WhatsApp Icon
BAZNAS BANTEN TEGASKAN ZAKAT TIDAK DIGUNAKAN UNTUK PROGRAM MBG

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten tegaskan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat tidak digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

 

Hal tersebut selaras dengan apa yang disampaikan oleh Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Rizaludin Kurniawan, yang mengatakan bahwa pemanfaatan ZIS memiliki aturan penggunaan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.

 

“Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/2/2026). 

 

Ia menegaskan, ZIS hanya dapat diperuntukkan bagi delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam, yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab atau hamba sahaya, gharimin atau orang yang terlilit utang untuk memenuhi kebutuhan dasar, fisabilillah, serta ibnu sabil atau musafir yang kehabisan bekal.

 

Sementara itu, Ketua BAZNAS Banten, Wawan Wahyuddin, menegaskan bahwa BAZNAS Banten menjujung tinggi prinsip 3A yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.

 

“Seluruh proses penghimpunan maupun pendistribusian di BAZNAS Banten harus tetap dalam berada di koridor 3A tersebut, dan tidak boleh menyimpang dari aturan yang berlaku.

 

Ia juga menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan pengelolaan ZIS, BAZNAS Banten selalu di audit baik oleh Kantor Akuntan Publik, maupun Inspektorat Jenderal Kementrian Agama agar pengelolaan dana ZIS dapat berjalan secara transparan, akuntabel, serta sesuai dengan prinsip syariah dan peraturan 

perundang-undangan.

 

“Kami mengimbau masyarakat Banten agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat. Amanah dari muzaki akan tetap terjaga dan seluruh dana zakat disalurkan secara tepat sasaran bagi fakir miskin serta kelompok rentan” ungkap Wawan.

27/02/2026 | Kontributor: Amalia
BAZNAS Banten Gelar Opening Ceremony Semarak Ramadan 1447 H di Mall of Serang

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten resmi membuka kegiatan Semarak Ramadan 1447 H yang digelar di Mall of Serang pada Sabtu, 21 Februari 2026. Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi bersama Mall of Serang dan Bank Jabar Banten Syariah (BJB Syariah), serta didukung berbagai mitra strategis.

 

Dalam seremoni pembukaannya, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BAZNAS Banten, BJB Syariah, dan Kabar Banten terkait kerja sama publikasi dan iklan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Antara BAZNAS Banten dengan MOS terkait penyelenggaraan kegiatan Semarak Ramadan. Selain itu, BAZNAS Banten juga menjalin kerja sama dengan Klinik Utama Mata Saruni untuk pelaksanaan operasi katarak gratis bagi mustahik sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat kurang mampu.

 

Ketua BAZNAS Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan bahwa kegiatan Semarak Ramadan tahun ini akan berlangsung sepanjang bulan suci dengan beragam program edukatif, sosial, dan religius. Di antaranya bincang seputar zakat, cek kesehatan gratis, talkshow hikmah kesehatan dalam berpuasa, dongeng dan kaligrafi Ramadan, interactive charity experience, penampilan nasyid, beauty class dan hijab workshop, cek kesehatan mata gratis, lomba hafalan surat pendek, Ramadan Runway Fashion Show, Teman Sekarya Kids Craft, lomba dai cilik, MOS Spotlight Ramadan, edukasi investasi emas, literasi keuangan syariah, kajian islami, hingga live music religi.

 

Selama Ramadan, masyarakat juga dapat memanfaatkan gerai konsultasi serta layanan pembayaran zakat, infak, dan sedekah yang tersedia setiap hari di area Mall of Serang, dengan dukungan penuh dari BJB Syariah sebagai sponsor.

 

Pimpinan BJB Syariah Cabang Serang, Handri Rahmat Ilahi, menyampaikan harapan agar sinergi antara lembaga keuangan syariah, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Banten, serta BAZNAS terus diperkuat. 

 

“Kami berdoa agar kolaborasi ini semakin solid dan BAZNAS semakin hebat dalam mengemban amanah umat,” ujarnya.

 

Sementara itu, perwakilan Mall of Serang, Radella, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan tahun kelima penyelenggaraan program Ramadan bersama BAZNAS. Mereka berharap Semarak Ramadan dapat menghadirkan suasana kebersamaan serta memberikan pengalaman yang berkesan dan bermanfaat bagi masyarakat.

 

Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah, yang hadir dalam kesempatan tersebut mengapresiasi peran BAZNAS sebagai solusi dalam membantu masyarakat kurang mampu.

 

"Biasanya untuk operasi katarak itu membutuhkan biaya banyak, tapi karena BAZNAS, biaya itu bisa dipangkas hanya menjadi 2,5 juta per mata." ungkapnya.

 

Ia juga mengajak seluruh masyarakat di Banten untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi. 

 

"BAZNAS adalah instrumen negara yang harus kita perkuat agar manfaatnya, outcomenya, dan impactnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara transparan juga tepat sasaran" ujarnya.

