahmad Hambali, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi upaya untuk meningkatkan dan menajamkan perencanaan, khususnya dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT).
“Untuk meningkatkan dan menajamkan perencanaan kita, bagaimana RKAT ke depannya pada akhirnya membantu kita dalam memastikan keamanan pengelolaan zakat,” ujar Ahmad Hambali.
Adapun materi yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi kebijakan perencanaan ZIS-DSKL tahun 2027, evaluasi dan pemetaan perencanaan pengelolaan zakat, konsultasi penyusunan rencana strategis (Renstra), petunjuk teknis dan pendampingan penyusunan RKAT, serta pengesahan RKAT tahun 2027.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS se-Provinsi Banten diharapkan dapat meningkatkan ketajaman perencanaan dan menyusun program kerja yang lebih terarah untuk mendukung pengelolaan zakat.
Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Banten, Saepudin Asy Syadzily, turut menyampaikan semangat kepada seluruh peserta agar terus menjalankan amanah pengelolaan zakat demi kepentingan umat.
“Ayo kita kembali semangat, terus bergerak demi umat. Yang kita cari adalah keridaan dari Allah,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perencanaan pengelolaan zakat di lingkungan BAZNAS se-Provinsi Banten dalam menghadapi tahun perencanaan 2027.
BERITA23/10/2026 | Amalia
Rumah Sehat BAZNAS Banten Distribusikan Masker Gratis ke Sejumlah Fasilitas Kesehatan
Rumah Sehat BAZNAS Provinsi Banten melaksanakan kegiatan pendistribusian masker gratis ke sejumlah fasilitas kesehatan dan layanan masyarakat di berbagai wilayah Provinsi Banten pada bulan Oktober ini. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan.
Distribusi masker menyasar sejumlah titik, di antaranya puskesmas, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Banten, posyandu, serta fasilitas dan layanan kesehatan lainnya. Dalam pelaksanaannya, setiap titik direncanakan menerima sekitar 100 boks masker.
Secara keseluruhan, pendistribusian ini direncanakan menjangkau 10 titik di berbagai wilayah. Melalui kegiatan tersebut, Rumah Sehat BAZNAS Banten berharap masker yang disalurkan dapat dimanfaatkan oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam mendukung upaya pencegahan penularan penyakit.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Provinsi Banten melalui Rumah Sehat BAZNAS agar tidak hanya menyelenggarakan pelayanan kesehatan, tetapi upaya promotif dan preventif yang juga penting dilakukan agar masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan.
BERITA20/10/2026 | Amalia
Bukan Sekadar Silaturahmi, BAZNAS Banten dan Bank Banten Bahas Kerja Sama Konkret
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten melakukan audiensi dengan Bank Banten dalam rangka memperkuat sinergi dan menjajaki kerja sama strategis untuk optimalisasi pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL), Selasa (20/10/2026) bertempat di Kantor BAZNAS Provinsi Banten.
Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, menyambut baik silaturahmi dan peluang kerja sama dengan BAZNAS Provinsi Banten. Menurutnya, BAZNAS merupakan mitra yang tepat bagi Bank Banten dalam mendukung pembinaan spiritual keagamaan sekaligus memperkuat pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan.
Ia menilai, sinergi dengan BAZNAS dapat memperluas jangkauan program dan memperkuat dampak positif yang dihasilkan melalui kolaborasi kedua lembaga.
“BAZNAS merupakan lembaga yang tepat untuk menjadi mitra dalam menindaklanjuti kewajiban umat Islam dalam konteks zakat, infak, dan sedekah. Kami berharap setelah pertemuan ini ada kegiatan nyata sebagai bentuk realisasi sinergi yang lebih baik, termasuk rencana pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Bank Banten,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, terdapat sejumlah peluang kerja sama yang dibahas. Pertama, optimalisasi pengumpulan ZIS-DSKL dari ASN dan karyawan Bank Banten melalui penguatan edukasi dan fasilitasi pembayaran zakat, infak, serta sedekah.
