WhatsApp Icon
BAZNAS RI dan BAZNAS Banten Audiensi dengan KPK Perkuat Tata Kelola dan Transparansi

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Provinsi Banten melakukan audiensi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. Pada Jumat 20 Februari 2026 bertempat di Gedung Merah Putih KPK Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Ketua KPK Setyo Budianto, Ibnu Basuki Widodo Wakil Ketua KPK, beserta jajaran pimpinan lainnya. Ketua BAZNAS RI Noor Achmad, Pimpinan BAZNAS Supervisi Wilayah Banten Zainulbahar Noor, Ketua BAZNAS Banten Wawan Wahyuddin beserta jajaran pimpinan lainnya.

Ketua BAZNAS RI Noor Achmad, menegaskan pentingnya memastikan BAZNAS tetap berjalan on the track sesuai regulasi dan prinsip tata kelola yang baik. Menurutnya, kedekatan dan sinergi dengan aparat penegak hukum akan memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi para muzaki.

Dengan pengelolaan yang transparan dan akuntabel, muzaki akan semakin nyaman. Kami juga ingin memastikan bahwa setiap potensi dana umat benar-benar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan umat, ujarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Banten menekankan bahwa zakat harus dikelola melalui institusi resmi agar pendistribusiannya tepat sasaran sesuai dengan delapan asnaf. Ia menjelaskan bahwa BAZNAS memiliki sistem manajemen keuangan yang terstruktur serta didukung oleh satuan audit internal sebagai bentuk pengawasan.

Audiensi ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk terus berkonsultasi dan memastikan setiap langkah yang diambil tetap berada dalam koridor hukum, sehingga tidak keluar dari aturan yang berlaku, ungkapnya.

Audiensi tersebut juga dihadiri langsung oleh Ketua KPK yang menyampaikan bahwa KPK terbuka untuk bersinergi dengan BAZNAS. Ia menegaskan, selama ada komunikasi yang baik dan akses informasi yang terbuka, kolaborasi dapat terus diperkuat demi mewujudkan pengelolaan dana publik yang bersih dan terpercaya.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama antara BAZNAS dan KPK guna menjaga integritas, meningkatkan kepercayaan publik, serta mengoptimalkan pengelolaan zakat bagi kesejahteraan umat.

23-02-2026 | Kontributor: Amalia
BAZNAS Banten Terima Audiensi Institut Agama Islam Banten, Bahas Potensi Kerja Sama Bidang Pendidikan

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menerima audiensi dari Institut Agama Islam Banten (IAIB) dalam rangka mempererat silaturahmi serta membahas potensi kerja sama strategis, khususnya di bidang pendidikan.

Hadir dalam pertemuan tersebut dari BAZNAS Provinsi Banten, Ketua BAZNAS Banten Wawan Wahyuddin, Wakil Ketua Bidang Pengumpulan I Rachmat, Wakil Ketua IV Bidang ADM SDM Umum Suhud, beserta jajaran. Sementara dari pihak IAIB turut hadir Rektor IAIB M. Shobri Fayumi, Wakil Rektor I Ahmad Sugiri, Wakil Rektor II Ofik Laufiqurrohman, Wakil Rektor III M. Maskhun, serta jajaran pimpinan kampus lainnya.

Ketua BAZNAS Provinsi Banten Wawan Wahyuddin menyampaikan bahwa zakat memiliki jangkauan dan cakupan yang sangat luar biasa, tidak hanya sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan sosial umat.

“Zakat kerap dipahami sebagai ibadah yang bersifat personal. Padahal sejak awal, zakat dirancang sebagai sebuah sistem yang menuntut pengelolaan secara kolektif. Zakat bukan sekadar kewajiban individual, melainkan instrumen keadilan sosial yang hanya akan bekerja secara optimal ketika dikelola secara amanah, profesional, dan terinstitusional,” ujar Wawan.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan zakat yang baik akan memastikan tidak ada hak mustahik yang tertahan, sekaligus tidak membiarkan harta muzaki menumpuk secara berlebihan. Dengan demikian, zakat dapat berfungsi sebagai mekanisme distribusi kekayaan yang adil dan berkelanjutan.

Dalam audiensi tersebut, kedua belah pihak juga membahas berbagai potensi kerja sama, khususnya dalam bidang pendidikan. Kolaborasi yang dimaksud antara lain penguatan literasi zakat di lingkungan akademik, program beasiswa berbasis zakat, serta sinergi riset dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui audiensi ini, BAZNAS Provinsi Banten berharap terjalin kemitraan yang produktif dengan IAIB dalam upaya mengoptimalkan peran zakat sebagai pilar kesejahteraan umat, sekaligus mendukung pengembangan pendidikan Islam yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Banten.

12-02-2026 | Kontributor: Amalia
BAZNAS BANTEN TERIMA AUDIENSI KEMENAG BANTEN TERKAIT PROGRAM DAI DAIYAH

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menerima audiensi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten dalam rangka penyampaian program Pengiriman Da’i dan Daiyah ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) Tahun 2026. Audiensi tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Banten pada Rabu, 4 Februari 2026.

