Berita Terbaru
BAZNAS BANTEN TEGASKAN ZAKAT TIDAK DIGUNAKAN UNTUK PROGRAM MBG
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten tegaskan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat tidak digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut selaras dengan apa yang disampaikan oleh Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Rizaludin Kurniawan, yang mengatakan bahwa pemanfaatan ZIS memiliki aturan penggunaan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.
“Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Ia menegaskan, ZIS hanya dapat diperuntukkan bagi delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam, yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab atau hamba sahaya, gharimin atau orang yang terlilit utang untuk memenuhi kebutuhan dasar, fisabilillah, serta ibnu sabil atau musafir yang kehabisan bekal.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Banten, Wawan Wahyuddin, menegaskan bahwa BAZNAS Banten menjujung tinggi prinsip 3A yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
“Seluruh proses penghimpunan maupun pendistribusian di BAZNAS Banten harus tetap dalam berada di koridor 3A tersebut, dan tidak boleh menyimpang dari aturan yang berlaku.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan pengelolaan ZIS, BAZNAS Banten selalu di audit baik oleh Kantor Akuntan Publik, maupun Inspektorat Jenderal Kementrian Agama agar pengelolaan dana ZIS dapat berjalan secara transparan, akuntabel, serta sesuai dengan prinsip syariah dan peraturan
perundang-undangan.
“Kami mengimbau masyarakat Banten agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat. Amanah dari muzaki akan tetap terjaga dan seluruh dana zakat disalurkan secara tepat sasaran bagi fakir miskin serta kelompok rentan” ungkap Wawan.
BERITA27/02/2026 | Amalia
BAZNAS Banten Gelar Opening Ceremony Semarak Ramadan 1447 H di Mall of Serang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten resmi membuka kegiatan Semarak Ramadan 1447 H yang digelar di Mall of Serang pada Sabtu, 21 Februari 2026. Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi bersama Mall of Serang dan Bank Jabar Banten Syariah (BJB Syariah), serta didukung berbagai mitra strategis.
Dalam seremoni pembukaannya, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BAZNAS Banten, BJB Syariah, dan Kabar Banten terkait kerja sama publikasi dan iklan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Antara BAZNAS Banten dengan MOS terkait penyelenggaraan kegiatan Semarak Ramadan. Selain itu, BAZNAS Banten juga menjalin kerja sama dengan Klinik Utama Mata Saruni untuk pelaksanaan operasi katarak gratis bagi mustahik sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat kurang mampu.
Ketua BAZNAS Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan bahwa kegiatan Semarak Ramadan tahun ini akan berlangsung sepanjang bulan suci dengan beragam program edukatif, sosial, dan religius. Di antaranya bincang seputar zakat, cek kesehatan gratis, talkshow hikmah kesehatan dalam berpuasa, dongeng dan kaligrafi Ramadan, interactive charity experience, penampilan nasyid, beauty class dan hijab workshop, cek kesehatan mata gratis, lomba hafalan surat pendek, Ramadan Runway Fashion Show, Teman Sekarya Kids Craft, lomba dai cilik, MOS Spotlight Ramadan, edukasi investasi emas, literasi keuangan syariah, kajian islami, hingga live music religi.
Selama Ramadan, masyarakat juga dapat memanfaatkan gerai konsultasi serta layanan pembayaran zakat, infak, dan sedekah yang tersedia setiap hari di area Mall of Serang, dengan dukungan penuh dari BJB Syariah sebagai sponsor.
Pimpinan BJB Syariah Cabang Serang, Handri Rahmat Ilahi, menyampaikan harapan agar sinergi antara lembaga keuangan syariah, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Banten, serta BAZNAS terus diperkuat.
“Kami berdoa agar kolaborasi ini semakin solid dan BAZNAS semakin hebat dalam mengemban amanah umat,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Mall of Serang, Radella, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan tahun kelima penyelenggaraan program Ramadan bersama BAZNAS. Mereka berharap Semarak Ramadan dapat menghadirkan suasana kebersamaan serta memberikan pengalaman yang berkesan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah, yang hadir dalam kesempatan tersebut mengapresiasi peran BAZNAS sebagai solusi dalam membantu masyarakat kurang mampu.
"Biasanya untuk operasi katarak itu membutuhkan biaya banyak, tapi karena BAZNAS, biaya itu bisa dipangkas hanya menjadi 2,5 juta per mata." ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat di Banten untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi.
"BAZNAS adalah instrumen negara yang harus kita perkuat agar manfaatnya, outcomenya, dan impactnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara transparan juga tepat sasaran" ujarnya.
BERITA22/02/2026 | Amalia
BAZNAS Banten Dukung Program Indonesia Santripreneur Care, Dari Banten Untuk Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menghadiri dan menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan Indonesia Santripreneur Care: Dari Banten untuk Indonesia yang digelar di Aula UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh IKALUIN Wilayah Banten ini menjadi momentum kolaborasi dalam membangun ekosistem santripreneur yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ace Hasan Syadzily, Ketua BAZNAS Banten Wawan Wahyuddin, Ketua Umum INKOPONTREN Marsudi Syuhud, serta Ketua IKALUIN Wilayah Banten Agus Syabarruddin, bersama unsur akademisi dan pemangku kepentingan lainnya.
Ketua BAZNAS Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa penguatan kewirausahaan santri sejalan dengan misi BAZNAS dalam pendayagunaan zakat produktif. Program santripreneur dinilai mampu mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki serta memperluas dampak ekonomi umat secara berkelanjutan.
