
Berita Terkini
BAZNAS Banten Gelar Opening Ceremony Semarak Ramadan 1447 H di Mall of Serang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten resmi membuka kegiatan Semarak Ramadan 1447 H yang digelar di Mall of Serang pada Sabtu, 21 Februari 2026. Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi bersama Mall of Serang dan Bank Jabar Banten Syariah (BJB Syariah), serta didukung berbagai mitra strategis.
Dalam seremoni pembukaannya, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BAZNAS Banten, BJB Syariah, dan Kabar Banten terkait kerja sama publikasi dan iklan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Antara BAZNAS Banten dengan MOS terkait penyelenggaraan kegiatan Semarak Ramadan. Selain itu, BAZNAS Banten juga menjalin kerja sama dengan Klinik Utama Mata Saruni untuk pelaksanaan operasi katarak gratis bagi mustahik sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat kurang mampu.
Ketua BAZNAS Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan bahwa kegiatan Semarak Ramadan tahun ini akan berlangsung sepanjang bulan suci dengan beragam program edukatif, sosial, dan religius. Di antaranya bincang seputar zakat, cek kesehatan gratis, talkshow hikmah kesehatan dalam berpuasa, dongeng dan kaligrafi Ramadan, interactive charity experience, penampilan nasyid, beauty class dan hijab workshop, cek kesehatan mata gratis, lomba hafalan surat pendek, Ramadan Runway Fashion Show, Teman Sekarya Kids Craft, lomba dai cilik, MOS Spotlight Ramadan, edukasi investasi emas, literasi keuangan syariah, kajian islami, hingga live music religi.
Selama Ramadan, masyarakat juga dapat memanfaatkan gerai konsultasi serta layanan pembayaran zakat, infak, dan sedekah yang tersedia setiap hari di area Mall of Serang, dengan dukungan penuh dari BJB Syariah sebagai sponsor.
Pimpinan BJB Syariah Cabang Serang, Handri Rahmat Ilahi, menyampaikan harapan agar sinergi antara lembaga keuangan syariah, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Banten, serta BAZNAS terus diperkuat.
“Kami berdoa agar kolaborasi ini semakin solid dan BAZNAS semakin hebat dalam mengemban amanah umat,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Mall of Serang, Radella, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan tahun kelima penyelenggaraan program Ramadan bersama BAZNAS. Mereka berharap Semarak Ramadan dapat menghadirkan suasana kebersamaan serta memberikan pengalaman yang berkesan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah, yang hadir dalam kesempatan tersebut mengapresiasi peran BAZNAS sebagai solusi dalam membantu masyarakat kurang mampu.
"Biasanya untuk operasi katarak itu membutuhkan biaya banyak, tapi karena BAZNAS, biaya itu bisa dipangkas hanya menjadi 2,5 juta per mata." ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat di Banten untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi.
"BAZNAS adalah instrumen negara yang harus kita perkuat agar manfaatnya, outcomenya, dan impactnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara transparan juga tepat sasaran" ujarnya.
22/02/2026 | Amalia
BAZNAS Banten Dukung Program Indonesia Santripreneur Care, Dari Banten Untuk Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menghadiri dan menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan Indonesia Santripreneur Care: Dari Banten untuk Indonesia yang digelar di Aula UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh IKALUIN Wilayah Banten ini menjadi momentum kolaborasi dalam membangun ekosistem santripreneur yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ace Hasan Syadzily, Ketua BAZNAS Banten Wawan Wahyuddin, Ketua Umum INKOPONTREN Marsudi Syuhud, serta Ketua IKALUIN Wilayah Banten Agus Syabarruddin, bersama unsur akademisi dan pemangku kepentingan lainnya.
Ketua BAZNAS Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa penguatan kewirausahaan santri sejalan dengan misi BAZNAS dalam pendayagunaan zakat produktif. Program santripreneur dinilai mampu mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki serta memperluas dampak ekonomi umat secara berkelanjutan.
Menurutnya, BAZNAS Banten siap menghadirkan berbagai program pemberdayaan, seperti penguatan SKSS (Satu Keluarga Satu Sarjana) dan pengembangan gagasan “Satu Keluarga Satu Pengusaha” melalui pembinaan dan pelatihan kewirausahaan bagi santri di pondok pesantren.