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Ketua II bidan pendistribusian dan pendayagunaan BAZNAS Banten, Pery Hasanudin, Wakil Ketua IV bidang ADM SDM umum, Suhud, Kepala Pelaksana Yani Hudayani, Kabid. Pendistribusian dan pendayagunaan Dowi Priana beserta staf. Sementara dari Kemenag Provinsi Banten hadir Katim. KUI Sukron Ma’mun dan Siti Maisyaroh selaku pelaksana.

Audiensi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antara BAZNAS Provinsi Banten dan Kemenag Provinsi Banten dalam mendukung program dakwah dan pembinaan keagamaan di wilayah 3T. Program Pengiriman Da’i/Daiyah menjadi salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan pemahaman keagamaan dan memberikan pendampingan spiritual kepada masyarakat di daerah yang memiliki keterbatasan akses layanan keagamaan.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Kemenag Provinsi Banten memaparkan gambaran umum program, termasuk sasaran wilayah, kriteria Da’i/Daiyah yang akan ditugaskan, serta bentuk dukungan yang diharapkan dari BAZNAS Provinsi Banten. Diharapkan, melalui kolaborasi ini, pendanaan dan fasilitasi program dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.

BAZNAS Provinsi Banten menyambut baik audiensi tersebut dan menyatakan komitmennya untuk mendukung program-program yang sejalan dengan misi pemberdayaan umat, khususnya di bidang dakwah dan advokasi. Sinergi antara BAZNAS dan Kemenag diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah 3T.

06-02-2026 | Kontributor: Amalia
Optimalisasi Pengumpulan ZIS-DSKL, BAZNAS Provinsi Banten Perkuat Sinergi BAZNAS Se-Provinsi Banten.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten terus berkomitmen memperkuat pengelolaan dan optimalisasi pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) melalui kegiatan penguatan yang dilaksanakan secara rutin bersama BAZNAS Republik Indonesia dan BAZNAS kabupaten/kota se-Provinsi Banten. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di Aviary Park, Bintaro, Kota Tangerang Selatan.

Kegiatan ini menghadirkan pimpinan BAZNAS RI serta jajaran pimpinan BAZNAS daerah. Hadir sebagai narasumber utama Pimpinan BAZNAS RI Rizaludin Kurniawan, serta Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin beserta jajaran.

“Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi kelembagaan, serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan efektivitas, profesionalisme, dan keberlanjutan pengumpulan ZIS-DSKL di wilayah Provinsi Banten” ungkap Wawan.

Dalam sesi materi, peserta mendapatkan penguatan strategis terkait pengelolaan dan optimalisasi pengumpulan ZIS-DSKL. Materi pertama disampaikan oleh Rizaludin Kurniawan selaku Pimpinan BAZNAS RI, yang menekankan pentingnya penguatan sistem, tata kelola, serta inovasi pengumpulan zakat sebagai fondasi keberlanjutan organisasi pengelola zakat.

Materi kedua disampaikan oleh Adhi Elvanto, Kepala Divisi Penguatan BAZNAS Nasional, yang membahas Optimalisasi Pengumpulan ZIS Ramadan, termasuk strategi pemanfaatan momentum Ramadan untuk meningkatkan partisipasi muzaki dan memperluas basis penghimpunan zakat, infak, dan sedekah.

Selanjutnya, materi ketiga disampaikan oleh Argo Sayoto, Kepala Divisi Zakat BAZNAS RI, dengan fokus pada Strategi Fundraising Ramadan ZIS Perusahaan. Dalam paparannya, disampaikan pentingnya penguatan kemitraan dengan dunia usaha serta pendekatan profesional dalam pengelolaan zakat korporasi.

Materi keempat disampaikan oleh Mardiana, Staf Divisi Pengumpulan Digital BAZNAS RI, yang mengulas Pengumpulan Digital melalui BAZNAS Hub sebagai salah satu upaya transformasi digital dalam mempermudah akses masyarakat untuk menunaikan ZIS secara aman, cepat, dan transparan.

Melalui kegiatan penguatan yang dilaksanakan secara rutin ini, BAZNAS Provinsi Banten berharap terbangun sinergi yang semakin kokoh antar-BAZNAS se-Provinsi Banten, sehingga potensi ZIS-DSKL dapat tergali secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas, berkelanjutan, serta tepat sasaran bagi para mustahik.

05-02-2026 | Kontributor: Amalia
BAZNAS Provinsi Banten Kunjungi BAZNAS RI Bahas Penguatan Kelembagaan

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten melakukan kunjungan kelembagaan ke BAZNAS Republik Indonesia pada Senin, 2 Februari 2026. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka penguatan tata kelembagaan BAZNAS Provinsi Banten agar semakin tertib, profesional, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dalam kunjungan tersebut, BAZNAS Provinsi Banten diwakili oleh Wakil Ketua III bagian Perencanaan Keuangan Pelaporan Syaepudin Asy Syadzily, Wakil Ketua IV bagian ADM, SDM, dan Umum Suhud, Kepala Pelaksana Yani Hudayani, Kepala Bagian ADM, SDM, dan Umum Mutakin, serta staf Humas BAZNAS Provinsi Banten.

