WhatsApp Icon
BAZNAS Banten Perkuat Kapasitas Pimpinan melalui BAZNAS Strategic Development

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menggelar kegiatan BAZNAS Strategic Development (BSD) bagi pimpinan BAZNAS se-Provinsi Banten. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, pada 27–29 Juli 2026, di Asrama Grand El Hajj, sebagai upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan dalam pengelolaan zakat yang profesional dan berkelanjutan.

 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati Natakusumah, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Banten Tb. Rubal Faisal, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi beserta jajaran, serta ketua BAZNAS Provinsi Banten.

 

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan berbagai materi strategis, di antaranya manajemen konflik dan problem solving, tugas dan wewenang pimpinan BAZNAS daerah, strategi membangun kepercayaan publik, strategi mengelola reputasi lembaga, optimalisasi fundraising, serta berbagai materi lain yang bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan amil zakat.

 

Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa zakat memiliki posisi yang sangat unik dalam struktur rukun Islam. Berbeda dengan ibadah lainnya yang dapat dilaksanakan secara mandiri, zakat membutuhkan pengelolaan yang profesional melalui instrumen khusus, yaitu amil.

 

"Zakat merupakan satu-satunya rukun Islam yang membutuhkan manajemen dan kelembagaan yang profesional. Zakat yang terinstitusionalisasi adalah kunci terciptanya keadilan ekonomi. Sudah saatnya kita berhenti memandang zakat hanya sebagai ritual individu, tetapi sebagai kekuatan kolektif untuk membangun martabat umat. Pandangan inilah yang menjadi dasar diselenggarakannya BAZNAS Strategic Development," ujarnya.

 

Sementara itu, Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainut Tauhid Sa'adi, menegaskan bahwa keberadaan BAZNAS di tengah masyarakat tidak hanya berperan sebagai lembaga penghimpun dan penyalur zakat, infak, dan sedekah (ZIS), tetapi juga menjadi pilar utama dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat.

 

"Karena itu, kapasitas kepemimpinan para amil harus terus ditingkatkan agar mampu menjadi pemimpin yang adaptif, visioner, dan profesional. BAZNAS Strategic Development merupakan langkah konkret untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan para amil secara berkelanjutan sehingga mampu menjawab tantangan pengelolaan zakat di masa depan," ungkapnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Banten, Ahmad Dimyati Natakusumah, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas melalui BAZNAS Strategic Development diharapkan dapat semakin memperkuat kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS.

 

"Mudah-mudahan melalui pelatihan ini BAZNAS semakin mampu menyusun strategi pengembangan lembaga sehingga semakin dipercaya masyarakat. Kepercayaan itu akan berdampak pada meningkatnya penghimpunan zakat yang pada akhirnya memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. 

 

Selain itu, pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap perusahaan juga perlu terus didorong agar potensi zakat di Provinsi Banten dapat dioptimalkan," tuturnya.

 

Melalui penyelenggaraan BAZNAS Strategic Development, BAZNAS Provinsi Banten berharap seluruh pimpinan BAZNAS kabupaten/kota semakin siap menghadapi tantangan pengelolaan zakat yang terus berkembang, sekaligus memperkuat tata kelola lembaga yang profesional, akuntabel, dan terpercaya demi mewujudkan kesejahteraan umat.

28/07/2026 | Kontributor: Amalia
BAZNAS Banten Salurkan Paket Gizi untuk Anak di Pandeglang pada Peringatan Hari Anak Nasional

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, BAZNAS Provinsi Banten bekerjasama dengan Kemendukbangga/BKKBN berpartisipasi menyalurkan paket gizi kepada anak-anak di Kabupaten Pandeglang. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Banten terhadap pemenuhan kebutuhan gizi anak sebagai upaya mendukung tumbuh kembang generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

 

Paket gizi yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak sekaligus menjadi wujud nyata komitmen BAZNAS Banten dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan. Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

 

Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan bahwa anak merupakan aset bangsa yang harus dijaga dan dipenuhi hak-haknya, termasuk hak memperoleh asupan gizi yang baik. Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan dan gizi anak menjadi investasi penting dalam mencetak generasi penerus yang unggul.

 

"Melalui momentum Hari Anak Nasional ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan sekaligus memberikan dukungan nyata bagi anak-anak. Semoga paket gizi yang disalurkan dapat memberikan manfaat serta menjadi penyemangat bagi mereka untuk tumbuh sehat dan meraih cita-cita," ujarnya.

24/07/2026 | Kontributor: Amalia
PT SRIBOGA Flour Mill Gandeng BAZNAS Banten Salurkan Zakat untuk Yatim Dhuafa

PT SRIBOGA Flour Mill kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui penyaluran santunan kepada 66 anak yatim dan dhuafa bekerja sama dengan BAZNAS Provinsi Banten. Pada Sabtu, 11 Juli 2026 bertempat di wahana bermain anak Mahoni Bangun Sentosa Serang.

 

Melalui kolaborasi tersebut, sebanyak 66 anak yatim dan dhuafa menerima santunan dan juga kaos, tas dan perlengkapan sekolah, Al-Qur'an, Goodybag dan jamuan snack, juga makan siang. Tidak hanya itu, mereka juga diajak berwisata dan menikmati berbagai wahana permainan anak sebagai bagian dari upaya memberikan kebahagiaan serta menciptakan momen yang menyenangkan bagi mereka.

 

Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan apresiasi kepada PT Sriboga Flour Mill yang telah mempercayakan penyaluran dana sosial perusahaan melalui BAZNAS Banten. Menurutnya, sinergi antara dunia usaha dan lembaga pengelola zakat menjadi langkah nyata dalam memperluas manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Sriboga Flour Mill atas kepercayaan dan kepeduliannya terhadap anak-anak yatim dan dhuafa. Semoga kolaborasi ini menjadi amal kebaikan yang terus mengalir manfaatnya serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk berbagi kebahagiaan kepada sesama," ujar Wawan.

 

Suasana penuh keceriaan tampak sepanjang kegiatan. Anak-anak antusias mengikuti berbagai permainan, menikmati wisata, serta menerima paket bantuan yang telah disiapkan. Senyum dan tawa mereka menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian dan kebersamaan mampu menghadirkan kebahagiaan yang berarti.

 

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Provinsi Banten terus berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis dalam mengoptimalkan penyaluran dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial lainnya agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. 

 

"Kolaborasi bersama PT Sriboga Flour Mill diharapkan menjadi inspirasi bagi dunia usaha untuk bersama-sama membangun kepedulian sosial dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan" ujar Wawan.

13/07/2026 | Kontributor: Amalia
Turut Semarakan MTQ XXIII, BAZNAS Banten Terus Kuatkan Literasi Zakat dan Pemberdayaan Umat

Dalam upaya menyemarakkan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXIII Tingkat Provinsi Banten yang berlangsung pada 6–9 Juli 2026 di Masjid Raya Albantani, KP3B, Kota Serang, BAZNAS Provinsi Banten turut hadir membuka layanan sosialisasi zakat sekaligus memperkenalkan berbagai program pemberdayaan ekonomi melalui produk-produk binaan mustahik (6/7).