Sementara itu, Marsudi Syuhud menegaskan bahwa santri tidak hanya berperan sebagai penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi. Dengan jumlah pesantren yang besar di Indonesia, santri memiliki potensi strategis dalam menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, serta membangun ekosistem ekonomi yang adil sesuai prinsip Maqashid Syariah.
Ace Hasan Syadzily dalam pemaparannya via zoom menekankan pentingnya kehadiran negara dalam mendukung pengembangan santripreneur. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui kebijakan afirmatif, akses permodalan, pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, serta perluasan akses pasar. Menurutnya, pondok pesantren bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.
Kegiatan ini juga menegaskan mandat strategis, di antaranya penguatan pesantren sebagai basis pembangunan nasional, sinergi program nasional berbasis pesantren, penguatan peran Inkopontren sebagai agregator ekonomi pesantren, serta pengembangan santripreneur sebagai kontribusi nyata bagi ekonomi daerah dan nasional. Banten pun diharapkan menjadi model nasional pengembangan program berbasis pondok pesantren yang dapat direplikasi di berbagai daerah.
Melalui kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan, Indonesia Santripreneur Care diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu dan akhlak, tetapi juga tangguh secara ekonomi dan menjadi bagian penting dalam memperkuat kemandirian bangsa.
15/02/2026 | Amalia
BAZNAS Banten Tetapkan Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah 1447 H, Permudah Umat Tunaikan Kewajiban
BAZNAS Banten Tetapkan Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah 1447 H, Permudah Umat Tunaikan Kewajiban
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten resmi menetapkan nilai zakat fitrah dan fidyah untuk wilayah Provinsi Banten melalui Surat Keputusan Ketua BAZNAS Provinsi Banten nomor 006 tahun 2026. Penetapan ini dilakukan guna memberikan kemudahan dan kepastian bagi umat Muslim dalam menunaikan kewajiban zakat fitrah dan fidyah.
Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan hasil kajian bersama MUI Provinsi Banten, Kanwil. Kemenag Provinsi Banten, dan berdasarkan prediksi harga beras pada bulan Ramadhan dari Bulog, Dinas Ketapang Prov. Banten, survey harga di 3 pasar serta berdasarkan ketetapan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten.
“Kami ingin memastikan umat Muslim di Banten dapat menunaikan zakat fitrah dengan mudah, sesuai ketentuan syariat dan kondisi harga di daerah masing-masing. Penetapan ini juga menjadi panduan resmi agar tidak terjadi perbedaan yang membingungkan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Adapun zakat fitrah dapat ditunaikan dalam bentuk beras sebanyak 2,5 kilogram atau 3,5 liter per jiwa, atau setara uang sebesar:
• Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kota Cilegon, dan Kota Serang sebesar Rp40.000 per jiwa
• Kabupaten Pandeglang sebesar Rp45.000 per jiwa
• Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang sebesar Rp47.000 per jiwa
• Kota Tangerang Selatan sebesar Rp50.000 per jiwa
Sementara itu, untuk ketentuan fidyah ditetapkan sebesar Rp50.000 per hari per jiwa.
BAZNAS Provinsi Banten juga mengimbau masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih terarah, transparan, dan akuntabel, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh para mustahik di seluruh wilayah Provinsi Banten.
11/02/2026 | Amalia
Agenda Pimpinan

BAZNAS Banten Terima Audiensi Institut Agama Islam Banten, Bahas Potensi Kerja Sama Bidang Pendidikan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menerima audiensi dari Institut Agama Islam Banten (IAIB) dalam rangka mempererat silaturahmi serta membahas potensi kerja sama strategis, khususnya di bidang pendidikan.
Hadir dalam pertemuan tersebut dari BAZNAS Provinsi Banten, Ketua BAZNAS Banten Wawan Wahyuddin, Wakil Ketua Bidang Pengumpulan I Rachmat, Wakil Ketua IV Bidang ADM SDM Umum Suhud, beserta jajaran. Sementara dari pihak IAIB turut hadir Rektor IAIB M. Shobri Fayumi, Wakil Rektor I Ahmad Sugiri, Wakil Rektor II Ofik Laufiqurrohman, Wakil Rektor III M. Maskhun, serta jajaran pimpinan kampus lainnya.