22/02/2026 | Kontributor: Amalia
BAZNAS Banten Dukung Program Indonesia Santripreneur Care, Dari Banten Untuk Indonesia

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menghadiri dan menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan Indonesia Santripreneur Care: Dari Banten untuk Indonesia yang digelar di Aula UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh IKALUIN Wilayah Banten ini menjadi momentum kolaborasi dalam membangun ekosistem santripreneur yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ace Hasan Syadzily, Ketua BAZNAS Banten Wawan Wahyuddin, Ketua Umum INKOPONTREN Marsudi Syuhud, serta Ketua IKALUIN Wilayah Banten Agus Syabarruddin, bersama unsur akademisi dan pemangku kepentingan lainnya.

 

Ketua BAZNAS Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa penguatan kewirausahaan santri sejalan dengan misi BAZNAS dalam pendayagunaan zakat produktif. Program santripreneur dinilai mampu mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki serta memperluas dampak ekonomi umat secara berkelanjutan.

 

Menurutnya, BAZNAS Banten siap menghadirkan berbagai program pemberdayaan, seperti penguatan SKSS (Satu Keluarga Satu Sarjana) dan pengembangan gagasan “Satu Keluarga Satu Pengusaha” melalui pembinaan dan pelatihan kewirausahaan bagi santri di pondok pesantren.

 

Sementara itu, Marsudi Syuhud menegaskan bahwa santri tidak hanya berperan sebagai penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi. Dengan jumlah pesantren yang besar di Indonesia, santri memiliki potensi strategis dalam menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, serta membangun ekosistem ekonomi yang adil sesuai prinsip Maqashid Syariah.

 

Ace Hasan Syadzily dalam pemaparannya via zoom menekankan pentingnya kehadiran negara dalam mendukung pengembangan santripreneur. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui kebijakan afirmatif, akses permodalan, pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, serta perluasan akses pasar. Menurutnya, pondok pesantren bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.

 

Kegiatan ini juga menegaskan mandat strategis, di antaranya penguatan pesantren sebagai basis pembangunan nasional, sinergi program nasional berbasis pesantren, penguatan peran Inkopontren sebagai agregator ekonomi pesantren, serta pengembangan santripreneur sebagai kontribusi nyata bagi ekonomi daerah dan nasional. Banten pun diharapkan menjadi model nasional pengembangan program berbasis pondok pesantren yang dapat direplikasi di berbagai daerah.

 

Melalui kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan, Indonesia Santripreneur Care diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu dan akhlak, tetapi juga tangguh secara ekonomi dan menjadi bagian penting dalam memperkuat kemandirian bangsa.

15/02/2026 | Kontributor: Amalia
BAZNAS Banten Tetapkan Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah 1447 H, Permudah Umat Tunaikan Kewajiban

BAZNAS Banten Tetapkan Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah 1447 H, Permudah Umat Tunaikan Kewajiban

 

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten resmi menetapkan nilai zakat fitrah dan fidyah untuk wilayah Provinsi Banten melalui Surat Keputusan Ketua BAZNAS Provinsi Banten nomor 006 tahun 2026. Penetapan ini dilakukan guna memberikan kemudahan dan kepastian bagi umat Muslim dalam menunaikan kewajiban zakat fitrah dan fidyah.

 

Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, menyampaikan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan hasil kajian bersama MUI Provinsi Banten, Kanwil. Kemenag Provinsi Banten, dan berdasarkan prediksi harga beras pada bulan Ramadhan dari Bulog, Dinas Ketapang Prov. Banten, survey harga di 3 pasar serta berdasarkan ketetapan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten.

 

“Kami ingin memastikan umat Muslim di Banten dapat menunaikan zakat fitrah dengan mudah, sesuai ketentuan syariat dan kondisi harga di daerah masing-masing. Penetapan ini juga menjadi panduan resmi agar tidak terjadi perbedaan yang membingungkan di tengah masyarakat,” ujarnya.

 

Adapun zakat fitrah dapat ditunaikan dalam bentuk beras sebanyak 2,5 kilogram atau 3,5 liter per jiwa, atau setara uang sebesar:

• Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kota Cilegon, dan Kota Serang sebesar Rp40.000 per jiwa

• Kabupaten Pandeglang sebesar Rp45.000 per jiwa

• Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang sebesar Rp47.000 per jiwa

• Kota Tangerang Selatan sebesar Rp50.000 per jiwa

Sementara itu, untuk ketentuan fidyah ditetapkan sebesar Rp50.000 per hari per jiwa.

 

BAZNAS Provinsi Banten juga mengimbau masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih terarah, transparan, dan akuntabel, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh para mustahik di seluruh wilayah Provinsi Banten.

11/02/2026 | Kontributor: Amalia
BAZNAS Provinsi Banten Gelar FGD Zakat Profesi, Bahas Tantangan Literasi hingga Kepatuhan Muzaki

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Zakat Profesi dan Tantangan Implementasi: Literasi Zakat, Kepatuhan Muzaki, dan Peran Amil”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 9 Februari 2026 bertempat di Kantor BAZNAS Provinsi Banten.

FGD tersebut menghadirkan sejumlah narasumber lintas lembaga dan tokoh keagamaan, di antaranya Ketua BAZNAS Provinsi Banten periode 2020–2025 Syibli Syarjaya, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten Amrullah, Sekretaris Jenderal MUI Provinsi Banten Endang Saeful Anwar, serta Ketua Majelis Pesantren Salafi Martin Syarqowi.