Partisipasi ini menjadi wujud komitmen BAZNAS Provinsi Banten dalam menghadirkan syiar zakat di tengah momentum syiar Al-Qur'an. Melalui edukasi kepada masyarakat, BAZNAS mengajak umat untuk memahami bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen pemberdayaan yang mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat dan mengubah mustahik menjadi muzaki.

Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Provinsi Banten juga memperkenalkan produk unggulan binaan mustahik, salah satunya Z-Chicken dan madu teuweul, sebagai bukti nyata bahwa dana zakat yang dikelola secara amanah, profesional, dan transparan mampu melahirkan usaha produktif yang meningkatkan kemandirian ekonomi para penerima manfaat. Kehadiran booth BAZNAS mendapat perhatian pengunjung yang antusias mengenal berbagai layanan zakat dan program pemberdayaan yang dijalankan.

Keikutsertaan BAZNAS Provinsi Banten dalam MTQ XXIII menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai BAZNAS, yaitu Amanah, Profesional, Transparan, dan Berdampak. Melalui sinergi antara dakwah Al-Qur'an dan penguatan ekosistem zakat, diharapkan semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat melalui lembaga resmi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh mereka yang membutuhkan.

"Al-Qur'an membimbing hati, zakat menggerakkan kepedulian. Bersama BAZNAS, mari wujudkan keberkahan yang berdampak bagi umat."

 

08/07/2026 | Kontributor: Kartika
BAZNAS Banten Gelar Program 1.000 Yatim Dhuafa, Tebar Kebahagiaan di Bulan Muharram

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menggelar kegiatan Program 1.000 Yatim Dhuafa sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim dan dhuafa di momentum bulan Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan ini diisi dengan penyaluran santunan, paket alat tulis sekolah, Al-Qur'an, pakaian, makanan, serta snack kepada para penerima manfaat yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten.

 

Program yang dilaksanakan pada 2 Juli 2026 bertempat di Masjid Agung Ats-Tsauroh Serang ini terselenggara berkat kolaborasi berbagai pihak yang turut mendukung suksesnya kegiatan, yakni Ayasofya Center Indonesia, PT Sriboga Flour Mill, Kabar Banten, Bank Banten, PT Sinar Andaru, Klinik Utama Mata Saruni, Hj. Ade Yuliasih, BJBS, dan BSN.

 

Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Banten Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Pery Hasanudin, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS Banten dalam mengoptimalkan penyaluran dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

"Dalam mendukung tujuan mutu lembaga untuk mengoptimalkan program pendistribusian dan pendayagunaan dana ZIS-DSKL, khususnya di bulan Muharram yang penuh berkah ini, BAZNAS Provinsi Banten berbagi kebahagiaan melalui Program 1.000 Yatim Dhuafa. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan dhuafa," ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan bahwa para penerima manfaat berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh muzaki dan para mitra yang telah mempercayakan zakat, infak, sedekah, maupun donasinya melalui BAZNAS Provinsi Banten.

 

"Anak-anak yatim yang hadir berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para muzaki, donatur, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Amanah yang telah dititipkan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat," tutur Wawan.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah, yang memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Program 1.000 Yatim Dhuafa oleh BAZNAS Provinsi Banten. Menurutnya, zakat memiliki peran penting dalam membangun kepedulian sosial sekaligus membersihkan harta dan jiwa setiap muslim.

 

"Harta yang kita miliki sejatinya terdapat hak kaum dhuafa di dalamnya. Saya mengapresiasi BAZNAS Banten yang menghadirkan kegiatan Lebaran Yatim Dhuafa ini. Manfaat zakat sangat besar, di antaranya untuk menyucikan jiwa, raga, dan harta kita, sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