Menurutnya, BAZNAS Banten siap menghadirkan berbagai program pemberdayaan, seperti penguatan SKSS (Satu Keluarga Satu Sarjana) dan pengembangan gagasan “Satu Keluarga Satu Pengusaha” melalui pembinaan dan pelatihan kewirausahaan bagi santri di pondok pesantren.
Sementara itu, Marsudi Syuhud menegaskan bahwa santri tidak hanya berperan sebagai penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi. Dengan jumlah pesantren yang besar di Indonesia, santri memiliki potensi strategis dalam menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, serta membangun ekosistem ekonomi yang adil sesuai prinsip Maqashid Syariah.
Ace Hasan Syadzily dalam pemaparannya via zoom menekankan pentingnya kehadiran negara dalam mendukung pengembangan santripreneur. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui kebijakan afirmatif, akses permodalan, pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, serta perluasan akses pasar. Menurutnya, pondok pesantren bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.
Kegiatan ini juga menegaskan mandat strategis, di antaranya penguatan pesantren sebagai basis pembangunan nasional, sinergi program nasional berbasis pesantren, penguatan peran Inkopontren sebagai agregator ekonomi pesantren, serta pengembangan santripreneur sebagai kontribusi nyata bagi ekonomi daerah dan nasional. Banten pun diharapkan menjadi model nasional pengembangan program berbasis pondok pesantren yang dapat direplikasi di berbagai daerah.
Melalui kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan, Indonesia Santripreneur Care diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu dan akhlak, tetapi juga tangguh secara ekonomi dan menjadi bagian penting dalam memperkuat kemandirian bangsa.
BERITA15/02/2026 | Amalia
BAZNAS Banten Tetapkan Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah 1447 H, Permudah Umat Tunaikan Kewajiban
BAZNAS Banten Tetapkan Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah 1447 H, Permudah Umat Tunaikan Kewajiban
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten resmi menetapkan nilai zakat fitrah dan fidyah untuk wilayah Provinsi Banten melalui Surat Keputusan Ketua BAZNAS Provinsi Banten nomor 006 tahun 2026. Penetapan ini dilakukan guna memberikan kemudahan dan kepastian bagi umat Muslim dalam menunaikan kewajiban zakat fitrah dan fidyah.
Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan hasil kajian bersama MUI Provinsi Banten, Kanwil. Kemenag Provinsi Banten, dan berdasarkan prediksi harga beras pada bulan Ramadhan dari Bulog, Dinas Ketapang Prov. Banten, survey harga di 3 pasar serta berdasarkan ketetapan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten.
“Kami ingin memastikan umat Muslim di Banten dapat menunaikan zakat fitrah dengan mudah, sesuai ketentuan syariat dan kondisi harga di daerah masing-masing. Penetapan ini juga menjadi panduan resmi agar tidak terjadi perbedaan yang membingungkan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Adapun zakat fitrah dapat ditunaikan dalam bentuk beras sebanyak 2,5 kilogram atau 3,5 liter per jiwa, atau setara uang sebesar:
• Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kota Cilegon, dan Kota Serang sebesar Rp40.000 per jiwa
• Kabupaten Pandeglang sebesar Rp45.000 per jiwa
• Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang sebesar Rp47.000 per jiwa
• Kota Tangerang Selatan sebesar Rp50.000 per jiwa
Sementara itu, untuk ketentuan fidyah ditetapkan sebesar Rp50.000 per hari per jiwa.
BAZNAS Provinsi Banten juga mengimbau masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih terarah, transparan, dan akuntabel, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh para mustahik di seluruh wilayah Provinsi Banten.
BERITA11/02/2026 | Amalia
BAZNAS Provinsi Banten Gelar FGD Zakat Profesi, Bahas Tantangan Literasi hingga Kepatuhan Muzaki
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Zakat Profesi dan Tantangan Implementasi: Literasi Zakat, Kepatuhan Muzaki, dan Peran Amil”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 9 Februari 2026 bertempat di Kantor BAZNAS Provinsi Banten.
FGD tersebut menghadirkan sejumlah narasumber lintas lembaga dan tokoh keagamaan, di antaranya Ketua BAZNAS Provinsi Banten periode 2020–2025 Syibli Syarjaya, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten Amrullah, Sekretaris Jenderal MUI Provinsi Banten Endang Saeful Anwar, serta Ketua Majelis Pesantren Salafi Martin Syarqowi.
Ketua BAZNAS Provinsi Banten Wawan Wahyuddin yang membuka kegiatan FGD tersebut menegaskan bahwa perkembangan kehidupan yang begitu cepat menuntut pengelolaan zakat yang adaptif dan berdaya guna. Menurutnya, zakat harus mampu menjadi instrumen keberkahan sekaligus solusi sosial yang terus mengibarkan semangat perbaikan dan kebaikan.
Sementara itu, dalam paparannya, Martin Syarqowi, salah satu tokoh keagamaan di Provinsi Banten, menjelaskan bahwa istilah zakat profesi berangkat dari konsep kasab, yakni setiap bentuk usaha atau penghasilan, baik dari bertani, berdagang, maupun profesi lainnya. Ia menegaskan bahwa tidak ada perdebatan mengenai keberadaan zakat profesi, karena pada prinsipnya zakat profesi memang ada. Namun demikian, menurutnya, yang perlu terus dikaji adalah bagaimana penghasilan tersebut dikategorikan secara tepat, baik dalam penentuan posisi sebagai muzaki maupun mustahik, agar penerapan zakat profesi tetap sesuai dengan kaidah syariat dan memberikan keadilan bagi seluruh pihak.