Pertemuan ini membahas berbagai aspek strategis terkait tata kelola kelembagaan, struktur organisasi, serta penguatan administrasi dan manajemen internal BAZNAS Provinsi Banten sebagai lembaga pengelola zakat.

Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Banten, Suhud, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Banten untuk terus meningkatkan kapasitas kelembagaan agar semakin profesional, transparan, dan akuntabel dalam melayani umat.

“Koordinasi dan sinergi dengan BAZNAS RI sangat penting agar kebijakan dan program yang dijalankan di daerah selaras dengan arah nasional,” ujarnya.

Melalui kunjungan ini, diharapkan BAZNAS Provinsi Banten dapat memperkuat perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di Provinsi Banten.

03-02-2026 | Kontributor: Amalia
BAZNAS Provinsi Banten Gelar Rapat Penentuan Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menggelar rapat penentuan besaran zakat fitrah dan fidyah pada Jum’at 30/1/26 bertempat di Kantor BAZNAS Banten. Rapat ini dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci Ramadan dan sebagai langkah untuk memastikan pelaksanaan ibadah zakat berjalan sesuai dengan ketentuan syariat Islam dan juga kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, serta Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Banten. Kehadiran unsur-unsur terkait ini bertujuan untuk memperoleh kesepakatan bersama yang memiliki dasar keagamaan dan pertimbangan kebijakan yang kuat.

Turut hadir dalam rapat tersebut Ketua BAZNAS Provinsi Banten beserta jajaran pimpinan dan staf. Dalam pembahasannya, rapat membahas berbagai aspek, mulai dari harga kebutuhan pokok, kondisi ekonomi masyarakat, hingga ketentuan fikih yang menjadi rujukan dalam penetapan besaran zakat fitrah dan fidyah.

Ketua BAZNAS Provinsi Banten menyampaikan bahwa hasil rapat ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi masyarakat dan para amil zakat dalam menunaikan dan mengelola zakat fitrah serta fidyah secara tepat. Dengan adanya kesepakatan bersama ini, diharapkan pelaksanaan zakat di Provinsi Banten dapat memberikan manfaat yang optimal bagi para mustahik.

30-01-2026 | Kontributor: Amalia
BAZNAS Provinsi Banten menghadiri kegiatan RAKERDA Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menghadiri kegiatan RAKERDA Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia pada Selasa, 27 Januari 2026. Kehadiran ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS Banten dan sektor industri dalam membangun kesejahteraan masyarakat.

Acara ini dihadiri oleh Badan Pimpinan Cabang PHRI se-Provinsi Banten, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, serta Kepala BNN Provinsi Banten, yang menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas sektor antara unsur pemerintah, dan dunia usaha.

Dalam sambutannya Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, menegaskan komitmen BAZNAS Banten untuk membangun kolaborasi strategis dengan industri perhotelan di Provinsi Banten

“BAZNAS Banten akan berkolaborasi dengan perhotelan yang ada di Provinsi Banten untuk sama-sama mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa peran BAZNAS tidak terbatas pada pengelolaan zakat berdasarkan delapan asnaf semata, tetapi juga memiliki misi kemanusiaan yang lebih luas.

Melalui kolaborasi ini diharapkan akan terbangun program-program sosial yang berkelanjutan, produktif, dan berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan ekonomi umat, pemberdayaan sosial, serta pembangunan kesejahteraan yang inklusif di Provinsi Banten.

27-01-2026 | Kontributor: Amalia
Optimalisasi Kolaborasi ZIS, BAZNAS Banten Undang Mitra Perbankan

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten mengundang sejumlah mitra perbankan dalam rangka upaya optimalisasi kolaborasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), yang dilaksanakan pada Selasa, 14 Januari 2026 bertempat di Kantor BAZNAS Provinsi Banten.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS Provinsi Banten dengan sektor perbankan, khususnya dalam meningkatkan efektivitas penghimpunan dan penyaluran dana ZIS, serta pengembangan layanan keuangan yang mendukung program-program pemberdayaan umat.

Dalam pertemuan tersebut, BAZNAS Provinsi Banten memaparkan berbagai program strategis yang tengah dan akan dijalankan, sekaligus membuka ruang diskusi terkait peluang kerja sama berkelanjutan dengan mitra perbankan.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan, meningkatkan transparansi, serta mempermudah masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat melalui sistem perbankan.

Sejumlah bank yang hadir dalam kegiatan ini antara lain Bank Mega Syariah, Bank Mandiri, BSN, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Jabar Banten Syariah (BJBS), Bank Muamalat, serta Bank Banten. Kehadiran para perwakilan perbankan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam mendukung penguatan ekosistem zakat di Provinsi Banten.

BAZNAS Provinsi Banten berharap melalui pertemuan ini, kerja sama yang telah terjalin dapat semakin ditingkatkan, baik dalam aspek penghimpunan digital, integrasi sistem, maupun dukungan terhadap program-program sosial dan ekonomi produktif bagi mustahik. Sinergi antara BAZNAS dan perbankan diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Banten secara berkelanjutan.