03/07/2026 | Kontributor: Amalia

Berita Terbaru

BAZNAS Banten Perkuat Kapasitas Pimpinan melalui BAZNAS Strategic Development
BAZNAS Banten Perkuat Kapasitas Pimpinan melalui BAZNAS Strategic Development
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menggelar kegiatan BAZNAS Strategic Development (BSD) bagi pimpinan BAZNAS se-Provinsi Banten. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, pada 27–29 Juli 2026, di Asrama Grand El Hajj, sebagai upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan dalam pengelolaan zakat yang profesional dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati Natakusumah, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Banten Tb. Rubal Faisal, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi beserta jajaran, serta ketua BAZNAS Provinsi Banten. Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan berbagai materi strategis, di antaranya manajemen konflik dan problem solving, tugas dan wewenang pimpinan BAZNAS daerah, strategi membangun kepercayaan publik, strategi mengelola reputasi lembaga, optimalisasi fundraising, serta berbagai materi lain yang bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan amil zakat. Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa zakat memiliki posisi yang sangat unik dalam struktur rukun Islam. Berbeda dengan ibadah lainnya yang dapat dilaksanakan secara mandiri, zakat membutuhkan pengelolaan yang profesional melalui instrumen khusus, yaitu amil. "Zakat merupakan satu-satunya rukun Islam yang membutuhkan manajemen dan kelembagaan yang profesional. Zakat yang terinstitusionalisasi adalah kunci terciptanya keadilan ekonomi. Sudah saatnya kita berhenti memandang zakat hanya sebagai ritual individu, tetapi sebagai kekuatan kolektif untuk membangun martabat umat. Pandangan inilah yang menjadi dasar diselenggarakannya BAZNAS Strategic Development," ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainut Tauhid Sa'adi, menegaskan bahwa keberadaan BAZNAS di tengah masyarakat tidak hanya berperan sebagai lembaga penghimpun dan penyalur zakat, infak, dan sedekah (ZIS), tetapi juga menjadi pilar utama dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. "Karena itu, kapasitas kepemimpinan para amil harus terus ditingkatkan agar mampu menjadi pemimpin yang adaptif, visioner, dan profesional. BAZNAS Strategic Development merupakan langkah konkret untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan para amil secara berkelanjutan sehingga mampu menjawab tantangan pengelolaan zakat di masa depan," ungkapnya. Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Banten, Ahmad Dimyati Natakusumah, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas melalui BAZNAS Strategic Development diharapkan dapat semakin memperkuat kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS. "Mudah-mudahan melalui pelatihan ini BAZNAS semakin mampu menyusun strategi pengembangan lembaga sehingga semakin dipercaya masyarakat. Kepercayaan itu akan berdampak pada meningkatnya penghimpunan zakat yang pada akhirnya memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Selain itu, pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap perusahaan juga perlu terus didorong agar potensi zakat di Provinsi Banten dapat dioptimalkan," tuturnya. Melalui penyelenggaraan BAZNAS Strategic Development, BAZNAS Provinsi Banten berharap seluruh pimpinan BAZNAS kabupaten/kota semakin siap menghadapi tantangan pengelolaan zakat yang terus berkembang, sekaligus memperkuat tata kelola lembaga yang profesional, akuntabel, dan terpercaya demi mewujudkan kesejahteraan umat.
BERITA28/07/2026 | Amalia
BAZNAS Banten Salurkan Paket Gizi untuk Anak di Pandeglang pada Peringatan Hari Anak Nasional
BAZNAS Banten Salurkan Paket Gizi untuk Anak di Pandeglang pada Peringatan Hari Anak Nasional
Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, BAZNAS Provinsi Banten bekerjasama dengan Kemendukbangga/BKKBN berpartisipasi menyalurkan paket gizi kepada anak-anak di Kabupaten Pandeglang. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Banten terhadap pemenuhan kebutuhan gizi anak sebagai upaya mendukung tumbuh kembang generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Paket gizi yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak sekaligus menjadi wujud nyata komitmen BAZNAS Banten dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan. Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan bahwa anak merupakan aset bangsa yang harus dijaga dan dipenuhi hak-haknya, termasuk hak memperoleh asupan gizi yang baik. Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan dan gizi anak menjadi investasi penting dalam mencetak generasi penerus yang unggul. "Melalui momentum Hari Anak Nasional ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan sekaligus memberikan dukungan nyata bagi anak-anak. Semoga paket gizi yang disalurkan dapat memberikan manfaat serta menjadi penyemangat bagi mereka untuk tumbuh sehat dan meraih cita-cita," ujarnya.
BERITA24/07/2026 | Amalia
PT SRIBOGA Flour Mill Gandeng BAZNAS Banten Salurkan Zakat untuk Yatim Dhuafa
PT SRIBOGA Flour Mill Gandeng BAZNAS Banten Salurkan Zakat untuk Yatim Dhuafa
PT SRIBOGA Flour Mill kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui penyaluran santunan kepada 66 anak yatim dan dhuafa bekerja sama dengan BAZNAS Provinsi Banten. Pada Sabtu, 11 Juli 2026 bertempat di wahana bermain anak Mahoni Bangun Sentosa Serang. Melalui kolaborasi tersebut, sebanyak 66 anak yatim dan dhuafa menerima santunan dan juga kaos, tas dan perlengkapan sekolah, Al-Qur'an, Goodybag dan jamuan snack, juga makan siang. Tidak hanya itu, mereka juga diajak berwisata dan menikmati berbagai wahana permainan anak sebagai bagian dari upaya memberikan kebahagiaan serta menciptakan momen yang menyenangkan bagi mereka. Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan apresiasi kepada PT Sriboga Flour Mill yang telah mempercayakan penyaluran dana sosial perusahaan melalui BAZNAS Banten. Menurutnya, sinergi antara dunia usaha dan lembaga pengelola zakat menjadi langkah nyata dalam memperluas manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. "Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Sriboga Flour Mill atas kepercayaan dan kepeduliannya terhadap anak-anak yatim dan dhuafa. Semoga kolaborasi ini menjadi amal kebaikan yang terus mengalir manfaatnya serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk berbagi kebahagiaan kepada sesama," ujar Wawan. Suasana penuh keceriaan tampak sepanjang kegiatan. Anak-anak antusias mengikuti berbagai permainan, menikmati wisata, serta menerima paket bantuan yang telah disiapkan. Senyum dan tawa mereka menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian dan kebersamaan mampu menghadirkan kebahagiaan yang berarti. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Provinsi Banten terus berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis dalam mengoptimalkan penyaluran dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial lainnya agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. "Kolaborasi bersama PT Sriboga Flour Mill diharapkan menjadi inspirasi bagi dunia usaha untuk bersama-sama membangun kepedulian sosial dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan" ujar Wawan.
BERITA13/07/2026 | Amalia
Turut Semarakan MTQ XXIII, BAZNAS Banten Terus Kuatkan Literasi Zakat dan Pemberdayaan Umat
Turut Semarakan MTQ XXIII, BAZNAS Banten Terus Kuatkan Literasi Zakat dan Pemberdayaan Umat