Selaras dengan apa yang disampaikan oleh Martin, Endang Saeful Anwar Sekjen MUI Banten menyampaikan bahwa Majelis Ulama Indonesia telah memberikan perhatian besar terhadap isu zakat. Hingga kini, MUI telah mengeluarkan lebih dari 25 fatwa terkait zakat, termasuk Fatwa MUI Nomor 03 Tahun 2023 tentang zakat penghasilan.
“Semua bentuk penghasilan wajib dikeluarkan zakatnya apabila telah memenuhi nishab. Fatwa tersebut masih berlaku dan belum ada pencabutan. Namun demikian, perlu kajian lanjutan terkait penetapan nishab serta perhitungan zakatnya,” jelasnya.
Syibli Syarjaya menyoroti aspek regulasi dan pengelolaan zakat. Ia menyampaikan bahwa pengelolaan zakat di Indonesia telah memiliki berbagai payung hukum yang jelas.
“Diskusi kita hari ini bukan lagi soal boleh atau tidaknya zakat profesi, tetapi bagaimana cara mengoptimalkan implementasinya agar sesuai regulasi, syariat, dan memberi manfaat maksimal,” tegas Syibli.
Perwakilan Kanwil Kemenag Provinsi Banten Amrullah dalam paparan nya juga menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam mendukung implementasi Undang-Undang Zakat. Menurutnya, penguatan regulasi dan kebijakan teknis menjadi kunci, termasuk penerapan surat kesediaan zakat kepada setiap muzaki ASN serta kajian komprehensif terkait profesi tertentu.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan publikasi yang dilakukan oleh BAZNAS Provinsi Banten.
“Distribusi zakat perlu terus dipublikasikan melalui video, brosur, dan laporan berkala agar masyarakat mengetahui bahwa zakat dikelola secara akuntabel dan tepat sasaran.” ujarnya.
BERITA09/02/2026 | Amalia
Ramadan 2026, BAZNAS RI Kampanyekan Tagline “Zakat Menguatkan Indonesia"
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengusung tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” sebagai tema utama pengelolaan zakat tahun 2026, termasuk pada momentum bulan Ramadan. Tagline ini menegaskan posisi zakat sebagai kekuatan sosial nasional yang berperan strategis dalam menjawab berbagai persoalan bangsa, mulai dari kemiskinan hingga penanganan bencana.
Tagline tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026: Zakat Menguatkan Indonesia yang diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menjelaskan bahwa tagline ini merepresentasikan semangat kolektif untuk menjadikan zakat sebagai instrumen penguatan ketahanan sosial dan ekonomi nasional.
“Zakat Menguatkan Indonesia mencerminkan semangat gotong royong nasional yang menyelaraskan kewajiban zakat menjadi kekuatan nyata bagi ketangguhan bangsa dalam menjawab berbagai persoalan besar, terutama kemiskinan, kebencanaan, dan ketertinggalan yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional,” ujar Kiai Noor.
Ia mencontohkan peran zakat dalam penanganan bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah, seperti Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Menurutnya, zakat berfungsi sebagai jaring pengaman sosial yang mampu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak. “Dalam situasi tersebut, zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial yang membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kiai Noor menegaskan bahwa tagline ini bukan sekadar simbol, melainkan penegasan atas peran zakat sebagai fondasi pembangunan sosial. “Melalui tagline ini, kami ingin menegaskan bahwa zakat merupakan fondasi kokoh yang menjadi kekuatan kolektif untuk membangun Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera,” katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, ia menilai bahwa tingkat kedermawanan masyarakat Indonesia cenderung meningkat menjelang dan selama bulan Ramadan. Pada periode ini, zakat, infak, dan sedekah menjadi penggerak utama kesejahteraan masyarakat lintas lapisan.
Terkait arah kebijakan, Kiai Noor menyampaikan bahwa BAZNAS pada tahun 2026 akan memprioritaskan penguatan respons kebencanaan secara menyeluruh, mulai dari fase tanggap darurat, pemulihan, hingga rekonstruksi berbasis pemberdayaan masyarakat. Beberapa program pemulihan pascabencana yang telah disiapkan dan dijalankan antara lain Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, dan Kembali ke Masjid.
Wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi, seperti Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, menjadi perhatian utama dalam penyaluran bantuan kemanusiaan berbasis zakat. “Di daerah-daerah tersebut, zakat kami dorong sebagai penguat ketahanan masyarakat agar mereka mampu bangkit lebih cepat dan memiliki daya tahan yang lebih baik,” jelas Kiai Noor.
Selain fokus pada kebencanaan, BAZNAS juga akan memperkuat program pemberdayaan ekonomi mustahik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sosial dan keagamaan sebagai bagian dari upaya memperkokoh Indonesia dari tingkat akar rumput.
Menutup pernyataannya, Kiai Noor berharap tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” dapat menjadi ajakan bersama bagi seluruh elemen bangsa. “Ini bukan sekadar slogan, tetapi ajakan bersama agar zakat menjadi energi besar dalam menjaga persatuan, menghadirkan harapan, dan menguatkan Indonesia di tengah berbagai tantangan,” pungkasnya.
Konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS RI, para deputi, direktur, serta amil dan amilat BAZNAS yang terlibat dalam pelaksanaan Program Ramadan BAZNAS 2026.