14-01-2026 | Kontributor: Amalia
BAZNAS Banten Bangun Pemahaman Bersama Content Creator Terkait Zakat Profesi

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menggelar kegiatan meet up dan dialog bersama para content creator sebagai upaya membangun pemahaman dan penyamaan persepsi mengenai zakat profesi, khususnya bagi pelaku industri kreatif digital seperti influencer, YouTuber, dan content creator pada Jum’at 9 Januari lalu.

Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan bahwa zakat merupakan bagian dari ibadah yang berlandaskan kesadaran dan keikhlasan individu. Ia menegaskan bahwa semangat berzakat dan bersedekah memiliki nilai yang sangat tinggi dalam ajaran Islam.

“Dalam Al-Qur’an disebutkan, bahkan orang yang telah meninggal masih ingin kembali ke dunia untuk berbuat kebaikan dan bersedekah. Ini menunjukkan betapa mulianya zakat sebagai bentuk ibadah,” ujarnya.

Akademisi UIN SMHB, Aang Saeful Millah, yang turut hadir dalam acara tersebut menjelaskan bahwa zakat adalah kewajiban syariat yang perhitungannya diketahui oleh masing-masing individu. Menurutnya, zakat merupakan urusan pribadi antara hamba dan Allah, sebagaimana prinsip khudz min amwalihim yang menegaskan pentingnya pengelolaan zakat secara amanah.

“Zakat adalah ibadah yang menuntut tanggung jawab. BAZNAS memiliki tugas untuk bergerak, turun ke masyarakat, menjemput, sekaligus mengedukasi, bukan untuk menekan atau menakut-nakuti,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran BAZNAS seharusnya dipahami sebagai bentuk pelayanan dan pemberian kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan zakat.

“Yang diambil bukan hartanya, tetapi kemudahan dalam menjalankan syariat. Karena zakat akan menghadirkan keberkahan di dunia dan keselamatan di akhirat,” tambahnya.

Dalam diskusi tersebut juga disampaikan bahwa tantangan pengelolaan zakat semakin kompleks seiring berkembangnya ragam profesi dan sumber penghasilan, termasuk dari sektor digital. Oleh karena itu, pendekatan edukatif menjadi penting agar masyarakat tidak merasa ‘ditagih’, melainkan diajak memahami zakat sebagai kewajiban agama.

Para content creator yang hadir menyampaikan bahwa influencer dan kreator konten memiliki potensi besar sebagai muzaki. Namun, pemahaman terkait zakat profesi masih perlu ditingkatkan, terutama mengenai nishab dan haul.

Melalui dialog ini, BAZNAS Provinsi Banten berharap dapat memperkuat sinergi dengan para content creator dalam membangun literasi zakat, sekaligus mendorong lahirnya kesadaran kolektif bahwa zakat adalah jalan menuju kemudahan, keberkahan, dan kemaslahatan bersama.

12-01-2026 | Kontributor: Amalia
BAZNAS BANTEN LAKSANAKAN ENTRY DAN EXIT MEETING AUDIT INTERNAL SEKALIGUS REVIEW RKAT 2026

BAZNAS Provinsi Banten melaksanakan kegiatan entry meeting dan exit meeting audit internal yang dirangkaikan dengan review Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan tata kelola organisasi berjalan sesuai dengan prinsip akuntabilitas, transparansi, serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, sekaligus mengevaluasi perencanaan program dan anggaran ke depan agar lebih efektif dan tepat sasaran.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh pimpinan BAZNAS Provinsi Banten, Satuan Audit Internal (SAI), Kepala Pelaksana, para Kepala Bidang (Kabid), dan Kepala Bagian (Kabag). Dalam entry meeting, SAI menyampaikan ruang lingkup, metodologi, dan tujuan audit internal yang akan dilaksanakan, sehingga seluruh unit kerja memiliki pemahaman yang sama terhadap proses audit. Selanjutnya, pada exit meeting disampaikan hasil temuan, evaluasi, serta rekomendasi perbaikan yang menjadi bahan tindak lanjut oleh masing-masing bidang.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Provinsi Banten berharap dapat meningkatkan kualitas pengelolaan organisasi dan pengelolaan keuangan, serta menyempurnakan RKAT Tahun 2026 agar selaras dengan visi, misi, dan target kinerja BAZNAS. Sinergi dan komitmen seluruh pimpinan dan jajaran diharapkan mampu mendorong penguatan tata kelola yang profesional, amanah, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