Dalam upaya menyemarakkan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXIII Tingkat Provinsi Banten yang berlangsung pada 6–9 Juli 2026 di Masjid Raya Albantani, KP3B, Kota Serang, BAZNAS Provinsi Banten turut hadir membuka layanan sosialisasi zakat sekaligus memperkenalkan berbagai program pemberdayaan ekonomi melalui produk-produk binaan mustahik (6/7). Partisipasi ini menjadi wujud komitmen BAZNAS Provinsi Banten dalam menghadirkan syiar zakat di tengah momentum syiar Al-Qur'an. Melalui edukasi kepada masyarakat, BAZNAS mengajak umat untuk memahami bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen pemberdayaan yang mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat dan mengubah mustahik menjadi muzaki. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Provinsi Banten juga memperkenalkan produk unggulan binaan mustahik, salah satunya Z-Chicken dan madu teuweul, sebagai bukti nyata bahwa dana zakat yang dikelola secara amanah, profesional, dan transparan mampu melahirkan usaha produktif yang meningkatkan kemandirian ekonomi para penerima manfaat. Kehadiran booth BAZNAS mendapat perhatian pengunjung yang antusias mengenal berbagai layanan zakat dan program pemberdayaan yang dijalankan. Keikutsertaan BAZNAS Provinsi Banten dalam MTQ XXIII menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai BAZNAS, yaitu Amanah, Profesional, Transparan, dan Berdampak. Melalui sinergi antara dakwah Al-Qur'an dan penguatan ekosistem zakat, diharapkan semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat melalui lembaga resmi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh mereka yang membutuhkan. "Al-Qur'an membimbing hati, zakat menggerakkan kepedulian. Bersama BAZNAS, mari wujudkan keberkahan yang berdampak bagi umat."
BERITA08/07/2026 | Kartika
BAZNAS Banten Gelar Program 1.000 Yatim Dhuafa, Tebar Kebahagiaan di Bulan Muharram
BAZNAS Banten Gelar Program 1.000 Yatim Dhuafa, Tebar Kebahagiaan di Bulan Muharram
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menggelar kegiatan Program 1.000 Yatim Dhuafa sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim dan dhuafa di momentum bulan Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan ini diisi dengan penyaluran santunan, paket alat tulis sekolah, Al-Qur'an, pakaian, makanan, serta snack kepada para penerima manfaat yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Program yang dilaksanakan pada 2 Juli 2026 bertempat di Masjid Agung Ats-Tsauroh Serang ini terselenggara berkat kolaborasi berbagai pihak yang turut mendukung suksesnya kegiatan, yakni Ayasofya Center Indonesia, PT Sriboga Flour Mill, Kabar Banten, Bank Banten, PT Sinar Andaru, Klinik Utama Mata Saruni, Hj. Ade Yuliasih, BJBS, dan BSN. Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Banten Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Pery Hasanudin, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS Banten dalam mengoptimalkan penyaluran dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) kepada masyarakat yang membutuhkan. "Dalam mendukung tujuan mutu lembaga untuk mengoptimalkan program pendistribusian dan pendayagunaan dana ZIS-DSKL, khususnya di bulan Muharram yang penuh berkah ini, BAZNAS Provinsi Banten berbagi kebahagiaan melalui Program 1.000 Yatim Dhuafa. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan dhuafa," ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan bahwa para penerima manfaat berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh muzaki dan para mitra yang telah mempercayakan zakat, infak, sedekah, maupun donasinya melalui BAZNAS Provinsi Banten. "Anak-anak yatim yang hadir berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para muzaki, donatur, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Amanah yang telah dititipkan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat," tutur Wawan. Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah, yang memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Program 1.000 Yatim Dhuafa oleh BAZNAS Provinsi Banten. Menurutnya, zakat memiliki peran penting dalam membangun kepedulian sosial sekaligus membersihkan harta dan jiwa setiap muslim. "Harta yang kita miliki sejatinya terdapat hak kaum dhuafa di dalamnya. Saya mengapresiasi BAZNAS Banten yang menghadirkan kegiatan Lebaran Yatim Dhuafa ini. Manfaat zakat sangat besar, di antaranya untuk menyucikan jiwa, raga, dan harta kita, sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.
BERITA03/07/2026 | Amalia
BAZNAS Banten Hadirkan Syekh Usamah dari Mesir
BAZNAS Banten Hadirkan Syekh Usamah dari Mesir
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menghadirkan ulama asal Mesir. Syekh Usamah, dalam kegiatan pembinaan bagi 40 penerima manfaat Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) pada Minggu, 7 Juni 2026 bertempat di Kantor BAZNAS Provinsi Banten. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Banten dalam memperkuat pemahaman keislaman, kepemimpinan, serta peran generasi muda dalam pembangunan umat melalui pengelolaan zakat Program SKSS sendiri merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Banten yang tidak hanya memberikan bantuan pendidikan, tetapi juga pembinaan berkelanjutan bagi para penerima beasiswa. Mengusung tema "Pentingnya Zakat untuk Kemajuan Umat". Ketua BAZNAS Provinsi Banten. Wawan Wahvuddin, turut hadir dan berperan sebagai penerjemah materi yang disampaikan Syekh Usamah sehingga para peserta dapat memahami pesan- pesan yang disampaikan secara lebih mendalam. Sementara itu, jalannya diskusi dipandu oleh Abu Aly selaku moderator yang mengarahkan sesi tanva jawab dan interaksi antara narasumber dengan para mahasíswa penerima beasiswa. Wawan menyampaikan bahwa pembinaan inl merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Banten dalam mencetak generasi sariana yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memilik pemahaman keislaman yang kuat dan kepedulian terhadap persoalan umat. Melalui program SKSS BAZNAS Banten berharap para penerima manfaat dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat serta turut berkontribusi d alam mengoptimalkar gerakan zakat untuk kemajuan bangsa Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatar hingga akhir acara. Selain mendapatkan wawasan mengenai zakat dan pembangunan umat, mereka juga memperoleh motivasi untuk terus meninakatkan kapasitas diri sebagai generasi muda yang kelak diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi keluarga, masyarakat, dan daerahnya.
BERITA17/06/2026 | Kartika
BAZNAS Banten Distribusikan Daging Dam/Hadyu kepada Masyarakat, Wujudkan Manfaat Ibadah Haji bagi Penerima Manfaat di Daerah
BAZNAS Banten Distribusikan Daging Dam/Hadyu kepada Masyarakat, Wujudkan Manfaat Ibadah Haji bagi Penerima Manfaat di Daerah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten distribusikan daging hasil pelaksanaan dam/hadyu musim haji 1447 H/2026 M yang telah ditunaikan para jamaah haji melalui layanan pembayaran dam BAZNAS Provinsi Banten pada Rabu, 10 Dzulhijjah 1447H/27 Mei 2026M. Pendistribusian dilakukan kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat, sebagai bentuk optimalisasi ibadah sekaligus penguatan kepedulian sosial di daerah. Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan bahwa pelaksanaan penyembelihan hingga pendistribusian daging dam dilakukan sesuai ketentuan syariat Islam serta mengacu pada regulasi yang berlaku, sehingga amanah para jamaah haji dapat tersalurkan secara tepat sasaran. “Alhamdulillah, pelaksanaan dam yang ditunaikan melalui BAZNAS Provinsi Banten telah memasuki tahap pendistribusian kepada masyarakat penerima manfaat. Kami memastikan proses ini berjalan sesuai syariat, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Ia menjelaskan, distribusi daging dam diprioritaskan kepada fakir miskin di daerah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdepan) dan kelompok masyarakat yang berhak menerima sesuai ketentuan syariah, dengan sebaran penerima manfaat di sejumlah wilayah di Provinsi Banten. Melalui program ini, ibadah dam para jamaah haji tidak hanya memenuhi kewajiban syariat, tetapi juga memberikan dampak sosial berupa pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Menurutnya, pelaksanaan dam melalui lembaga resmi seperti BAZNAS menjadi bagian dari upaya menghadirkan tata kelola ibadah haji yang lebih tertib, akuntabel, dan berdampak luas bagi umat. “Pelaksanaan dam di Tanah Air melalui BAZNAS tidak hanya mempermudah jamaah dalam menunaikan kewajiban, tetapi juga menjadi sarana berbagi manfaat kepada masyarakat sekitar,” tambahnya. Sebelumnya, BAZNAS Provinsi Banten telah membuka layanan pembayaran dam/hadyu bagi jamaah haji musim haji 2026 M/1447 H dengan mengacu pada Surat Edaran Dirjen bina penyelenggaraan haji & umroh nomor S-50/BN/2026 tentang pilihan jenis haji dan pelaksanaan pembayaran dam. Kebijakan tersebut memberikan ruang bagi jamaah untuk melaksanakan dam di Tanah Air melalui lembaga resmi dengan tetap memenuhi ketentuan syariah. Melalui pendistribusian ini, BAZNAS Provinsi Banten berharap manfaat ibadah haji dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat serta memperkuat semangat kepedulian dan solidaritas sosial di tengah umat.