Kontributor : Muhammad Suhandar Sukma
Editor: Pu3
BERITA03/02/2026 | Muhammad Suhandar Sukma
BAZNAS Banten Berikan bantuan untuk korban banjir sumatera melalui BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menyerahkan donasi kebencanaan untuk masyarakat terdampak banjir di Sumatera kepada BAZNAS Republik Indonesia (RI) yang diterima langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad. Penyerahan donasi tersebut dilakukan dalam kegiatan Pra Rapat Koordinasi Daerah (Pra Rakorda) BAZNAS se-Provinsi Banten yang digelar pada Sabtu (24/1) di Cikoromoy, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Donasi yang dihimpun BAZNAS Provinsi Banten ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Banten terhadap saudara-saudara di Sumatera yang terdampak bencana banjir. Selanjutnya, donasi tersebut akan disalurkan oleh Baznas RI kepada para penerima manfaat sesuai dengan kebutuhan di lokasi terdampak.
Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak serta membantu proses pemulihan pasca bencana.
“BAZNAS Provinsi Banten menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berperan aktif dalam aksi-aksi kemanusiaan, baik di tingkat daerah maupun nasional, demi memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat.” ungkapnya.
BERITA27/01/2026 | Amalia
BAZNAS Banten Gelar Pra Rapat Koordinasi, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menggelar kegiatan Pra Rapat Koordinasi BAZNAS se-Provinsi Banten yang mengusung tema “Penguatan Sinergi dan Konsultasi BAZNAS se-Provinsi Banten Menuju Pengelolaan Zakat yang Profesional dan Berdampak”. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menyamakan visi serta memperkuat kolaborasi pengelolaan zakat di seluruh wilayah Banten, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan.
Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa zakat memiliki posisi yang unik dalam struktur rukun Islam. Berbeda dengan ibadah lain yang bersifat self service atau dapat dilakukan secara mandiri, zakat justru membutuhkan pengelolaan dan manajemen yang profesional. Zakat merupakan satu-satunya rukun Islam yang memerlukan instrumen khusus berupa amil.
“Ini adalah amanah yang berat namun mulia. Amanah ini hanya dapat ditunaikan dengan baik apabila seluruh BAZNAS bersinergi, menyamakan visi dan persepsi, serta memperkuat kerja sama” ujarnya.
Wawan juga menegaskan peran penting BAZNAS dalam memastikan bahwa zakat yang dikeluarkan oleh para muzaki benar-benar bersih dan dihitung secara presisi, bukan sekadar perkiraan. Selain itu, zakat harus dialokasikan secara tepat sasaran agar mampu memutus mata rantai kemiskinan.
Sementara itu, Pengarah BAZNAS Banten, Syibli Syarjaya, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua BAZNAS Banten periode 2020–2025, mengungkapkan rasa gembira dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyoroti masih jauhnya realisasi penghimpunan zakat dibandingkan dengan potensi yang ada.
“Potensi zakat di Banten mencapai sekitar Rp11,03 triliun. Potensi zakat itu ibarat air di sebuah danau, ia hanya akan menjadi potensi jika tidak dialirkan untuk mengairi sawah dan memberi manfaat,” ungkapnya.
Syibli menekankan pentingnya menggali potensi zakat dengan meningkatkan kualitas sumber daya pengelola. Menurutnya, pengurus BAZNAS harus memiliki empat dimensi utama, yakni dimensi ilmiah, sosial, spiritual, dan digital. Selain itu, setiap kerja kelembagaan harus dilandasi visi dan misi yang jelas serta membangun sense of trust agar kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS terus meningkat.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah turut memberikan pandangannya terkait pentingnya menunaikan zakat melalui BAZNAS. Ia menilai penyaluran zakat melalui BAZNAS memberikan manfaat yang lebih besar dan nyata bagi masyarakat.
“Kenapa harus melalui BAZNAS? Saya merasakan sendiri manfaatnya jauh lebih besar dan lebih nyata. Jika zakat disalurkan secara langsung, sering kali bantuan hanya diberikan kepada orang yang itu-itu saja sehingga tidak terjadi pemerataan,” ujar Dimyati.
Kegiatan pra rapat koordinasi ini juga diisi dengan tiga materi utama, yaitu penguatan kelembagaan dan koordinasi BAZNAS se-Provinsi Banten, penguatan pengumpulan dan pendistribusian zakat di bulan Ramadhan, serta pembinaan dan pengawasan audit syariah oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia.
BERITA24/01/2026 | Amalia
Pelaksanaan Tes Akademik Seleksi Sekolah BAZNAS Cendekia di Kantor BAZNAS Banten Tahun 2026
Serang, 17 Januari 2026 BAZNAS Prov. Banten menyelenggarakan tes akademik seleksi Sekolah BAZNAS Cendekia (SCB) tahun 2026 di kantor BAZNAS Prov. Banten.
Terdapat 19 peserta calon siswa yang berasal dari Prov. Banten, mulai dari Kota Tangsel, Tangerang, kab. Tangerang, kab. Lebak, dan Kab. Pandeglang.
Namun tempatnya terbagi-bagi untuk jabodetabek dilaksankan di Kampus SCB dan untuk di luar jabodetabek dilaksanakan di Baznas daerah atau di rumah masing-masing.
Pada kesempatan ini, yang mengikuti tes di kantor BAZNAS Prov. Banten terdapat 3 orang dan didampingi oleh orangtuanya.
#MustahikBerdaya
BERITA17/01/2026 | Daus
Keberhasilan Program Zmart BAZNAS Banten, Ibu Rafiah Berangkat Umrah Bersama Keluarga
Serang, 9 Januari 2026. Program Z-mart yang digulirkan oleh BAZNAS Provinsi Banten kembali menunjukkan dampak positif bagi kehidupan para penerima manfaat. Salah satunya dirasakan oleh Ibu Rafiah, penerima manfaat Z-mart tahun 2024, yang kini kehidupannya perlahan membaik berkat dukungan usaha dari BAZNAS.