Ketua BAZNAS Provinsi Banten Wawan Wahyuddin menyampaikan bahwa zakat memiliki jangkauan dan cakupan yang sangat luar biasa, tidak hanya sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan sosial umat.
“Zakat kerap dipahami sebagai ibadah yang bersifat personal. Padahal sejak awal, zakat dirancang sebagai sebuah sistem yang menuntut pengelolaan secara kolektif. Zakat bukan sekadar kewajiban individual, melainkan instrumen keadilan sosial yang hanya akan bekerja secara optimal ketika dikelola secara amanah, profesional, dan terinstitusional,” ujar Wawan.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan zakat yang baik akan memastikan tidak ada hak mustahik yang tertahan, sekaligus tidak membiarkan harta muzaki menumpuk secara berlebihan. Dengan demikian, zakat dapat berfungsi sebagai mekanisme distribusi kekayaan yang adil dan berkelanjutan.
Dalam audiensi tersebut, kedua belah pihak juga membahas berbagai potensi kerja sama, khususnya dalam bidang pendidikan. Kolaborasi yang dimaksud antara lain penguatan literasi zakat di lingkungan akademik, program beasiswa berbasis zakat, serta sinergi riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui audiensi ini, BAZNAS Provinsi Banten berharap terjalin kemitraan yang produktif dengan IAIB dalam upaya mengoptimalkan peran zakat sebagai pilar kesejahteraan umat, sekaligus mendukung pengembangan pendidikan Islam yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Banten.
12-02-2026 | Amalia

BAZNAS BANTEN TERIMA AUDIENSI KEMENAG BANTEN TERKAIT PROGRAM DAI DAIYAH
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menerima audiensi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten dalam rangka penyampaian program Pengiriman Da’i dan Daiyah ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) Tahun 2026. Audiensi tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Banten pada Rabu, 4 Februari 2026.
Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Ketua II bidan pendistribusian dan pendayagunaan BAZNAS Banten, Pery Hasanudin, Wakil Ketua IV bidang ADM SDM umum, Suhud, Kepala Pelaksana Yani Hudayani, Kabid. Pendistribusian dan pendayagunaan Dowi Priana beserta staf. Sementara dari Kemenag Provinsi Banten hadir Katim. KUI Sukron Ma’mun dan Siti Maisyaroh selaku pelaksana.
Audiensi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antara BAZNAS Provinsi Banten dan Kemenag Provinsi Banten dalam mendukung program dakwah dan pembinaan keagamaan di wilayah 3T. Program Pengiriman Da’i/Daiyah menjadi salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan pemahaman keagamaan dan memberikan pendampingan spiritual kepada masyarakat di daerah yang memiliki keterbatasan akses layanan keagamaan.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Kemenag Provinsi Banten memaparkan gambaran umum program, termasuk sasaran wilayah, kriteria Da’i/Daiyah yang akan ditugaskan, serta bentuk dukungan yang diharapkan dari BAZNAS Provinsi Banten. Diharapkan, melalui kolaborasi ini, pendanaan dan fasilitasi program dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.
BAZNAS Provinsi Banten menyambut baik audiensi tersebut dan menyatakan komitmennya untuk mendukung program-program yang sejalan dengan misi pemberdayaan umat, khususnya di bidang dakwah dan advokasi. Sinergi antara BAZNAS dan Kemenag diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah 3T.
06-02-2026 | Amalia

Optimalisasi Pengumpulan ZIS-DSKL, BAZNAS Provinsi Banten Perkuat Sinergi BAZNAS Se-Provinsi Banten.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten terus berkomitmen memperkuat pengelolaan dan optimalisasi pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) melalui kegiatan penguatan yang dilaksanakan secara rutin bersama BAZNAS Republik Indonesia dan BAZNAS kabupaten/kota se-Provinsi Banten. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di Aviary Park, Bintaro, Kota Tangerang Selatan.