BERITA02/06/2026 | Amalia
BAZNAS Banten Salurkan Kurban hingga Pelosok daerah 3T
BAZNAS Banten Salurkan Kurban hingga Pelosok daerah 3T
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten kembali menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat di berbagai wilayah pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah. Masih seperti tahun-tahun sebelumnya, penyaluran hewan kurban difokuskan ke daerah-daerah kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), dan juga wilayah rawan stunting termasuk Pulau Sangiang, Kawasan Baduy, dan juga Wilayah Pandeglang yang memiliki akses distribusi cukup menantang. Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan bahwa program distribusi kurban ini bertujuan memastikan manfaat dan kebahagiaan Idul Adha dapat dirasakan secara merata, terutama oleh masyarakat di wilayah terpencil yang selama ini jarang menerima penyaluran hewan kurban. “Tahun ini, BAZNAS Banten mendistribusikan lebih dari puluhan ekor hewan kurban yang terdiri atas sapi maupun doka ke sejumlah kabupaten dan kota di Banten, termasuk wilayah Lebak, Pandeglang, Kabupaten Serang, hingga kawasan selatan Banten.” ujarnya. Meski menghadapi tantangan medan dan keterbatasan transportasi menuju wilayah pelosok seperti Pulau Sangiang, proses distribusi tetap berjalan dengan dukungan para amil maupun relawan. Kehadiran bantuan kurban disambut antusias masyarakat yang mengaku jarang memperoleh daging kurban. Program distribusi kurban menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Banten dalam menghadirkan pemerataan kesejahteraan sehingga manfaat ibadah kurban dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan hingga wilayah terjauh.
BERITA02/06/2026 | Amalia
BAZNAS Banten Salurkan Santunan Pendidikan untuk 250 Siswa melalui UPZ SLTA dan Madrasah Aliyah
BAZNAS Banten Salurkan Santunan Pendidikan untuk 250 Siswa melalui UPZ SLTA dan Madrasah Aliyah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan melalui penyaluran santunan pendidikan bagi 200 penerima manfaat yang berasal dari lingkungan sekolah tingkat SLTA dan Madrasah Aliyah di Provinsi Banten pada Selasa 12 Mei 2026 di Kantor BAZNAS Provinsi Banten. Penyaluran bantuan dilakukan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) SLTA dan Madrasah Aliyah sebagai mitra strategis BAZNAS Banten dalam menjangkau para pelajar maupun pekerja rentan di lingkungan sekolah yang membutuhkan dukungan. Program ini bertujuan membantu meringankan beban biaya pendidikan sekaligus memberikan semangat kepada para siswa agar terus melanjutkan pendidikan dengan baik. Santunan yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekolah, seperti perlengkapan belajar, biaya transportasi, hingga kebutuhan penunjang pendidikan lainnya. Melalui program ini, BAZNAS Banten ingin memastikan bahwa para pelajar dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih cita-cita. Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama dalam pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang mandiri dan berdaya saing.
BERITA18/05/2026 | Amalia
Z-Mart BAZNAS Banten Buktikan Dampak Nyata, Usaha Mitra Tetap Stabil Pasca Lebaran
Z-Mart BAZNAS Banten Buktikan Dampak Nyata, Usaha Mitra Tetap Stabil Pasca Lebaran
Serang, 16 April 2026 – Memasuki bulan kedelapan pendampingan intensif penerima manfaat tahun 2025 program Z-Mart BAZNAS Provinsi Banten, Bandiah, salah satu Saudagar Z-Mart di Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, menunjukkan progres ekonomi yang signifikan. Pasca Hari Raya Idul Fitri 2026, stabilitas stok modal dan keuntungan usahanya dilaporkan tetap terjaga dan tidak terganggu oleh kebutuhan konsumsi selama masa mudik maupun lebaran. Keberhasilan ini tidak terlepas dari strategi diversifikasi usaha yang dijalankan secara kolektif bersama keluarga. Saat ini, ekosistem usaha Bandiah berkembang menjadi beberapa unit bisnis diantaranya warung Z-Mart dan sayuran, juga kuliner pagi seperti nasi uduk dan gorengan. Pendampingan yang dilakukan secara intensif pasca Ramadan berfokus pada menjaga ketahanan modal. Hasilnya, Bandiah mampu memisahkan antara dana operasional usaha dengan kebutuhan pribadi, sehingga arus kas tetap sehat meskipun beban pengeluaran masyarakat pasca lebaran umumnya meningkat. "Alhamdulillah, berkat pendampingan yang rutin, stok barang di warung tetap aman dan modal tidak terpakai untuk keperluan lebaran kemarin. Usaha nasi uduk suami juga sangat membantu pemasukan tambahan," ujar Bandiah saat ditemui dalam sesi pendampingan rutin. Melalui konsistensi pendampingan lapangan, BAZNAS Provinsi Banten berkomitmen untuk terus mengawal kemandirian ekonomi para mustahik hingga mencapai tahapan muzakki.
BERITA20/04/2026 | Amalia
BAZNAS Provinsi Banten Soft Launching Program “Jum’at Berbagi” di SMKN 4 Pandeglang
BAZNAS Provinsi Banten Soft Launching Program “Jum’at Berbagi” di SMKN 4 Pandeglang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten melaksanakan kegiatan soft launching Program Jum’at Berbagi bertajuk “Transformasi Ibadah Individual Menuju Kepedulian Sosial Kolektif melalui ZIS” pada Jumat, 10 April 2026, bertempat di SMKN 4 Pandeglang. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menguatkan peran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sebagai gerakan bersama yang tidak hanya bersifat individual, tetapi juga mendorong kepedulian sosial secara kolektif, khususnya di lingkungan pendidikan. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Banten yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Banten Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Kurnia Satriawan, Asisten Daerah III Bidang Administrasi Umum Rina Dewiyanti, jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Banten yang terdiri dari Ketua Wawan Wahyuddin, Wakil Ketua I Rachmat Halim, Wakil Ketua II Fery Hasanudin, dan Kepala Pelaksana Yani Hudayani. Turut hadir pula para pengawas dan kepala SMA, SMK, dan SKH se-Kabupaten Pandeglang, Kepala KCD Provinsi Banten Wilayah Pandeglang Dede Ruhyati, serta Kepala SMKN 4 Pandeglang Susila. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, menekankan pentingnya menjadikan ZIS sebagai instrumen perubahan, terutama bagi generasi muda. “Kita ingin mengedukasi generasi muda bahwa kesalehan sejati adalah ketika keberadaan kita memberikan dampak bagi orang lain. Jum’at Berbagi adalah latihan nyata untuk mengubah empati menjadi aksi kolektif,” ujarnya. Program Jum’at Berbagi diharapkan dapat menjadi budaya positif di lingkungan sekolah, di mana siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Melalui program ini, BAZNAS Provinsi Banten mendorong terbentuknya karakter generasi muda yang peduli, empatik, dan berkontribusi aktif dalam membantu sesama.
BERITA13/04/2026 | Amalia
BAZNAS Banten Kembali Raih Predikat WTP ke-15 Berturut-turut