Melalui bantuan modal dan pendampingan usaha Z-mart, Ibu Rafiah berhasil mengembangkan usaha warungnya secara bertahap. Dari hasil berjualan Z-mart tersebut, ia mampu meningkatkan pendapatan keluarga hingga akhirnya mewujudkan impian besar: berangkat umrah bersama keluarga. Rencananya, Ibu Rafiah akan berangkat menunaikan ibadah umrah pada tanggal 10 Januari 2026.
Sebagai ungkapan rasa syukur, Ibu Rafiah menggelar acara tasyakuran yang berlangsung pada Rabu, 8 Januari 2026, di Kaligandu. Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Provinsi Banten beserta para Pimpinan. Kehadiran pimpinan BAZNAS menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi atas keberhasilan program pemberdayaan ekonomi umat yang dijalankan.
Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa keberhasilan Ibu Rafiah merupakan bukti nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara amanah dan produktif mampu mengangkat taraf hidup mustahik menjadi lebih mandiri dan sejahtera.
“Program Z-mart tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga pendampingan agar penerima manfaat bisa berkembang secara berkelanjutan. Keberangkatan Ibu Rafiah untuk umrah bersama keluarga adalah buah dari kerja keras beliau dan kepercayaan para muzaki,” ujarnya.
Ibu Rafiah sendiri mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada BAZNAS Provinsi Banten atas bantuan dan pendampingan yang telah diberikan. Ia berharap kisahnya dapat menjadi motivasi bagi penerima manfaat lainnya untuk terus berusaha dan tidak menyerah dalam memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
Keberhasilan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen BAZNAS Provinsi Banten dalam menghadirkan program-program pemberdayaan yang berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Banten.
BERITA12/01/2026 | Amalia
BAZNAS Tanggap Bencana Banten Turunkan Tim Gabungan untuk Assessment Banjir Kasemen
BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Provinsi Banten melaksanakan kegiatan assessment bencana banjir yang terjadi di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, 5-7 Januari 2026.
Dalam pelaksanaan assessment tersebut, BTB Provinsi Banten menurunkan tim gabungan yang terdiri dari relawan BTB Banten, Layanan Aktif BAZNAS (LAB) Banten serta unsur SKSS dengan total 11 personel.
Dampak banjir meluas tidak kurang dari empat titik lokasi terdampak, meliputi rumah warga, fasilitas pendidikan (TK, SD, dan MI) serta pondok pesantren.
"Kondisi terakhir Senin, 5 Januari 2026, banjir mulai berangsur surut. Ketinggian air saat ini berada pada kisaran setinggi telapak kaki orang dewasa. Meski demikian, sisa genangan air, lumpur dan kerusakan pada sejumlah fasilitas masih memerlukan penanganan lanjutan." ungkap salah satu Tim BTB Banten. Rizki Wulan Ningsih.
Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi peninjauan langsung kepada salah satu lokasi terdampak banjir yaitu Ponpes Mirbath Syaj'ah Al-Akhyar, seraya berkoordinasi dengan pengurus yayasan dan santri kobong guna melakukan pendataan dampak serta pemetaan kebutuhan mendesak para penyintas.
"Kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan di lokasi terdampak antara lain disinfektan, obat-obatan (flu, batuk, demam, diare), alat kebersihan, mesin air dan sepatu boot untuk mendukung proses pembersihan pascabanjir." ujarnya.
BAZNAS Tanggap Bencana akan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan memantau perkembangan situasi guna memastikan penanganan darurat serta pemulihan pascabencana agar dapat berjalan secara optimal.
BERITA07/01/2026 | Amalia
PT. Bima Future Life Audiensi dengan BAZNAS Provinsi Banten Bahas Pemberdayaan dan Kesejahteraan Umat
PT. Bima Future Life melaksanakan audiensi dan konsultasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten pada Selasa, 30 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai tersebut diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Banten Wawan Wahyuddin, beserta jajaran pimpinan.
Audiensi ini bertujuan untuk menjajaki peluang kerja sama strategis dalam bidang pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan umat, serta pembahasan implementasi Corporate Intellectual Responsibility yang berkelanjutan.
Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran direksi PT Bima Future Life, yakni Agus Kaidun selaku Chief Executive Officer (CEO), Indra Kusuma selaku Chief Marketing Officer (CMO), serta Luciana Wati Gunawan selaku President Commissioner. Turut mendampingi, Product Consultant PT Bima Future Life, Rozalina dan Gibeth dari divisi Networking Development.
Dalam pemaparannya, manajemen PT Bima Future Life memperkenalkan profil perusahaan serta lini produk yang dikembangkan, khususnya produk kesehatan dan suplemen untuk hewan dan tumbuhan. Produk-produk tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas sektor peternakan dan pertanian, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pihak BAZNAS Provinsi Banten menyambut baik audiensi ini dan mengapresiasi inisiatif PT Bima Future Life dalam menjalin sinergi dengan lembaga zakat. Diskusi berlangsung konstruktif dengan fokus pada potensi kolaborasi program pemberdayaan ekonomi umat yang berbasis inovasi dan keberlanjutan.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal terbangunnya kerja sama antara PT Bima Future Life dan BAZNAS Provinsi Banten dalam mewujudkan program-program strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Provinsi Banten.