Kedua, optimalisasi penyaluran dan pemberdayaan dana melalui pemanfaatan ekosistem keuangan Bank Banten. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan dana yang efektif sekaligus memperluas akses terhadap layanan keuangan dalam pelaksanaan program-program pemberdayaan masyarakat.
Ketiga, sinergi dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank Banten dengan program pengentasan kemiskinan yang dijalankan BAZNAS Provinsi Banten. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat intervensi program sosial dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Melalui audiensi ini, BAZNAS Provinsi Banten berharap penjajakan kerja sama dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret, termasuk rencana pembentukan UPZ di lingkungan Bank Banten serta pengembangan program kolaboratif yang berkelanjutan.” Ujar Wawan Wahyuddin, Ketua BAZNAS Provinsi Banten.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat penghimpunan ZIS-DSKL, tetapi juga mendorong pemanfaatan dana tersebut secara optimal untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan percepatan pengentasan kemiskinan di Provinsi Banten.
BERITA20/10/2026 | Amalia
Sejumlah BAZNAS di Banten Serahkan Donasi Rp334,4 Juta untuk Gempa NTT dan Palestina dalam Rakornas BAZNAS 2026
Sejumlah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Provinsi Banten menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana dan krisis kemanusiaan melalui penyerahan donasi dalam kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 yang dilaksanakan pada 13-15 Oktober lalu di Jakarta.
Dalam kegiatan tersebut, beberapa BAZNAS di Banten menyerahkan bantuan sebesar Rp123.948.858 untuk penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, donasi sebesar Rp210.495.001 juga disalurkan untuk membantu masyarakat Palestina yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan.
Penyerahan donasi ini menjadi wujud solidaritas dan kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.
"Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong, dana yang dihimpun diharapkan dapat mendukung upaya pemulihan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT serta meringankan beban warga Palestina." ungkap Wawan Wahyuddin, ketua BAZNAS Provinsi Banten.
Partisipasi sejumlah BAZNAS di Banten dalam aksi kemanusiaan ini juga mencerminkan komitmen lembaga zakat untuk mengoptimalkan pengelolaan dana umat agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
"Zakat, infak, dan sedekah tidak hanya menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat, tetapi juga sarana untuk memperkuat solidaritas sosial dan membantu sesama yang sedang menghadapi kesulitan." imbuhnya.
BERITA16/10/2026 | Amalia
BAZNAS Banten Ikuti Rakornas 2026, Perkuat Strategi Program Zakat Berdampak bagi Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 13-15 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan menyelaraskan strategi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar semakin berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dalam Rakornas yang diikuti sekitar 1.300 perwakilan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota tersebut, BAZNAS RI mendorong seluruh BAZNAS daerah untuk menyukseskan 13 program prioritas dengan mempertimbangkan potensi, karakteristik, dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan bahwa keberhasilan program zakat perlu didukung perencanaan berbasis data, inovasi program, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
Menurutnya, penyaluran zakat perlu diarahkan pada program yang produktif dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pelaksanaannya juga perlu selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Asta Cita, serta visi dan strategi BAZNAS.
Arahan tersebut menjadi bagian penting bagi BAZNAS Provinsi Banten dalam memperkuat pelaksanaan program pendistribusian dan pendayagunaan zakat, dengan tetap memperhatikan kebutuhan mustahik serta potensi pengembangan program di daerah.
Selain penguatan program penyaluran, Rakornas juga menyoroti pentingnya optimalisasi pengumpulan ZIS melalui perluasan jaringan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), termasuk di lingkungan pemerintahan, desa, dan perguruan tinggi. Sinergi dengan mitra strategis juga menjadi salah satu upaya untuk memperluas jangkauan pengumpulan dan penyaluran zakat.