07-01-2026 | Kontributor: Amalia
BAZNAS RI dan BAZNAS Banten Audiensi dengan KPK Perkuat Tata Kelola dan Transparansi
BAZNAS RI dan BAZNAS Banten Audiensi dengan KPK Perkuat Tata Kelola dan Transparansi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Provinsi Banten melakukan audiensi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. Pada Jumat 20 Februari 2026 bertempat di Gedung Merah Putih KPK Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, hadir Ketua KPK Setyo Budianto, Ibnu Basuki Widodo Wakil Ketua KPK, beserta jajaran pimpinan lainnya. Ketua BAZNAS RI Noor Achmad, Pimpinan BAZNAS Supervisi Wilayah Banten Zainulbahar Noor, Ketua BAZNAS Banten Wawan Wahyuddin beserta jajaran pimpinan lainnya. Ketua BAZNAS RI Noor Achmad, menegaskan pentingnya memastikan BAZNAS tetap berjalan on the track sesuai regulasi dan prinsip tata kelola yang baik. Menurutnya, kedekatan dan sinergi dengan aparat penegak hukum akan memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi para muzaki. Dengan pengelolaan yang transparan dan akuntabel, muzaki akan semakin nyaman. Kami juga ingin memastikan bahwa setiap potensi dana umat benar-benar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan umat, ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Banten menekankan bahwa zakat harus dikelola melalui institusi resmi agar pendistribusiannya tepat sasaran sesuai dengan delapan asnaf. Ia menjelaskan bahwa BAZNAS memiliki sistem manajemen keuangan yang terstruktur serta didukung oleh satuan audit internal sebagai bentuk pengawasan. Audiensi ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk terus berkonsultasi dan memastikan setiap langkah yang diambil tetap berada dalam koridor hukum, sehingga tidak keluar dari aturan yang berlaku, ungkapnya. Audiensi tersebut juga dihadiri langsung oleh Ketua KPK yang menyampaikan bahwa KPK terbuka untuk bersinergi dengan BAZNAS. Ia menegaskan, selama ada komunikasi yang baik dan akses informasi yang terbuka, kolaborasi dapat terus diperkuat demi mewujudkan pengelolaan dana publik yang bersih dan terpercaya. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama antara BAZNAS dan KPK guna menjaga integritas, meningkatkan kepercayaan publik, serta mengoptimalkan pengelolaan zakat bagi kesejahteraan umat.

23-02-2026 | Amalia

BAZNAS Banten Terima Audiensi Institut Agama Islam Banten, Bahas Potensi Kerja Sama Bidang Pendidikan
BAZNAS Banten Terima Audiensi Institut Agama Islam Banten, Bahas Potensi Kerja Sama Bidang Pendidikan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menerima audiensi dari Institut Agama Islam Banten (IAIB) dalam rangka mempererat silaturahmi serta membahas potensi kerja sama strategis, khususnya di bidang pendidikan. Hadir dalam pertemuan tersebut dari BAZNAS Provinsi Banten, Ketua BAZNAS Banten Wawan Wahyuddin, Wakil Ketua Bidang Pengumpulan I Rachmat, Wakil Ketua IV Bidang ADM SDM Umum Suhud, beserta jajaran. Sementara dari pihak IAIB turut hadir Rektor IAIB M. Shobri Fayumi, Wakil Rektor I Ahmad Sugiri, Wakil Rektor II Ofik Laufiqurrohman, Wakil Rektor III M. Maskhun, serta jajaran pimpinan kampus lainnya. Ketua BAZNAS Provinsi Banten Wawan Wahyuddin menyampaikan bahwa zakat memiliki jangkauan dan cakupan yang sangat luar biasa, tidak hanya sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan sosial umat. “Zakat kerap dipahami sebagai ibadah yang bersifat personal. Padahal sejak awal, zakat dirancang sebagai sebuah sistem yang menuntut pengelolaan secara kolektif. Zakat bukan sekadar kewajiban individual, melainkan instrumen keadilan sosial yang hanya akan bekerja secara optimal ketika dikelola secara amanah, profesional, dan terinstitusional,” ujar Wawan. Ia menegaskan bahwa pengelolaan zakat yang baik akan memastikan tidak ada hak mustahik yang tertahan, sekaligus tidak membiarkan harta muzaki menumpuk secara berlebihan. Dengan demikian, zakat dapat berfungsi sebagai mekanisme distribusi kekayaan yang adil dan berkelanjutan. Dalam audiensi tersebut, kedua belah pihak juga membahas berbagai potensi kerja sama, khususnya dalam bidang pendidikan. Kolaborasi yang dimaksud antara lain penguatan literasi zakat di lingkungan akademik, program beasiswa berbasis zakat, serta sinergi riset dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui audiensi ini, BAZNAS Provinsi Banten berharap terjalin kemitraan yang produktif dengan IAIB dalam upaya mengoptimalkan peran zakat sebagai pilar kesejahteraan umat, sekaligus mendukung pengembangan pendidikan Islam yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Banten.