Kegiatan ini menghadirkan pimpinan BAZNAS RI serta jajaran pimpinan BAZNAS daerah. Hadir sebagai narasumber utama Pimpinan BAZNAS RI Rizaludin Kurniawan, serta Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin beserta jajaran.
“Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi kelembagaan, serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan efektivitas, profesionalisme, dan keberlanjutan pengumpulan ZIS-DSKL di wilayah Provinsi Banten” ungkap Wawan.
Dalam sesi materi, peserta mendapatkan penguatan strategis terkait pengelolaan dan optimalisasi pengumpulan ZIS-DSKL. Materi pertama disampaikan oleh Rizaludin Kurniawan selaku Pimpinan BAZNAS RI, yang menekankan pentingnya penguatan sistem, tata kelola, serta inovasi pengumpulan zakat sebagai fondasi keberlanjutan organisasi pengelola zakat.
Materi kedua disampaikan oleh Adhi Elvanto, Kepala Divisi Penguatan BAZNAS Nasional, yang membahas Optimalisasi Pengumpulan ZIS Ramadan, termasuk strategi pemanfaatan momentum Ramadan untuk meningkatkan partisipasi muzaki dan memperluas basis penghimpunan zakat, infak, dan sedekah.
Selanjutnya, materi ketiga disampaikan oleh Argo Sayoto, Kepala Divisi Zakat BAZNAS RI, dengan fokus pada Strategi Fundraising Ramadan ZIS Perusahaan. Dalam paparannya, disampaikan pentingnya penguatan kemitraan dengan dunia usaha serta pendekatan profesional dalam pengelolaan zakat korporasi.
Materi keempat disampaikan oleh Mardiana, Staf Divisi Pengumpulan Digital BAZNAS RI, yang mengulas Pengumpulan Digital melalui BAZNAS Hub sebagai salah satu upaya transformasi digital dalam mempermudah akses masyarakat untuk menunaikan ZIS secara aman, cepat, dan transparan.
Melalui kegiatan penguatan yang dilaksanakan secara rutin ini, BAZNAS Provinsi Banten berharap terbangun sinergi yang semakin kokoh antar-BAZNAS se-Provinsi Banten, sehingga potensi ZIS-DSKL dapat tergali secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas, berkelanjutan, serta tepat sasaran bagi para mustahik.
05-02-2026 | Amalia
Berita Pendistribusian

BAZNAS BANTEN DISTRIBUSIKAN 1,8 M DANA ZAKAT
Awal Ramadan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten salurkan dana zakat sebesar Rp1.864.000.000 melalui berbagai program yang di sebar melalui BAZNAS Kabupaten/Kota dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadhan bersama Pemerintah Provinsi Banten selama bulan suci Ramadan.
Kegiatan Safari Ramadan ini telah dimulai sejak Senin, 23 Februari, dan akan terus berlanjut hingga akhir Ramadan nanti di berbagai wilayah Provinsi Banten. Program ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para penerima manfaat di sektor pendidikan, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan.
“Dana zakat sebesar Rp1,864 miliar tersebut disalurkan untuk sejumlah program dan kelompok penerima manfaat, antara lain bantuan tunai mustahik, bantuan pendidikan SLTA, bantuan sarana prasarana Lembaga Pendidikan Kegamaan, bantuan sarana keagamaan Masjid/Mushola, santunan guru madrasah, santunan guru ngaji, santunan marbot, santunan pemandi jenazah, Rumah Layak Huni BAZNAS, air bersih dan sanitasi” papar ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin.
Ia juga menyampaikan bahwa Safari Ramadhan bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga wujud nyata transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran dana zakat kepada mustahik yang berhak menerima. Melalui kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Banten dan BAZNAS kabupaten/kota, diharapkan distribusi zakat dapat tepat sasaran dan memberikan dampak yang berkelanjutan bagi kesejahteraan umat di Provinsi Banten.