Melalui keikutsertaan dalam Rakornas BAZNAS 2026, BAZNAS Provinsi Banten diharapkan dapat semakin memperkuat koordinasi dengan BAZNAS RI dan BAZNAS kabupaten/kota, sekaligus mengembangkan pengelolaan zakat yang terarah, adaptif, dan berkelanjutan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Provinsi Banten untuk mengoptimalkan potensi ZIS agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat, terutama dalam mendukung pemberdayaan mustahik dan percepatan pengentasan kemiskinan.
BERITA15/10/2026 | Amalia
Rakornas BAZNAS 2026, Momentum Penguatan Pengumpulan Zakat di Banten
Rakornas BAZNAS 2026, Momentum Penguatan Pengumpulan Zakat di Banten
Rakornas BAZNAS 2026 yang mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak” menjadi forum koordinasi bagi BAZNAS di seluruh Indonesia untuk menyelaraskan strategi pengelolaan zakat, mulai dari pengumpulan hingga pendistribusian dan pendayagunaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam salah satu sesi pembahasan, Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menekankan pentingnya penguatan strategi pengumpulan melalui pemeliharaan hubungan dengan muzaki lama, perluasan segmen muzaki baru, serta peningkatan kualitas pengelolaan muzaki.
Menurut Rizaludin, potensi pengumpulan ZIS-DSKL masih terbuka luas, terutama melalui jaringan masjid, masyarakat, komunitas, dan desa. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang terarah untuk memperluas jangkauan pengumpulan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat.
Ia juga menegaskan bahwa kepercayaan muzaki menjadi salah satu kunci keberhasilan pengumpulan. Upaya tersebut dapat diperkuat melalui komunikasi yang baik, penanganan masukan dan keluhan, serta pelibatan muzaki dalam berbagai kegiatan BAZNAS.
Selain itu, pengumpulan zakat perlu menjangkau berbagai sektor sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari zakat fitrah, emas, uang, perniagaan, pertanian, peternakan, pertambangan, perindustrian, pendapatan, hingga rikaz.
Bagi BAZNAS Provinsi Banten, penguatan strategi pengumpulan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong optimalisasi potensi ZIS-DSKL di wilayah Banten. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, instansi, dunia usaha, komunitas, serta perluasan jaringan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dapat
menjadi langkah strategis untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam gerakan zakat.
Melalui keikutsertaan dalam Rakornas BAZNAS 2026, BAZNAS Provinsi Banten diharapkan dapat memperkuat strategi pengumpulan yang adaptif, meningkatkan kualitas hubungan dengan muzaki, serta membangun kepercayaan publik melalui pengelolaan zakat yang profesional dan akuntabel.
Dengan pengumpulan yang semakin optimal, dana ZIS-DSKL diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi mustahik, sekaligus mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan di Provinsi Banten.
BERITA15/10/2026 | Amalia
BAZNAS Banten Perkuat Wawasan Pengelolaan Zakat Berbasis Kepercayaan Publik
Dalam Rakornas BAZNAS 2026 yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Jakarta yang mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”, Managing Director Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rohan Hafas, menekankan bahwa pengenalan masyarakat terhadap BAZNAS perlu diiringi dengan kepercayaan terhadap pengelolaan zakat yang dilakukan lembaga tersebut.
Menurut Rohan, potensi zakat nasional yang diperkirakan mencapai Rp327 triliun perlu dioptimalkan melalui strategi penghimpunan yang efektif, termasuk komunikasi publik yang mampu meyakinkan masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan sektor keuangan syariah serta pengembangan program pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan demikian, zakat tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga dapat mendorong kemandirian ekonomi mereka.
Bagi BAZNAS Provinsi Banten, penguatan kepercayaan publik menjadi bagian penting dalam upaya mengoptimalkan potensi zakat di daerah. Komunikasi yang transparan, penyampaian informasi program yang mudah diakses, serta publikasi manfaat penyaluran zakat merupakan aspek yang dapat mendukung hubungan berkelanjutan antara BAZNAS dan masyarakat.
Selain itu, pemanfaatan kanal digital dan penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak dapat menjadi langkah untuk memperluas jangkauan informasi sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam gerakan zakat.