BERITA02/01/2026 | Amalia
Gubernur Banten melantik Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten periode 2025–2030
Gubernur Banten melantik Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten periode 2025–2030 di Pendopo Gubernur Banten, Senin 29 Desember 2025 yang terdiri dari Prof. Dr. H. Wawan Wahyuddin, M.Pd. sebagai ketua, Drs. H. Rachmat sebagai wakil ketua I bidang pemgumpulan, H. Pery Hasanudin, S.H., M.H. sebagai wakil ketua II bidang pendistribusian dan pendayagunaan, Syaepudin Asy Syadzily, S.Ag sebagai wakil ketua III bidang perencanaan, keuangan dan pelaporan, serta Suhud, S.H.I sebagai wakil ketua IV bidang ADM, SDM, dan Umum.
Pelantikan tersebut dihadiri pimpinan Baznas RI, Pimpinan BAZNAS Provinsi Banten periode 2020-2025, Pimpinan BAZNAS Kab/Kota se-Provinsi Banten, serta sejumlah pejabat daerah.
Ketua BAZNAS Provinsi Banten yang baru dilantik, Wawan Wahyuddin menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan. Ia menyebut pelantikan ini sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT sekaligus penanda babak baru dalam penyelenggaraan pengelolaan zakat di Provinsi Banten.
“BAZNAS tidak hanya dituntut untuk menghimpun zakat, tetapi juga mentransformasikan dana umat agar memberi dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di Banten,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya integritas dan tata kelola lembaga yang kuat serta akuntabel. Menurutnya, tanpa kepercayaan publik, zakat tidak akan dapat dihimpun secara optimal. Oleh karena itu, BAZNAS Banten harus menjadi benchmark atau contoh lembaga yang akuntabel dan profesional.
Ketua BAZNAS Banten juga memaparkan tiga pilar utama penguatan lembaga, yakni inovasi digital untuk merespons perubahan perilaku muzaki, pengelolaan zakat yang transparan, serta pendekatan transformatif dalam pemberdayaan umat guna mengentaskan kemiskinan.
Sementara itu, Ketua Baznas RI Noor Achmad menegaskan bahwa BAZNAS merupakan bagian dari sistem pemerintahan, bukan organisasi masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat. Menurutnya, BAZNAS harus berjalan seiring dan sejalan dengan pemerintah daerah.
Ia juga menekankan peran BAZNAS sebagai fasilitator para muzaki serta pentingnya pembayaran zakat sebagai bentuk ketenangan dan keberkahan, baik bagi individu maupun lembaga.
Dalam sambutannya, Gubernur Banten Andra Soni, menyampaikan ucapan selamat kepada pimpinan BAZNAS Banten periode 2025–2030. Ia berharap BAZNAS Banten dapat menjadi lembaga pengelola zakat yang terbaik dan terpercaya, serta mampu mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian zakat secara tepat sasaran.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan BAZNAS Banten periode 2020–2025 atas dedikasi dan pengabdian selama masa tugas. Ia menekankan pentingnya sinergi antara tiga unsur utama dalam pengelolaan zakat, yakni muzaki, mustahik, dan pengelola zakat.
“Harapannya, mustahik dapat naik kelas menjadi muzaki. Potensi zakat sangat besar dan dapat menjadi salah satu komponen penting dalam mempercepat pembangunan Provinsi Banten,” ujarnya.
Ia menutup sambutan dengan ajakan untuk terus berkoordinasi dan bekerja sama agar pengelolaan zakat di Banten dapat dijalankan secara optimal, transparan, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.
BERITA29/12/2025 | Amalia
Selamat dan sukses kepada Pimpinan BAZNAS Provinsi Banten Periode 2025–2030.
Selamat dan sukses kepada Pimpinan BAZNAS Provinsi Banten Periode 2025–2030.
Amanah ini bukan sekadar jabatan, melainkan ikhtiar panjang untuk menjaga kepercayaan umat.
Semoga kepemimpinan ini senantiasa dilandasi nilai amanah, profesional, dan berkeadilan, serta mampu membawa BAZNAS Banten menjadi lembaga yang semakin terpercaya, inovatif, dan berdampak nyata dalam mewujudkan kesejahteraan umat.
#baznasbanten #pimpinanbaznasbanten #pelantikanpimpinanbaznasbanten #pemprovbanten
BERITA29/12/2025 | Kartika
BAZNAS RI Terus Beroperasi Dapur Umum di Palembayan Sumbar, Menyediakan Ribuan Porsi Makan bagi Korban Bencana
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI masih aktif meneruskan operasional Dapur Umum di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, demi memenuhi kebutuhan pangan bagi para korban banjir dan tanah longsor setiap hari selama masa darurat. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menyatakan bahwa sejak kejadian bencana, BAZNAS segera membuka dapur umum di beberapa daerah terdampak, termasuk di Palembayan. Hingga saat ini, layanan tersebut tetap berjalan untuk memastikan pasokan makanan bagi warga yang terdampak. "Dapur umum ini sangat dibutuhkan oleh para korban yang masih berada di tempat pengungsian, sehingga kami berkomitmen untuk terus memproduksi makanan," ujar Saidah dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, pada hari Minggu. Tim BAZNAS telah berhasil membagikan 1.100 porsi makanan siap saji setiap hari di wilayah Palembayan. Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah mengingat kebutuhan masyarakat yang tinggi dan distribusi yang terus berlanjut. Kondisi sulit akibat longsor dan cuaca buruk tidak menghentikan upaya tim BTB dalam mendistribusikan bantuan. Meskipun akses jalan terhalang material longsor, tim terus berusaha menjangkau daerah terdampak dengan hati-hati demi kesetaraan distribusi bantuan. BAZNAS memprioritaskan layanan dapur umum di Palembayan untuk memastikan warga memiliki akses terhadap makanan, karena sebagian besar kehilangan sumber pangan mereka akibat bencana. Dapur umum akan tetap beroperasi selama status tanggap darurat masih berlaku, dengan kolaborasi yang diperkuat bersama pemerintah daerah dan mitra kemanusiaan untuk menjamin ketersediaan bantuan secara berkelanjutan. Sebelumnya, BAZNAS telah menyalurkan bantuan evakuasi, dapur air, dan dukungan logistik bagi para korban bencana di Sumatera Barat.