12-02-2026 | Amalia

BAZNAS BANTEN TERIMA AUDIENSI KEMENAG BANTEN TERKAIT PROGRAM DAI DAIYAH
BAZNAS BANTEN TERIMA AUDIENSI KEMENAG BANTEN TERKAIT PROGRAM DAI DAIYAH
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menerima audiensi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten dalam rangka penyampaian program Pengiriman Da’i dan Daiyah ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) Tahun 2026. Audiensi tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Banten pada Rabu, 4 Februari 2026. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Ketua II bidan pendistribusian dan pendayagunaan BAZNAS Banten, Pery Hasanudin, Wakil Ketua IV bidang ADM SDM umum, Suhud, Kepala Pelaksana Yani Hudayani, Kabid. Pendistribusian dan pendayagunaan Dowi Priana beserta staf. Sementara dari Kemenag Provinsi Banten hadir Katim. KUI Sukron Ma’mun dan Siti Maisyaroh selaku pelaksana. Audiensi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antara BAZNAS Provinsi Banten dan Kemenag Provinsi Banten dalam mendukung program dakwah dan pembinaan keagamaan di wilayah 3T. Program Pengiriman Da’i/Daiyah menjadi salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan pemahaman keagamaan dan memberikan pendampingan spiritual kepada masyarakat di daerah yang memiliki keterbatasan akses layanan keagamaan. Dalam pertemuan tersebut, pihak Kemenag Provinsi Banten memaparkan gambaran umum program, termasuk sasaran wilayah, kriteria Da’i/Daiyah yang akan ditugaskan, serta bentuk dukungan yang diharapkan dari BAZNAS Provinsi Banten. Diharapkan, melalui kolaborasi ini, pendanaan dan fasilitasi program dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran. BAZNAS Provinsi Banten menyambut baik audiensi tersebut dan menyatakan komitmennya untuk mendukung program-program yang sejalan dengan misi pemberdayaan umat, khususnya di bidang dakwah dan advokasi. Sinergi antara BAZNAS dan Kemenag diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah 3T.

06-02-2026 | Amalia

Optimalisasi Pengumpulan ZIS-DSKL, BAZNAS Provinsi Banten Perkuat Sinergi BAZNAS Se-Provinsi Banten.
Optimalisasi Pengumpulan ZIS-DSKL, BAZNAS Provinsi Banten Perkuat Sinergi BAZNAS Se-Provinsi Banten.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten terus berkomitmen memperkuat pengelolaan dan optimalisasi pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) melalui kegiatan penguatan yang dilaksanakan secara rutin bersama BAZNAS Republik Indonesia dan BAZNAS kabupaten/kota se-Provinsi Banten. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di Aviary Park, Bintaro, Kota Tangerang Selatan. Kegiatan ini menghadirkan pimpinan BAZNAS RI serta jajaran pimpinan BAZNAS daerah. Hadir sebagai narasumber utama Pimpinan BAZNAS RI Rizaludin Kurniawan, serta Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin beserta jajaran. “Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi kelembagaan, serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan efektivitas, profesionalisme, dan keberlanjutan pengumpulan ZIS-DSKL di wilayah Provinsi Banten” ungkap Wawan. Dalam sesi materi, peserta mendapatkan penguatan strategis terkait pengelolaan dan optimalisasi pengumpulan ZIS-DSKL. Materi pertama disampaikan oleh Rizaludin Kurniawan selaku Pimpinan BAZNAS RI, yang menekankan pentingnya penguatan sistem, tata kelola, serta inovasi pengumpulan zakat sebagai fondasi keberlanjutan organisasi pengelola zakat. Materi kedua disampaikan oleh Adhi Elvanto, Kepala Divisi Penguatan BAZNAS Nasional, yang membahas Optimalisasi Pengumpulan ZIS Ramadan, termasuk strategi pemanfaatan momentum Ramadan untuk meningkatkan partisipasi muzaki dan memperluas basis penghimpunan zakat, infak, dan sedekah. Selanjutnya, materi ketiga disampaikan oleh Argo Sayoto, Kepala Divisi Zakat BAZNAS RI, dengan fokus pada Strategi Fundraising Ramadan ZIS Perusahaan. Dalam paparannya, disampaikan pentingnya penguatan kemitraan dengan dunia usaha serta pendekatan profesional dalam pengelolaan zakat korporasi. Materi keempat disampaikan oleh Mardiana, Staf Divisi Pengumpulan Digital BAZNAS RI, yang mengulas Pengumpulan Digital melalui BAZNAS Hub sebagai salah satu upaya transformasi digital dalam mempermudah akses masyarakat untuk menunaikan ZIS secara aman, cepat, dan transparan. Melalui kegiatan penguatan yang dilaksanakan secara rutin ini, BAZNAS Provinsi Banten berharap terbangun sinergi yang semakin kokoh antar-BAZNAS se-Provinsi Banten, sehingga potensi ZIS-DSKL dapat tergali secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas, berkelanjutan, serta tepat sasaran bagi para mustahik.