Keikutsertaan BAZNAS Provinsi Banten dalam Rakornas 2026 menjadi kesempatan untuk mengikuti perkembangan strategi pengelolaan zakat nasional, termasuk dalam aspek komunikasi publik dan penghimpunan. Berbagai pembahasan dalam forum tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam memperkuat pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel di Provinsi Banten.
Dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat, potensi ZIS-DSKL diharapkan dapat dihimpun secara lebih optimal dan disalurkan untuk mendukung pemberdayaan mustahik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat pengentasan kemiskinan.
BERITA15/10/2026 | Amalia
Pimpinan BAZNAS Banten Ikuti Rakornas BAZNAS 2026, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat Nasional
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 yang diselenggarakan pada 13-15 Oktober 2026 di Jakarta. Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi bagi BAZNAS se-Indonesia untuk memperkuat koordinasi dan menyelaraskan strategi pengelolaan zakat di tingkat nasional maupun daerah.
Mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”, Rakornas BAZNAS 2026 menitikberatkan pada penguatan sinergi antarlembaga serta optimalisasi potensi zakat agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Keikutsertaan pimpinan BAZNAS Provinsi Banten dalam forum nasional ini merupakan bagian dari upaya memperkuat keselarasan program dan kebijakan pengelolaan zakat antara BAZNAS pusat dan daerah. Melalui koordinasi tersebut, berbagai strategi pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA14/10/2026 | Amalia
Penerima Beasiswa SKSS BAZNAS Banten Ikuti KUKERTA Internasional di Arab Saudi
Manfaat zakat dalam bidang pendidikan kembali dirasakan melalui program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) BAZNAS Provinsi Banten. Salah satu penerima manfaat program tersebut, Neyza Nur Eisyah Agisti, mahasiswi UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, berkesempatan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Internasional di Jeddah, Arab Saudi.
Neyza bersama delapan mahasiswa lainnya dari UIN SMH Banten dilepas untuk mengikuti KUKERTA Internasional yang akan berlangsung selama 40 hari di Jeddah, Arab Saudi. Pelepasan peserta dilaksanakan di UIN SMH Banten, Senin (5/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di Sekolah Indonesia Jeddah dengan fokus pada bidang STEM, yang meliputi Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengalaman akademik sekaligus pengabdian mahasiswa di lingkungan pendidikan Indonesia yang berada di luar negeri.
Bagi Neyza, kesempatan mengikuti KUKERTA Internasional menjadi salah satu capaian dalam perjalanan pendidikannya sebagai penerima Beasiswa SKSS BAZNAS Banten. Dukungan beasiswa yang diterimanya tidak hanya membantu keberlanjutan pendidikan di perguruan tinggi, tetapi juga membuka kesempatan untuk memperoleh pengalaman akademik dan pengabdian di tingkat internasional.
Kesempatan tersebut menjadi gambaran bagaimana pengelolaan zakat dapat memberikan dampak jangka panjang melalui dukungan terhadap pendidikan. Dana zakat yang dihimpun dari masyarakat tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses membuka akses pendidikan dan mendorong penerima manfaat untuk mengembangkan potensi serta memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Kami berharap pengalaman yang diperoleh selama KUKERTA di Arab Saudi dapat menjadi bekal bagi Neyza dan peserta lainnya untuk mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan, serta membawa manfaat ketika kembali dan berkontribusi di tengah masyarakat.” Ungkap Wawan Wahyuddin, Ketua BAZNAS Provinsi Banten.
BERITA05/10/2026 | Amalia
SMKN 8 Kota Serang Serahkan Donasi Rp 5,2 Juta untuk NTT melalui BAZNAS Banten
Perwakilan civitas akademik SMKN 8 Kota Serang menyerahkan donasi sebesar Rp 5.202.000 untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada BAZNAS Provinsi Banten, Jumat (2/10).