BERITA11/12/2025 | BAZNAS RI
Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, BAZNAS Banten Adakan Pelatihan Public Speaking
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas diri penerima beasiswa, BAZNAS Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Skill Public Speaking bagi penerima Beasiswa SKSS (Satu Keluarga Satu Sarjana) Angkatan 5 sejak bulan Oktober hingga Desember 2025.
Program ini dirancang untuk membekali para penerima beasiswa dengan kemampuan berbicara di depan umum secara percaya diri, menarik, dan komunikatif, sebagai bekal berharga dalam menghadapi dunia akademik maupun profesional di masa depan.
Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Provinsi Banten menggandeng Butterfly Academy Public Speaking & MC dengan menghadirkan pemateri berpengalaman, yaitu Vina Hikmatul Huda, Farhan, dan Fatur Rahman. Melalui metode pembelajaran yang interaktif, mulai dari praktik langsung, role play, hingga evaluasi performa individu, peserta tidak hanya mempelajari teknik vokal, gestur, dan artikulasi, tetapi juga diajak untuk memahami etika berbicara serta kepekaan terhadap audiens.
Pembina SKSS BAZNAS Provinsi Banten, Muhammad Arief, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan karakter dan pengembangan kompetensi mahasiswa penerima beasiswa.
“Tujuan dari pembinaan skill public speaking ini sebagai bekal masa depan penerima beasiswa. Public speaking penting untuk dikuasai dan dapat bermanfaat secara akademik dan nonakademik, serta di berbagai sektor dunia kerja nantinya,” ujar Arief.
Salah satu penerima beasiswa, Dian Syahrul Rhomadoni, turut membagikan pengalamannya selama mengikuti pembinaan.
“Awalnya saya gugup setiap kali harus bicara di depan banyak orang. Tapi setelah beberapa sesi, saya justru menikmati prosesnya. Public speaking bukan sekadar berbicara, tapi tentang bagaimana menyampaikan pesan dengan hati,” ungkapnya.
Melalui pembinaan ini, BAZNAS Provinsi Banten berharap para penerima beasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang efektif, etis, dan inspiratif, sehingga mampu menjadi generasi muda yang siap berkontribusi untuk masyarakat dan bangsa.
BERITA08/12/2025 | Amalia
MILAD 23 BAZNAS BANTEN, MENSYUKURI CAPAIAN MELANJUTKAN PERJUANGAN
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten memperingati Milad ke-23 dengan melaksanakan Wisuda Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Angkatan 4 pada 2 Desember 2025. Sebanyak 18 mahasiswa dari keluarga mustahik resmi diwisuda, terdiri dari 11 lulusan UIN SMH Banten dan 7 lulusan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Syibli Syarjaya, dalam laporannya membuka acara dengan ajakan doa bagi korban bencana di Sumatera.
“Semoga saudara-saudara kita diberi kekuatan, ketabahan, dan keselamatan,” ujarnya.
Ia juga mengumumkan layanan donasi bencana melalui tunai, QRIS, sedekah online, dan transfer. Terkait kinerja kelembagaan, ia menyampaikan capaian penghimpunan ZIS-DSKL hingga November 2025 yang mencapai Rp 30,9 miliar atau 20.000 prosen capaian dari pengumpulan awal Badan Amil Zakat Daerah di Banten tahun 2003.
“Perjuangan panjang ini tidak mudah, namun dukungan masyarakat dan pemerintah menjadi kekuatan utama BAZNAS,” katanya.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten, Amrullah, memberikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS terhadap masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya. Kinerja BAZNAS Banten sangat membanggakan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa potensi dana umat masih sangat besar dan akan dioptimalkan melalui pembentukan UPZ di sekolah dan madrasah serta kerja sama yang lebih erat dengan BAZNAS.
Sementara itu Pimpinan Wilayah Supervisi Banten BAZNAS RI, Zainulbahar Noor, turut mengapresiasi BAZNAS Banten sebagai salah satu BAZNAS provinsi tertua di Indonesia.
“Tema mensyukuri capaian dan melanjutkan perjuangan sangat tepat. Dukungan masyarakat begitu luar biasa dan menjadikan BAZNAS Banten layak menjadi role model nasional,” ungkapnya.
Wakil Gubernur Banten yang diwakili oleh Kepala Biro Kesra Setda, Tb. Rubal Faisal, dalam sambutannya mengajak masyarakat memperbanyak zakat dan sedekah sebagai investasi akhirat.
“Mumpung kita masih berdiri di atas tanah ini, giatlah bersedekah,” ucapnya. Ia juga menegaskan bahwa BAZNAS adalah mitra strategis pemerintah.
“Banyak program pemerintah provinsi yang disokong oleh BAZNAS. Tahun 2026, hibah untuk BAZNAS akan kami tingkatkan agar sinergi semakin kuat,” katanya.
Perayaan Milad ke-23 ini menegaskan komitmen BAZNAS Banten dalam memperkuat pengelolaan zakat, pemberdayaan umat, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi antara lembaga zakat, pemerintah, dan masyarakat.