BAZNAS Banten Kembali Raih Predikat WTP ke-15 Berturut-turut
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik untuk tahun buku 2025. Opini WTP ini merupakan yang ke-15 kalinya diraih BAZNAS Banten. BAZNAS Banten secara rutin setiap tahun menunjuk auditor independen dari Kantor Akuntan Publik untuk memotret laporan keuangan mereka sebelum dilaporkan kepada Gubernur Banten dan BAZNAS Republik Indonesia. "Kami telah mengaudit laporan keuangan BAZNAS Provinsi Banten yang terdiri dari laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2025, laporan aktivitas, dan laporan arus kas untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, serta catatan atas laporan keuangan, termasuk ikhtisar kebijakan akuntansi material.” ungkap Ade Suryana, perwakilan Kantor Akuntan Publik Roni Pupung. Menurutnya, laporan keuangan terlampir tersajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan lembaga tanggal 31 Desember 2025, serta aktivitas, dan arus kas nya untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Sementara itu Ketua BAZNAS Banten, Wawan Wahyuddin, mengungkapkan bahwa opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas penyajian laporan keuangan BAZNAS Banten tahun buku 2025 ini adalah opini yang ke-15. Sebab secara berturut turut, BAZNAS Banten senantiasa mendapat opini WTP. "Kami mengucapkan terima kasih kepada para muzaki yang telah menunaikan zakatnya melalui BAZNAS Banten. Mudah-mudahan dengan opini WTP ini kepercayaan para muzaki semakin meningkat," ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa BAZNAS Banten akan terus berkomitmen bekerja secara maksimal agar pengelolaan zakat berjalan amanah, transparan, efektif, dan berdampak luas dalam pengentasan kemiskinan serta kesejahteraan masyarakat.
BERITA01/04/2026 | Amalia
BAZNAS BANTEN TEGASKAN ZAKAT TIDAK DIGUNAKAN UNTUK PROGRAM MBG
BAZNAS BANTEN TEGASKAN ZAKAT TIDAK DIGUNAKAN UNTUK PROGRAM MBG
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten tegaskan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat tidak digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal tersebut selaras dengan apa yang disampaikan oleh Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Rizaludin Kurniawan, yang mengatakan bahwa pemanfaatan ZIS memiliki aturan penggunaan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. “Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/2/2026). Ia menegaskan, ZIS hanya dapat diperuntukkan bagi delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam, yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab atau hamba sahaya, gharimin atau orang yang terlilit utang untuk memenuhi kebutuhan dasar, fisabilillah, serta ibnu sabil atau musafir yang kehabisan bekal. Sementara itu, Ketua BAZNAS Banten, Wawan Wahyuddin, menegaskan bahwa BAZNAS Banten menjujung tinggi prinsip 3A yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. “Seluruh proses penghimpunan maupun pendistribusian di BAZNAS Banten harus tetap dalam berada di koridor 3A tersebut, dan tidak boleh menyimpang dari aturan yang berlaku. Ia juga menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan pengelolaan ZIS, BAZNAS Banten selalu di audit baik oleh Kantor Akuntan Publik, maupun Inspektorat Jenderal Kementrian Agama agar pengelolaan dana ZIS dapat berjalan secara transparan, akuntabel, serta sesuai dengan prinsip syariah dan peraturan perundang-undangan. “Kami mengimbau masyarakat Banten agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat. Amanah dari muzaki akan tetap terjaga dan seluruh dana zakat disalurkan secara tepat sasaran bagi fakir miskin serta kelompok rentan” ungkap Wawan.
BERITA27/02/2026 | Amalia
BAZNAS Banten Gelar Opening Ceremony Semarak Ramadan 1447 H di Mall of Serang
BAZNAS Banten Gelar Opening Ceremony Semarak Ramadan 1447 H di Mall of Serang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten resmi membuka kegiatan Semarak Ramadan 1447 H yang digelar di Mall of Serang pada Sabtu, 21 Februari 2026. Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi bersama Mall of Serang dan Bank Jabar Banten Syariah (BJB Syariah), serta didukung berbagai mitra strategis. Dalam seremoni pembukaannya, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BAZNAS Banten, BJB Syariah, dan Kabar Banten terkait kerja sama publikasi dan iklan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Antara BAZNAS Banten dengan MOS terkait penyelenggaraan kegiatan Semarak Ramadan. Selain itu, BAZNAS Banten juga menjalin kerja sama dengan Klinik Utama Mata Saruni untuk pelaksanaan operasi katarak gratis bagi mustahik sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat kurang mampu. Ketua BAZNAS Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan bahwa kegiatan Semarak Ramadan tahun ini akan berlangsung sepanjang bulan suci dengan beragam program edukatif, sosial, dan religius. Di antaranya bincang seputar zakat, cek kesehatan gratis, talkshow hikmah kesehatan dalam berpuasa, dongeng dan kaligrafi Ramadan, interactive charity experience, penampilan nasyid, beauty class dan hijab workshop, cek kesehatan mata gratis, lomba hafalan surat pendek, Ramadan Runway Fashion Show, Teman Sekarya Kids Craft, lomba dai cilik, MOS Spotlight Ramadan, edukasi investasi emas, literasi keuangan syariah, kajian islami, hingga live music religi. Selama Ramadan, masyarakat juga dapat memanfaatkan gerai konsultasi serta layanan pembayaran zakat, infak, dan sedekah yang tersedia setiap hari di area Mall of Serang, dengan dukungan penuh dari BJB Syariah sebagai sponsor. Pimpinan BJB Syariah Cabang Serang, Handri Rahmat Ilahi, menyampaikan harapan agar sinergi antara lembaga keuangan syariah, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Banten, serta BAZNAS terus diperkuat. “Kami berdoa agar kolaborasi ini semakin solid dan BAZNAS semakin hebat dalam mengemban amanah umat,” ujarnya. Sementara itu, perwakilan Mall of Serang, Radella, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan tahun kelima penyelenggaraan program Ramadan bersama BAZNAS. Mereka berharap Semarak Ramadan dapat menghadirkan suasana kebersamaan serta memberikan pengalaman yang berkesan dan bermanfaat bagi masyarakat. Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah, yang hadir dalam kesempatan tersebut mengapresiasi peran BAZNAS sebagai solusi dalam membantu masyarakat kurang mampu. "Biasanya untuk operasi katarak itu membutuhkan biaya banyak, tapi karena BAZNAS, biaya itu bisa dipangkas hanya menjadi 2,5 juta per mata." ungkapnya. Ia juga mengajak seluruh masyarakat di Banten untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi. "BAZNAS adalah instrumen negara yang harus kita perkuat agar manfaatnya, outcomenya, dan impactnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara transparan juga tepat sasaran" ujarnya.
BERITA22/02/2026 | Amalia
BAZNAS Banten Dukung Program Indonesia Santripreneur Care, Dari Banten Untuk Indonesia