Donasi tersebut merupakan hasil penghimpunan dari siswa dan keluarga besar SMKN 8 Kota Serang sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Penyerahan donasi berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Banten. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan SMKN 8 Kota Serang menyampaikan amanah donasi yang telah dihimpun dari lingkungan sekolah untuk dapat diteruskan kepada masyarakat di NTT.
"Donasi yang diterima BAZNAS Provinsi Banten selanjutnya akan dikelola dan disalurkan sesuai peruntukannya. Penyerahan melalui BAZNAS menjadi bagian dari upaya memastikan amanah yang telah dihimpun dapat diteruskan kepada penerima manfaat" ujar Kepala Pelaksana BAZNAS Banten, Yani Hudayani.
BAZNAS Provinsi Banten menyampaikan apresiasi kepada siswa dan keluarga besar SMKN 8 Kota Serang atas partisipasi serta kepercayaan yang diberikan. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama dapat tumbuh dari lingkungan sekolah dan diwujudkan melalui aksi bersama.
BERITA02/10/2026 | Amalia
Wagub Banten Tekankan Pentingnya Penyaluran ZIS yang Tepat Sasaran melalui Lembaga
Penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang tepat sasaran menjadi salah satu hal penting dalam memastikan dana umat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah, dalam kegiatan sosialisasi ZIS DSKL yang diselenggarakan BAZNAS Provinsi Banten di Kabupaten Tangerang, Rabu (30/9).
Wakil Gubernur Banten menekankan bahwa pengelolaan ZIS tidak hanya berkaitan dengan menghimpun dana dari masyarakat, tetapi juga bagaimana dana tersebut dapat disalurkan secara tepat guna, tepat sasaran, dan tepat waktu.
Menurutnya, penyaluran secara langsung tanpa melalui pengelolaan yang terstruktur berpotensi membuat bantuan tidak diterima oleh pihak yang benar-benar membutuhkan. Selain itu, penyaluran yang tidak terkoordinasi juga dapat menimbulkan ketidakmerataan dalam pemberian bantuan.
“Kalau langsung mungkin saja ke orang yang salah, tidak ada keadilan. Maka melalui lembaga BAZNAS betul-betul tepat sasaran, transparan, karena BAZNAS by name by address,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan lembaga pengelola ZIS memiliki peran penting dalam memastikan amanah masyarakat dapat dikelola secara profesional. Melalui sistem kelembagaan, penerima manfaat dapat diidentifikasi berdasarkan data yang jelas sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan kepada masyarakat yang memang berhak dan membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga mengingatkan bahwa berbagi rezeki merupakan bagian dari rasa syukur kepada Allah SWT. Ketika memperoleh rezeki, masyarakat diharapkan dapat menyisihkan sebagian hartanya dengan penuh keikhlasan untuk membantu sesama.
“Kita diberi rezeki harus bersyukur, harus ikhlas saat membagikan rezeki. Kita juga harus sabar kalau sedang diuji,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia mendorong agar semangat kepedulian dan berbagi tidak berhenti pada individu, tetapi terus ditanamkan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
BERITA30/09/2026 | Amalia
BAZNAS Banten Sosialisasikan ZIS DSKL dan Galang Donasi Kemanusiaan di PPKMB UNMA
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten kembali melaksanakan sosialisasi Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS DSKL) sekaligus penggalangan donasi kemanusiaan dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang kali ini bertempat di Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, Rabu (23/9).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan UNMA Banten, Pandeglang, tersebut diikuti oleh sebanyak 482 mahasiswa baru. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Banten dalam memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya ZIS DSKL serta peran zakat dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain sosialisasi, BAZNAS Banten juga membuka penggalangan donasi kemanusiaan bagi para mahasiswa yang ingin turut berkontribusi dalam membantu sesama. Dari kegiatan tersebut, terkumpul donasi sebesar Rp1.165.000 yang kemudian akan disalurkan bagi penyintas terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur.