BERITA02/12/2025 | Amalia
BAZNAS BANTEN GELAR KHITANAN MASSAL : UPAYA HADIRKAN KEBAHAGIAAN DAN KEBERMANFAATAN
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten, menggelar kegiatan Khitanan Massal bertema “Khitanan Massal Sehat Ceria” pada 11 November 2025 lalu. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Sehat BAZNAS Provinsi Banten dengan kuota peserta mencapai 100 anak.
Kegiatan yang juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Grand Krakatau Hotel dengan berpartisipasi menyediakan 250 nasi box, serta Bank Central Asia (BCA) yang memberikan donasi sebesar Rp10 juta untuk infak operasional ini, menjadi wujud nyata kolaborasi antara lembaga, perusahaan, dan masyarakat dalam menghadirkan manfaat bagi sesama.
Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Syibli Syarjaya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan khitanan massal ini merupakan bentuk nyata dari program BAZNAS dalam membantu masyarakat kurang mampu, khususnya di bidang kesehatan.
“Khitan bukan hanya ibadah dan tradisi umat Islam, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kesehatan anak-anak. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan dan kebermanfaatan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Syibli.
Syibli juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini, baik melalui bantuan dana, tenaga medis, maupun fasilitas yang diberikan.
“Sinergi seperti inilah yang diharapkan dapat terus tumbuh. BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menebar kemaslahatan bagi umat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Banten, yang diwakili oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Banten, Tb. Rubal Faisal, turut memberikan apresiasi atas inisiatif dan kepedulian BAZNAS Banten terhadap masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Banten sangat mendukung kegiatan BAZNAS. Kegiatan BAZNAS selaras dengan cita-cita pemerintahan Gubernur Andra Soni dan Dimyati,” ungkapnya.
Kegiatan khitan massal ini berlangsung dengan penuh keceriaan. Anak-anak peserta mendapatkan pelayanan medis terbaik dari tim Rumah Sehat BAZNAS, santunan, serta bingkisan menarik sebagai bentuk perhatian dan motivasi agar mereka merasa nyaman dan bahagia.
BERITA13/11/2025 | Amalia
BAZNAS BANTEN RAIH PENGHARGAAN MITRA STRATEGIS DAN KONSISTEN KERJA SAMA MEDIA PUBLIKASI ZAKAT
Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Harian Umum Kabar Banten akhir Oktober lalu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan menerima penghargaan sebagai Mitra Strategis dan Konsisten Kerja Sama Media Publikasi Zakat. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen BAZNAS Banten dalam menjalin kemitraan yang berkelanjutan dengan media massa, khususnya dalam penyebarluasan informasi dan edukasi zakat kepada masyarakat Banten.
Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Syibli Syarjaya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan tersebut.
“Kami mengapresiasi Harian Umum Kabar Banten yang telah menjadi mitra penting dalam mendukung dakwah zakat. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan publikasi zakat agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Melalui kolaborasi dengan media, BAZNAS Banten berkomitmen untuk memperluas jangkauan informasi tentang program-program zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya, sehingga dapat menginspirasi lebih banyak muzaki dan mustahik untuk terlibat aktif dalam pengentasan kemiskinan di Banten.
BERITA05/11/2025 | Amalia
BAZNAS BANTEN DISTRIBUSIKAN 41 RUMAH LAYAK HUNI DI KABUPATEN PANDEGLANG
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten kembali menyalurkan bantuan Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) bagi masyarakat di Kabupaten Pandeglang. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis di Pendopo Bupati Pandeglang, Kamis (30/10/2025), sebagai bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS Banten dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang profesional dan amanah.
Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Syibli Syarjaya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen bersama dalam meningkatkan kesejahteraan umat.
“Sebanyak 41 unit bantuan rumah dengan total nilai Rp1.015.000.000 mulai hari ini akan didistribusikan di Kabupaten Pandeglang. Program Rumah Layak Huni ini merupakan salah satu program prioritas BAZNAS Provinsi Banten untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan memberikan bantuan yang tepat sasaran. Kami berharap, bantuan ini dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penerima manfaat,” ujar Syibli.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Pandeglang, Fery Hasanudin, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan BAZNAS Provinsi Banten kepada masyarakat Pandeglang.
“Alhamdulillah, hari ini Kabupaten Pandeglang kembali mendapat bantuan Rumah Layak Huni. Kami selalu berkoordinasi dengan Ibu Bupati agar pelaksanaan program ini dapat berjalan masif, berkeadilan, dan proporsional. Keberhasilan program ini tentu memerlukan partisipasi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, turut menyampaikan rasa terima kasih atas sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan BAZNAS di semua tingkatan.
“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami yang masih memiliki angka kemiskinan cukup tinggi. Ini adalah wujud nyata kepedulian sosial dan semangat gotong royong umat Islam dalam membantu sesamanya. Kami berharap para penerima manfaat dapat menjaga, merawat, dan memanfaatkan rumah ini sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Banten, Dimyati A. Natakusumah, turut memberikan apresiasi atas transparansi dan profesionalitas pengelolaan dana zakat oleh BAZNAS Banten.
“Saya pribadi bahagia menunaikan zakat dan menyerahkan gaji saya melalui BAZNAS karena saya melihat pengelolaannya dilakukan secara transparan, efektif, dan ekonomis. Saya juga mengimbau kepada seluruh ASN Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten agar menunaikan zakatnya melalui BAZNAS,” tuturnya.
BERITA31/10/2025 | Amalia

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Banten.
Lihat Daftar Rekening →