26/02/2026 | Amalia

BAZNAS Banten Distribusikan 1.125 Paket Ramadhan Bantuan King Salman Humanitaria
Dalam rangka menyambut awal bulan suci Ramadan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menyalurkan sebanyak 1.125 paket Ramadan kepada masyarakat yang membutuhkan di seluruh wilayah Provinsi Banten. Bantuan tersebut merupakan dukungan kemanusiaan dari Pusat Bantuan Kemanusiaan dan Pertolongan Raja Salman (KSrelief).
Setiap paket Ramadan memiliki berat 29 kilogram, yang terdiri dari beras 20 kilogram, minyak goreng, gula, garam, kecap, saus, mie instan, serta sarden. Bantuan tersebut menyasar kelompok fisabilillah, fakir miskin, serta korban bencana yang membutuhkan dukungan pangan menjelang dan selama Ramadan.
Ketua BAZNAS Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang terus diberikan oleh Pusat Bantuan Kemanusiaan dan Pertolongan Raja Salman (KSrelief) kepada masyarakat Indonesia melalui BAZNAS.
“Kami kembali menerima bantuan dari Pusat Bantuan Kemanusiaan dan Pertolongan Raja Salman (KSrelief). Alhamdulillah, bantuan ini selalu dinantikan masyarakat, khususnya menjelang Ramadan,” ujar Wawan.
Wawan menegaskan, bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, seperti keluarga dengan kondisi ekonomi lemah dan tempat tinggal yang belum layak.
“Bagi para penerima, bantuan ini sangat berarti. Kebahagiaan yang mereka rasakan luar biasa. Ini yang membuat kami semakin semangat untuk terus menyalurkan amanah dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Pery Hasanudin, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan Keuangan dan Pelaporan Syaepudin Asy Syadzily, serta Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, dan Umum Suhud. Kehadiran para pimpinan ini menegaskan komitmen BAZNAS Banten dalam memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan merata.
Pendistribusian 1.125 paket Ramadan ini dilakukan melalui BAZNAS kabupaten dan kota se-Provinsi Banten, sehingga penyaluran dapat menjangkau mustahik di berbagai daerah secara efektif dan terkoordinasi.
17/02/2026 | Amalia

BAZNAS Banten dan Kanwil Kemenag Banten Lepas 15 Da’i 3T untuk Penguatan Dakwah
BAZNAS Banten dan Kanwil Kemenag Banten Lepas 15 Da’i 3T untuk Penguatan Dakwah di Wilayah Tertinggal
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten menggelar kegiatan Penerimaan dan Pelepasan Da’i 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) pada Jumat, 13 Februari 2026, bertempat di Kantor Kanwil Kemenag Provinsi Banten.
Kegiatan ini diikuti oleh 15 Da’i 3T yang akan ditugaskan untuk menguatkan layanan dakwah dan pembinaan keagamaan di wilayah-wilayah prioritas. Para Da’i tersebut akan ditempatkan di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Lebak.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua II BAZNAS Banten, Pery Hasanudin, menyampaikan bahwa pelepasan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Da’i sebagai garda terdepan dalam pembinaan umat di wilayah 3T.
“Pada hari ini para da’i akan disebar ke wilayah tugasnya masing-masing. Kami mengucapkan selamat dan sukses dalam mengemban amanah dakwah,” ujarnya.
Sementara itu, H. Syukron Ma’mun selaku Katim. Komunikasi Umat Islam Kanwil Kemenag Banten menekankan pentingnya pendalaman sosialisasi dan edukasi keagamaan di tengah masyarakat, khususnya pada kalangan marjinal. Ia juga mendorong para Da’i untuk aktif mengedukasi masyarakat terkait zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari penguatan kesejahteraan umat.
Adapun tugas dan peran Da’i 3T meliputi konsolidasi dan koordinasi dengan tokoh agama serta tokoh wilayah setempat, pembentukan kelompok bimbingan baca tulis Al-Qur’an, pelaksanaan kajian kitab dan pengajian umum, hingga pelatihan metode baca tulis Al-Qur’an dan pembacaan kitab. Selain itu, para da’i juga diamanahkan untuk memberikan konsultasi keagamaan secara perorangan maupun kelompok, aktif dalam kegiatan sosial keagamaan, serta menyusun laporan pelaksanaan dakwah dan layanan bimbingan.
14/02/2026 | Amalia