BERITA24/09/2026 | Amalia
Wagub Banten Ajak Masyarakat Perkuat Penghimpunan ZIS DSKL melalui BAZNAS
Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah, mengajak seluruh unsur masyarakat untuk bersama-sama membantu Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten meningkatkan penghimpunan Zakat, Infak, Sedekah dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS DSKL) di Provinsi Banten. Ajakan tersebut disampaikannya saat membuka rangkaian Sosialisasi Pengelolaan ZIS DSKL yang diselenggarakan BAZNAS Provinsi Banten di Hotel Le Semar dan Hotel Wisata Baru, Rabu (23/9).
Wakil Gubernur Banten mengungkapkan bahwa menunaikan ZIS melalui BAZNAS Banten dapat memperluas manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan. Ia mengingatkan bahwa dalam harta yang dimiliki terdapat hak kaum fakir dan miskin yang perlu ditunaikan.
“Orang memberikan ZIS melalui BAZNAS, makin terasa untuk masyarakat. Harta yang kita miliki ada milik kaum fuqara dan masakin,” ujarnya.
Ia mengajak berbagai sektor masyarakat untuk turut mengambil peran dalam mendukung peningkatan penghimpunan ZIS DSKL. Menurutnya, setiap pihak dapat berkontribusi melalui bidang dan lingkungan masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Banten juga menyoroti pentingnya keterbukaan dalam pengelolaan dana ZIS oleh BAZNAS Banten. Ia menyampaikan bahwa transparansi dan pengawasan merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
“Transparan, terbuka, dan diawasi, itu BAZNAS,” tegasnya.
Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong semakin banyak masyarakat menunaikan ZIS melalui BAZNAS. Dengan pengelolaan yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan, manfaat dana yang dihimpun diharapkan dapat semakin luas dirasakan masyarakat.
“Hadir di sini saja mendapatkan pahala. Mudah-mudahan masyarakat Banten menjadi ahlil jannah dengan membantu BAZNAS di sektor masing-masing,” ungkapnya.
Sementara itu, Sosialisasi Pengelolaan ZIS DSKL merupakan rangkaian kegiatan BAZNAS Provinsi Banten yang dilaksanakan di delapan kabupaten/kota pada 23–30 September 2026. Kegiatan ini menyasar berbagai sektor masyarakat, mulai dari komunitas, sekolah dan lembaga pendidikan, KBIHU, organisasi, lembaga, hingga unsur masyarakat lainnya.
BERITA23/09/2026 | Amalia
BAZNAS Provinsi Banten Sosialisasikan Pengelolaan ZIS DSKL di 8 Kabupaten/Kota
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten akan menggelar rangkaian Sosialisasi Pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS DSKL) di delapan kabupaten/kota se-Provinsi Banten. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 23-30 September 2026.
Rangkaian sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Provinsi Banten dalam memperluas syiar pemahaman mengenai pengelolaan ZIS DSKL sekaligus mendorong keterlibatan berbagai unsur masyarakat di Provinsi Banten dalam optimalisasi tersebut.
Kegiatan ini menyasar berbagai sektor dan kelompok masyarakat, di antaranya komunitas, satuan pendidikan dan sekolah, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), lembaga, organisasi, serta unsur masyarakat lainnya. Pelibatan berbagai sektor tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi mengenai ZIS DSKL hingga ke lingkungan masyarakat di masing-masing daerah.
Dalam pelaksanaannya, sosialisasi akan menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur Pemerintah selaku pembina dan pengarah BAZNAS Provinsi Banten. Gubernur maupun Wakil Gubernur Banten dijadwalkan menjadi narasumber dalam rangkaian kegiatan di sejumlah daerah.
Turut hadir sebagai narasumber juga Komarudin selaku Asisten Daerah I Sekretariat Daerah Provinsi Banten dan Deden Apriandhi Hartawan selaku Sekretaris Daerah Provinsi Banten. Selain itu, Syibli Syarjaya, Ketua BAZNAS Provinsi Banten periode 2020-2025 juga dijadwalkan memberikan materi dalam rangkaian sosialisasi.