BAZNAS Banten Dukung Program Indonesia Santripreneur Care, Dari Banten Untuk Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menghadiri dan menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan Indonesia Santripreneur Care: Dari Banten untuk Indonesia yang digelar di Aula UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh IKALUIN Wilayah Banten ini menjadi momentum kolaborasi dalam membangun ekosistem santripreneur yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ace Hasan Syadzily, Ketua BAZNAS Banten Wawan Wahyuddin, Ketua Umum INKOPONTREN Marsudi Syuhud, serta Ketua IKALUIN Wilayah Banten Agus Syabarruddin, bersama unsur akademisi dan pemangku kepentingan lainnya. Ketua BAZNAS Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa penguatan kewirausahaan santri sejalan dengan misi BAZNAS dalam pendayagunaan zakat produktif. Program santripreneur dinilai mampu mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki serta memperluas dampak ekonomi umat secara berkelanjutan. Menurutnya, BAZNAS Banten siap menghadirkan berbagai program pemberdayaan, seperti penguatan SKSS (Satu Keluarga Satu Sarjana) dan pengembangan gagasan “Satu Keluarga Satu Pengusaha” melalui pembinaan dan pelatihan kewirausahaan bagi santri di pondok pesantren. Sementara itu, Marsudi Syuhud menegaskan bahwa santri tidak hanya berperan sebagai penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi. Dengan jumlah pesantren yang besar di Indonesia, santri memiliki potensi strategis dalam menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, serta membangun ekosistem ekonomi yang adil sesuai prinsip Maqashid Syariah. Ace Hasan Syadzily dalam pemaparannya via zoom menekankan pentingnya kehadiran negara dalam mendukung pengembangan santripreneur. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui kebijakan afirmatif, akses permodalan, pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, serta perluasan akses pasar. Menurutnya, pondok pesantren bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini juga menegaskan mandat strategis, di antaranya penguatan pesantren sebagai basis pembangunan nasional, sinergi program nasional berbasis pesantren, penguatan peran Inkopontren sebagai agregator ekonomi pesantren, serta pengembangan santripreneur sebagai kontribusi nyata bagi ekonomi daerah dan nasional. Banten pun diharapkan menjadi model nasional pengembangan program berbasis pondok pesantren yang dapat direplikasi di berbagai daerah. Melalui kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan, Indonesia Santripreneur Care diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu dan akhlak, tetapi juga tangguh secara ekonomi dan menjadi bagian penting dalam memperkuat kemandirian bangsa.
BERITA15/02/2026 | Amalia
BAZNAS Banten Tetapkan Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah 1447 H, Permudah Umat Tunaikan Kewajiban
BAZNAS Banten Tetapkan Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah 1447 H, Permudah Umat Tunaikan Kewajiban
BAZNAS Banten Tetapkan Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah 1447 H, Permudah Umat Tunaikan Kewajiban Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten resmi menetapkan nilai zakat fitrah dan fidyah untuk wilayah Provinsi Banten melalui Surat Keputusan Ketua BAZNAS Provinsi Banten nomor 006 tahun 2026. Penetapan ini dilakukan guna memberikan kemudahan dan kepastian bagi umat Muslim dalam menunaikan kewajiban zakat fitrah dan fidyah. Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan hasil kajian bersama MUI Provinsi Banten, Kanwil. Kemenag Provinsi Banten, dan berdasarkan prediksi harga beras pada bulan Ramadhan dari Bulog, Dinas Ketapang Prov. Banten, survey harga di 3 pasar serta berdasarkan ketetapan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten. “Kami ingin memastikan umat Muslim di Banten dapat menunaikan zakat fitrah dengan mudah, sesuai ketentuan syariat dan kondisi harga di daerah masing-masing. Penetapan ini juga menjadi panduan resmi agar tidak terjadi perbedaan yang membingungkan di tengah masyarakat,” ujarnya. Adapun zakat fitrah dapat ditunaikan dalam bentuk beras sebanyak 2,5 kilogram atau 3,5 liter per jiwa, atau setara uang sebesar: • Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kota Cilegon, dan Kota Serang sebesar Rp40.000 per jiwa • Kabupaten Pandeglang sebesar Rp45.000 per jiwa • Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang sebesar Rp47.000 per jiwa • Kota Tangerang Selatan sebesar Rp50.000 per jiwa Sementara itu, untuk ketentuan fidyah ditetapkan sebesar Rp50.000 per hari per jiwa. BAZNAS Provinsi Banten juga mengimbau masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih terarah, transparan, dan akuntabel, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh para mustahik di seluruh wilayah Provinsi Banten.
BERITA11/02/2026 | Amalia
BAZNAS Provinsi Banten Gelar FGD Zakat Profesi, Bahas Tantangan Literasi hingga Kepatuhan Muzaki
BAZNAS Provinsi Banten Gelar FGD Zakat Profesi, Bahas Tantangan Literasi hingga Kepatuhan Muzaki
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Zakat Profesi dan Tantangan Implementasi: Literasi Zakat, Kepatuhan Muzaki, dan Peran Amil”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 9 Februari 2026 bertempat di Kantor BAZNAS Provinsi Banten. FGD tersebut menghadirkan sejumlah narasumber lintas lembaga dan tokoh keagamaan, di antaranya Ketua BAZNAS Provinsi Banten periode 2020–2025 Syibli Syarjaya, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten Amrullah, Sekretaris Jenderal MUI Provinsi Banten Endang Saeful Anwar, serta Ketua Majelis Pesantren Salafi Martin Syarqowi. Ketua BAZNAS Provinsi Banten Wawan Wahyuddin yang membuka kegiatan FGD tersebut menegaskan bahwa perkembangan kehidupan yang begitu cepat menuntut pengelolaan zakat yang adaptif dan berdaya guna. Menurutnya, zakat harus mampu menjadi instrumen keberkahan sekaligus solusi sosial yang terus mengibarkan semangat perbaikan dan kebaikan. Sementara itu, dalam paparannya, Martin Syarqowi, salah satu tokoh keagamaan di Provinsi Banten, menjelaskan bahwa istilah zakat profesi berangkat dari konsep kasab, yakni setiap bentuk usaha atau penghasilan, baik dari bertani, berdagang, maupun profesi lainnya. Ia menegaskan bahwa tidak ada perdebatan mengenai keberadaan zakat profesi, karena pada prinsipnya zakat profesi memang ada. Namun demikian, menurutnya, yang perlu terus dikaji adalah bagaimana penghasilan tersebut dikategorikan secara tepat, baik dalam penentuan posisi sebagai muzaki maupun mustahik, agar penerapan zakat profesi tetap sesuai dengan kaidah syariat dan memberikan keadilan bagi seluruh pihak. Selaras dengan apa yang disampaikan oleh Martin, Endang Saeful Anwar Sekjen MUI Banten menyampaikan bahwa Majelis Ulama Indonesia telah memberikan perhatian besar terhadap isu zakat. Hingga kini, MUI telah mengeluarkan lebih dari 25 fatwa terkait zakat, termasuk Fatwa MUI Nomor 03 Tahun 2023 tentang zakat penghasilan. “Semua bentuk penghasilan wajib dikeluarkan zakatnya apabila telah memenuhi nishab. Fatwa tersebut masih berlaku dan belum ada pencabutan. Namun demikian, perlu kajian lanjutan terkait penetapan nishab serta perhitungan zakatnya,” jelasnya. Syibli Syarjaya menyoroti aspek regulasi dan pengelolaan zakat. Ia menyampaikan bahwa pengelolaan zakat di Indonesia telah memiliki berbagai payung hukum yang jelas. “Diskusi kita hari ini bukan lagi soal boleh atau tidaknya zakat profesi, tetapi bagaimana cara mengoptimalkan implementasinya agar sesuai regulasi, syariat, dan memberi manfaat maksimal,” tegas Syibli. Perwakilan Kanwil Kemenag Provinsi Banten Amrullah dalam paparan nya juga menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam mendukung implementasi Undang-Undang Zakat. Menurutnya, penguatan regulasi dan kebijakan teknis menjadi kunci, termasuk penerapan surat kesediaan zakat kepada setiap muzaki ASN serta kajian komprehensif terkait profesi tertentu. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan publikasi yang dilakukan oleh BAZNAS Provinsi Banten. “Distribusi zakat perlu terus dipublikasikan melalui video, brosur, dan laporan berkala agar masyarakat mengetahui bahwa zakat dikelola secara akuntabel dan tepat sasaran.” ujarnya.
BERITA09/02/2026 | Amalia
Ramadan 2026, BAZNAS RI Kampanyekan Tagline “Zakat Menguatkan Indonesia"
Ramadan 2026, BAZNAS RI Kampanyekan Tagline “Zakat Menguatkan Indonesia"