05-02-2026 | Amalia

BAZNAS Provinsi Banten Kunjungi BAZNAS RI Bahas Penguatan Kelembagaan
BAZNAS Provinsi Banten Kunjungi BAZNAS RI Bahas Penguatan Kelembagaan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten melakukan kunjungan kelembagaan ke BAZNAS Republik Indonesia pada Senin, 2 Februari 2026. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka penguatan tata kelembagaan BAZNAS Provinsi Banten agar semakin tertib, profesional, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dalam kunjungan tersebut, BAZNAS Provinsi Banten diwakili oleh Wakil Ketua III bagian Perencanaan Keuangan Pelaporan Syaepudin Asy Syadzily, Wakil Ketua IV bagian ADM, SDM, dan Umum Suhud, Kepala Pelaksana Yani Hudayani, Kepala Bagian ADM, SDM, dan Umum Mutakin, serta staf Humas BAZNAS Provinsi Banten. Pertemuan ini membahas berbagai aspek strategis terkait tata kelola kelembagaan, struktur organisasi, serta penguatan administrasi dan manajemen internal BAZNAS Provinsi Banten sebagai lembaga pengelola zakat. Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Banten, Suhud, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Banten untuk terus meningkatkan kapasitas kelembagaan agar semakin profesional, transparan, dan akuntabel dalam melayani umat. “Koordinasi dan sinergi dengan BAZNAS RI sangat penting agar kebijakan dan program yang dijalankan di daerah selaras dengan arah nasional,” ujarnya. Melalui kunjungan ini, diharapkan BAZNAS Provinsi Banten dapat memperkuat perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di Provinsi Banten.

03-02-2026 | Amalia

BAZNAS Provinsi Banten Gelar Rapat Penentuan Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah
BAZNAS Provinsi Banten Gelar Rapat Penentuan Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menggelar rapat penentuan besaran zakat fitrah dan fidyah pada Jum’at 30/1/26 bertempat di Kantor BAZNAS Banten. Rapat ini dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci Ramadan dan sebagai langkah untuk memastikan pelaksanaan ibadah zakat berjalan sesuai dengan ketentuan syariat Islam dan juga kondisi sosial ekonomi masyarakat. Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, serta Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Banten. Kehadiran unsur-unsur terkait ini bertujuan untuk memperoleh kesepakatan bersama yang memiliki dasar keagamaan dan pertimbangan kebijakan yang kuat. Turut hadir dalam rapat tersebut Ketua BAZNAS Provinsi Banten beserta jajaran pimpinan dan staf. Dalam pembahasannya, rapat membahas berbagai aspek, mulai dari harga kebutuhan pokok, kondisi ekonomi masyarakat, hingga ketentuan fikih yang menjadi rujukan dalam penetapan besaran zakat fitrah dan fidyah. Ketua BAZNAS Provinsi Banten menyampaikan bahwa hasil rapat ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi masyarakat dan para amil zakat dalam menunaikan dan mengelola zakat fitrah serta fidyah secara tepat. Dengan adanya kesepakatan bersama ini, diharapkan pelaksanaan zakat di Provinsi Banten dapat memberikan manfaat yang optimal bagi para mustahik.

30-01-2026 | Amalia

BAZNAS Provinsi Banten menghadiri kegiatan RAKERDA Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia
BAZNAS Provinsi Banten menghadiri kegiatan RAKERDA Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menghadiri kegiatan RAKERDA Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia pada Selasa, 27 Januari 2026. Kehadiran ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS Banten dan sektor industri dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Acara ini dihadiri oleh Badan Pimpinan Cabang PHRI se-Provinsi Banten, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, serta Kepala BNN Provinsi Banten, yang menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas sektor antara unsur pemerintah, dan dunia usaha. Dalam sambutannya Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, menegaskan komitmen BAZNAS Banten untuk membangun kolaborasi strategis dengan industri perhotelan di Provinsi Banten “BAZNAS Banten akan berkolaborasi dengan perhotelan yang ada di Provinsi Banten untuk sama-sama mensejahterakan masyarakat,” ujarnya. Ia menekankan bahwa peran BAZNAS tidak terbatas pada pengelolaan zakat berdasarkan delapan asnaf semata, tetapi juga memiliki misi kemanusiaan yang lebih luas. Melalui kolaborasi ini diharapkan akan terbangun program-program sosial yang berkelanjutan, produktif, dan berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan ekonomi umat, pemberdayaan sosial, serta pembangunan kesejahteraan yang inklusif di Provinsi Banten.

27-01-2026 | Amalia

Optimalisasi Kolaborasi ZIS, BAZNAS Banten Undang Mitra Perbankan
Optimalisasi Kolaborasi ZIS, BAZNAS Banten Undang Mitra Perbankan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten mengundang sejumlah mitra perbankan dalam rangka upaya optimalisasi kolaborasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), yang dilaksanakan pada Selasa, 14 Januari 2026 bertempat di Kantor BAZNAS Provinsi Banten. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS Provinsi Banten dengan sektor perbankan, khususnya dalam meningkatkan efektivitas penghimpunan dan penyaluran dana ZIS, serta pengembangan layanan keuangan yang mendukung program-program pemberdayaan umat. Dalam pertemuan tersebut, BAZNAS Provinsi Banten memaparkan berbagai program strategis yang tengah dan akan dijalankan, sekaligus membuka ruang diskusi terkait peluang kerja sama berkelanjutan dengan mitra perbankan. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan, meningkatkan transparansi, serta mempermudah masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat melalui sistem perbankan. Sejumlah bank yang hadir dalam kegiatan ini antara lain Bank Mega Syariah, Bank Mandiri, BSN, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Jabar Banten Syariah (BJBS), Bank Muamalat, serta Bank Banten. Kehadiran para perwakilan perbankan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam mendukung penguatan ekosistem zakat di Provinsi Banten. BAZNAS Provinsi Banten berharap melalui pertemuan ini, kerja sama yang telah terjalin dapat semakin ditingkatkan, baik dalam aspek penghimpunan digital, integrasi sistem, maupun dukungan terhadap program-program sosial dan ekonomi produktif bagi mustahik. Sinergi antara BAZNAS dan perbankan diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Banten secara berkelanjutan.