Jajaran Pimpinan BAZNAS Provinsi Banten turut terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan koordinasi dan sinergi bersama pemerintah daerah serta berbagai unsur masyarakat dalam pengelolaan ZIS DSKL.
“Pengelolaan ZIS DSKL tidak hanya menjadi tanggung jawab BAZNAS, tetapi membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai unsur masyarakat. Karena itu, sosialisasi ini kami perluas ke berbagai sektor agar pemahaman mengenai ZIS DSKL dapat semakin merata dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” ujar Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin.
BERITA22/09/2026 | Amalia
BAZNAS Banten bersama Hayrat Yadim dan UPZ Ayasofya bagikan Al-Quran untuk 1500 santri
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten bersama Hayrat Yardim dan UPZ Ayasofya melaksanakan kegiatan Distribusi Al-Qur’an di Pondok Al Amanah Al Gontory pada Jum'at, 18 September 2026.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan sinergi dalam mendukung kebutuhan pendidikan keagamaan, khususnya dalam menyediakan Al-Qur’an bagi sebanyak 1.500 santri yang menjadi penerima manfaat dalam kegiatan tersebut.
"Program distribusi Al-Qur’an ini diharapkan dapat menunjang aktivitas para santri dalam membaca, mempelajari, dan menghafalkan Al-Qur’an di lingkungan Pondok Al Amanah Al Gontory." ujar wakil Ketua IV BAZNAS Banten, Suhud.
Kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Banten, Hayrat Yardim, dan UPZ Ayasofya menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan melalui program yang menyentuh kebutuhan pendidikan dan keagamaan masyarakat.
"Terima kasih atas kepercayaan dari Hayrat Yardim terhadap BAZNAS Provinsi Banten, 3000 Al-Qur'an telah diberikan. Hari ini di Pondok Al Amanah Al Gontory sebanyak 1500 dan 1500 lagi di Pesantren Pandeglang" ungkapnya.
BERITA19/09/2026 | Amalia
Bupati Pandeglang Audiensi ke BAZNAS Banten, Perkuat Potensi Sinergi Pengelolaan ZIS
Bupati Pandeglang bersama jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pandeglang melakukan audiensi dengan BAZNAS Provinsi Banten dalam rangka membahas potensi sinergi dan penguatan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS DSKL) di Kabupaten Pandeglang.
Kunjungan tersebut menjadi kali kedua Bupati Pandeglang hadir secara langsung ke Kantor BAZNAS Provinsi Banten. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan membahas berbagai peluang kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pandeglang, BAZNAS Kabupaten Pandeglang, dan BAZNAS Provinsi Banten.
Dalam audiensi tersebut, BAZNAS Provinsi Banten mendorong BAZNAS Kabupaten Pandeglang untuk terus mengoptimalkan potensi pengumpulan ZIS DSKL. Kabupaten Pandeglang dinilai memiliki potensi ZIS DSKL yang cukup besar, seiring dengan dukungan pemerintah daerah yang dapat menjadi penguat dalam peningkatan kesadaran masyarakat dan optimalisasi zakat melalui BAZNAS.
Dukungan penuh dari kepala daerah menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem zakat di daerah. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan BAZNAS, potensi muzaki, baik dari kalangan aparatur sipil negara, masyarakat, maupun sektor lainnya, dapat dihimpun dan dikelola secara lebih optimal.
Melalui pertemuan tersebut, kedua pihak berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pandeglang, BAZNAS Kabupaten Pandeglang, dan BAZNAS Provinsi Banten dapat terus diperkuat. Optimalisasi potensi ZIS diharapkan tidak hanya meningkatkan penghimpunan zakat, tetapi juga memperluas manfaatnya bagi masyarakat Kabupaten Pandeglang khususnya melalui berbagai program baik ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dakwah dan advokasi.
BERITA17/09/2026 | Amalia

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Banten.
Lihat Daftar Rekening →