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengusung tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” sebagai tema utama pengelolaan zakat tahun 2026, termasuk pada momentum bulan Ramadan. Tagline ini menegaskan posisi zakat sebagai kekuatan sosial nasional yang berperan strategis dalam menjawab berbagai persoalan bangsa, mulai dari kemiskinan hingga penanganan bencana. Tagline tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026: Zakat Menguatkan Indonesia yang diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menjelaskan bahwa tagline ini merepresentasikan semangat kolektif untuk menjadikan zakat sebagai instrumen penguatan ketahanan sosial dan ekonomi nasional. “Zakat Menguatkan Indonesia mencerminkan semangat gotong royong nasional yang menyelaraskan kewajiban zakat menjadi kekuatan nyata bagi ketangguhan bangsa dalam menjawab berbagai persoalan besar, terutama kemiskinan, kebencanaan, dan ketertinggalan yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional,” ujar Kiai Noor. Ia mencontohkan peran zakat dalam penanganan bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah, seperti Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Menurutnya, zakat berfungsi sebagai jaring pengaman sosial yang mampu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak. “Dalam situasi tersebut, zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial yang membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak,” ungkapnya. Lebih lanjut, Kiai Noor menegaskan bahwa tagline ini bukan sekadar simbol, melainkan penegasan atas peran zakat sebagai fondasi pembangunan sosial. “Melalui tagline ini, kami ingin menegaskan bahwa zakat merupakan fondasi kokoh yang menjadi kekuatan kolektif untuk membangun Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera,” katanya. Sejalan dengan hal tersebut, ia menilai bahwa tingkat kedermawanan masyarakat Indonesia cenderung meningkat menjelang dan selama bulan Ramadan. Pada periode ini, zakat, infak, dan sedekah menjadi penggerak utama kesejahteraan masyarakat lintas lapisan. Terkait arah kebijakan, Kiai Noor menyampaikan bahwa BAZNAS pada tahun 2026 akan memprioritaskan penguatan respons kebencanaan secara menyeluruh, mulai dari fase tanggap darurat, pemulihan, hingga rekonstruksi berbasis pemberdayaan masyarakat. Beberapa program pemulihan pascabencana yang telah disiapkan dan dijalankan antara lain Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, dan Kembali ke Masjid. Wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi, seperti Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, menjadi perhatian utama dalam penyaluran bantuan kemanusiaan berbasis zakat. “Di daerah-daerah tersebut, zakat kami dorong sebagai penguat ketahanan masyarakat agar mereka mampu bangkit lebih cepat dan memiliki daya tahan yang lebih baik,” jelas Kiai Noor. Selain fokus pada kebencanaan, BAZNAS juga akan memperkuat program pemberdayaan ekonomi mustahik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sosial dan keagamaan sebagai bagian dari upaya memperkokoh Indonesia dari tingkat akar rumput. Menutup pernyataannya, Kiai Noor berharap tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” dapat menjadi ajakan bersama bagi seluruh elemen bangsa. “Ini bukan sekadar slogan, tetapi ajakan bersama agar zakat menjadi energi besar dalam menjaga persatuan, menghadirkan harapan, dan menguatkan Indonesia di tengah berbagai tantangan,” pungkasnya. Konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS RI, para deputi, direktur, serta amil dan amilat BAZNAS yang terlibat dalam pelaksanaan Program Ramadan BAZNAS 2026. Kontributor : Muhammad Suhandar Sukma Editor: Pu3
BERITA03/02/2026 | Muhammad Suhandar Sukma
BAZNAS Banten Berikan bantuan untuk korban banjir sumatera melalui BAZNAS RI
BAZNAS Banten Berikan bantuan untuk korban banjir sumatera melalui BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menyerahkan donasi kebencanaan untuk masyarakat terdampak banjir di Sumatera kepada BAZNAS Republik Indonesia (RI) yang diterima langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad. Penyerahan donasi tersebut dilakukan dalam kegiatan Pra Rapat Koordinasi Daerah (Pra Rakorda) BAZNAS se-Provinsi Banten yang digelar pada Sabtu (24/1) di Cikoromoy, Kabupaten Pandeglang, Banten. Donasi yang dihimpun BAZNAS Provinsi Banten ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Banten terhadap saudara-saudara di Sumatera yang terdampak bencana banjir. Selanjutnya, donasi tersebut akan disalurkan oleh Baznas RI kepada para penerima manfaat sesuai dengan kebutuhan di lokasi terdampak. Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak serta membantu proses pemulihan pasca bencana. “BAZNAS Provinsi Banten menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berperan aktif dalam aksi-aksi kemanusiaan, baik di tingkat daerah maupun nasional, demi memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat.” ungkapnya.
BERITA27/01/2026 | Amalia
BAZNAS Banten Gelar Pra Rapat Koordinasi, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat
BAZNAS Banten Gelar Pra Rapat Koordinasi, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menggelar kegiatan Pra Rapat Koordinasi BAZNAS se-Provinsi Banten yang mengusung tema “Penguatan Sinergi dan Konsultasi BAZNAS se-Provinsi Banten Menuju Pengelolaan Zakat yang Profesional dan Berdampak”. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menyamakan visi serta memperkuat kolaborasi pengelolaan zakat di seluruh wilayah Banten, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan. Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa zakat memiliki posisi yang unik dalam struktur rukun Islam. Berbeda dengan ibadah lain yang bersifat self service atau dapat dilakukan secara mandiri, zakat justru membutuhkan pengelolaan dan manajemen yang profesional. Zakat merupakan satu-satunya rukun Islam yang memerlukan instrumen khusus berupa amil. “Ini adalah amanah yang berat namun mulia. Amanah ini hanya dapat ditunaikan dengan baik apabila seluruh BAZNAS bersinergi, menyamakan visi dan persepsi, serta memperkuat kerja sama” ujarnya. Wawan juga menegaskan peran penting BAZNAS dalam memastikan bahwa zakat yang dikeluarkan oleh para muzaki benar-benar bersih dan dihitung secara presisi, bukan sekadar perkiraan. Selain itu, zakat harus dialokasikan secara tepat sasaran agar mampu memutus mata rantai kemiskinan. Sementara itu, Pengarah BAZNAS Banten, Syibli Syarjaya, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua BAZNAS Banten periode 2020–2025, mengungkapkan rasa gembira dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyoroti masih jauhnya realisasi penghimpunan zakat dibandingkan dengan potensi yang ada. “Potensi zakat di Banten mencapai sekitar Rp11,03 triliun. Potensi zakat itu ibarat air di sebuah danau, ia hanya akan menjadi potensi jika tidak dialirkan untuk mengairi sawah dan memberi manfaat,” ungkapnya. Syibli menekankan pentingnya menggali potensi zakat dengan meningkatkan kualitas sumber daya pengelola. Menurutnya, pengurus BAZNAS harus memiliki empat dimensi utama, yakni dimensi ilmiah, sosial, spiritual, dan digital. Selain itu, setiap kerja kelembagaan harus dilandasi visi dan misi yang jelas serta membangun sense of trust agar kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS terus meningkat. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah turut memberikan pandangannya terkait pentingnya menunaikan zakat melalui BAZNAS. Ia menilai penyaluran zakat melalui BAZNAS memberikan manfaat yang lebih besar dan nyata bagi masyarakat. “Kenapa harus melalui BAZNAS? Saya merasakan sendiri manfaatnya jauh lebih besar dan lebih nyata. Jika zakat disalurkan secara langsung, sering kali bantuan hanya diberikan kepada orang yang itu-itu saja sehingga tidak terjadi pemerataan,” ujar Dimyati. Kegiatan pra rapat koordinasi ini juga diisi dengan tiga materi utama, yaitu penguatan kelembagaan dan koordinasi BAZNAS se-Provinsi Banten, penguatan pengumpulan dan pendistribusian zakat di bulan Ramadhan, serta pembinaan dan pengawasan audit syariah oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia.
BERITA24/01/2026 | Amalia
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Banten.

Lihat Daftar Rekening →