14-01-2026 | Amalia

BAZNAS Banten Bangun Pemahaman Bersama Content Creator Terkait Zakat Profesi
BAZNAS Banten Bangun Pemahaman Bersama Content Creator Terkait Zakat Profesi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menggelar kegiatan meet up dan dialog bersama para content creator sebagai upaya membangun pemahaman dan penyamaan persepsi mengenai zakat profesi, khususnya bagi pelaku industri kreatif digital seperti influencer, YouTuber, dan content creator pada Jum’at 9 Januari lalu. Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan bahwa zakat merupakan bagian dari ibadah yang berlandaskan kesadaran dan keikhlasan individu. Ia menegaskan bahwa semangat berzakat dan bersedekah memiliki nilai yang sangat tinggi dalam ajaran Islam. “Dalam Al-Qur’an disebutkan, bahkan orang yang telah meninggal masih ingin kembali ke dunia untuk berbuat kebaikan dan bersedekah. Ini menunjukkan betapa mulianya zakat sebagai bentuk ibadah,” ujarnya. Akademisi UIN SMHB, Aang Saeful Millah, yang turut hadir dalam acara tersebut menjelaskan bahwa zakat adalah kewajiban syariat yang perhitungannya diketahui oleh masing-masing individu. Menurutnya, zakat merupakan urusan pribadi antara hamba dan Allah, sebagaimana prinsip khudz min amwalihim yang menegaskan pentingnya pengelolaan zakat secara amanah. “Zakat adalah ibadah yang menuntut tanggung jawab. BAZNAS memiliki tugas untuk bergerak, turun ke masyarakat, menjemput, sekaligus mengedukasi, bukan untuk menekan atau menakut-nakuti,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa kehadiran BAZNAS seharusnya dipahami sebagai bentuk pelayanan dan pemberian kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan zakat. “Yang diambil bukan hartanya, tetapi kemudahan dalam menjalankan syariat. Karena zakat akan menghadirkan keberkahan di dunia dan keselamatan di akhirat,” tambahnya. Dalam diskusi tersebut juga disampaikan bahwa tantangan pengelolaan zakat semakin kompleks seiring berkembangnya ragam profesi dan sumber penghasilan, termasuk dari sektor digital. Oleh karena itu, pendekatan edukatif menjadi penting agar masyarakat tidak merasa ‘ditagih’, melainkan diajak memahami zakat sebagai kewajiban agama. Para content creator yang hadir menyampaikan bahwa influencer dan kreator konten memiliki potensi besar sebagai muzaki. Namun, pemahaman terkait zakat profesi masih perlu ditingkatkan, terutama mengenai nishab dan haul. Melalui dialog ini, BAZNAS Provinsi Banten berharap dapat memperkuat sinergi dengan para content creator dalam membangun literasi zakat, sekaligus mendorong lahirnya kesadaran kolektif bahwa zakat adalah jalan menuju kemudahan, keberkahan, dan kemaslahatan bersama.

12-01-2026 | Amalia

BAZNAS BANTEN LAKSANAKAN ENTRY DAN EXIT MEETING AUDIT INTERNAL SEKALIGUS REVIEW RKAT 2026
BAZNAS BANTEN LAKSANAKAN ENTRY DAN EXIT MEETING AUDIT INTERNAL SEKALIGUS REVIEW RKAT 2026
BAZNAS Provinsi Banten melaksanakan kegiatan entry meeting dan exit meeting audit internal yang dirangkaikan dengan review Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan tata kelola organisasi berjalan sesuai dengan prinsip akuntabilitas, transparansi, serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, sekaligus mengevaluasi perencanaan program dan anggaran ke depan agar lebih efektif dan tepat sasaran. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh pimpinan BAZNAS Provinsi Banten, Satuan Audit Internal (SAI), Kepala Pelaksana, para Kepala Bidang (Kabid), dan Kepala Bagian (Kabag). Dalam entry meeting, SAI menyampaikan ruang lingkup, metodologi, dan tujuan audit internal yang akan dilaksanakan, sehingga seluruh unit kerja memiliki pemahaman yang sama terhadap proses audit. Selanjutnya, pada exit meeting disampaikan hasil temuan, evaluasi, serta rekomendasi perbaikan yang menjadi bahan tindak lanjut oleh masing-masing bidang. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Provinsi Banten berharap dapat meningkatkan kualitas pengelolaan organisasi dan pengelolaan keuangan, serta menyempurnakan RKAT Tahun 2026 agar selaras dengan visi, misi, dan target kinerja BAZNAS. Sinergi dan komitmen seluruh pimpinan dan jajaran diharapkan mampu mendorong penguatan tata kelola yang profesional, amanah, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

07-01-2026 | Amalia

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Banten.

Lihat Daftar Rekening →