 

Ketua BAZNAS Provinsi Banten Wawan Wahyuddin yang membuka kegiatan FGD tersebut menegaskan bahwa perkembangan kehidupan yang begitu cepat menuntut pengelolaan zakat yang adaptif dan berdaya guna. Menurutnya, zakat harus mampu menjadi instrumen keberkahan sekaligus solusi sosial yang terus mengibarkan semangat perbaikan dan kebaikan.

 

Sementara itu, dalam paparannya, Martin Syarqowi, salah satu tokoh keagamaan di Provinsi Banten, menjelaskan bahwa istilah zakat profesi berangkat dari konsep kasab, yakni setiap bentuk usaha atau penghasilan, baik dari bertani, berdagang, maupun profesi lainnya. Ia menegaskan bahwa tidak ada perdebatan mengenai keberadaan zakat profesi, karena pada prinsipnya zakat profesi memang ada. Namun demikian, menurutnya, yang perlu terus dikaji adalah bagaimana penghasilan tersebut dikategorikan secara tepat, baik dalam penentuan posisi sebagai muzaki maupun mustahik, agar penerapan zakat profesi tetap sesuai dengan kaidah syariat dan memberikan keadilan bagi seluruh pihak.

 

Selaras dengan apa yang disampaikan oleh Martin, Endang Saeful Anwar Sekjen MUI Banten menyampaikan bahwa Majelis Ulama Indonesia telah memberikan perhatian besar terhadap isu zakat. Hingga kini, MUI telah mengeluarkan lebih dari 25 fatwa terkait zakat, termasuk Fatwa MUI Nomor 03 Tahun 2023 tentang zakat penghasilan.

 

“Semua bentuk penghasilan wajib dikeluarkan zakatnya apabila telah memenuhi nishab. Fatwa tersebut masih berlaku dan belum ada pencabutan. Namun demikian, perlu kajian lanjutan terkait penetapan nishab serta perhitungan zakatnya,” jelasnya.

 

Syibli Syarjaya menyoroti aspek regulasi dan pengelolaan zakat. Ia menyampaikan bahwa pengelolaan zakat di Indonesia telah memiliki berbagai payung hukum yang jelas. 

 

“Diskusi kita hari ini bukan lagi soal boleh atau tidaknya zakat profesi, tetapi bagaimana cara mengoptimalkan implementasinya agar sesuai regulasi, syariat, dan memberi manfaat maksimal,” tegas Syibli.

 

Perwakilan Kanwil Kemenag Provinsi Banten Amrullah dalam paparan nya juga menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam mendukung implementasi Undang-Undang Zakat. Menurutnya, penguatan regulasi dan kebijakan teknis menjadi kunci, termasuk penerapan surat kesediaan zakat kepada setiap muzaki ASN serta kajian komprehensif terkait profesi tertentu.

 

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan publikasi yang dilakukan oleh BAZNAS Provinsi Banten. 

 

“Distribusi zakat perlu terus dipublikasikan melalui video, brosur, dan laporan berkala agar masyarakat mengetahui bahwa zakat dikelola secara akuntabel dan tepat sasaran.” ujarnya.

09/02/2026 | Kontributor: Amalia

Berita Terbaru

PENDAMPING MELAKUKAN SILATURAHMI DAN MONITORING PROGRAM Z-CHICKEN
PENDAMPING MELAKUKAN SILATURAHMI DAN MONITORING PROGRAM Z-CHICKEN
Selasa (09/07/2025), Pendamping program melakukan peninjauan kepada para penerima manfaat Z-Chicken. Program Z-Chicken merupakan pemberdayaan mustahik berkonsep waralaba ayam goreng crispy. Penyaluran bantuan usaha fried chicken ini diberikan kepada penerima manfaat berupa fasilitas lengkap baik etalase untuk penjualannya, bahan baku mentah ayam yang sudah dibumbui beserta tepung ayamnya. Program Z-Chicken merupakan sebuah upaya untuk mengentaskan kemiskinan melalui peningkatan ekonomi rumah tangga di Provinsi Banten, khusus nya di Kota Serang. Pemberian modal usaha diharapkan dapat meningkatkan pendapatan bagi penerima manfaat sehingga bisa menaikkan taraf hidupnya. 6 (enam) penerima manfaat Z-Chicken di tahun 2025 ini tidak hanya diberikan fasilitas lengkap saja, mereka juga diberikan pelatihan atau bimbingan teknis agar para penerima manfaat yang merupakan pemula dalam bidang tersebut dapat mengolah bahan baku ayam crispy dengan inovasi-inovasi lainnya melalui proses pendampingan program yang dilaksanakan oleh tim pendistribusian dan pendayagunaan.
BERITA11/07/2025 | Amalia
BAZNAS BANTEN DISTRIBUSIKAN RUMAH LAYAK HUNI DAN BANTUAN PENDIDIKAN
BAZNAS BANTEN DISTRIBUSIKAN RUMAH LAYAK HUNI DAN BANTUAN PENDIDIKAN
Pandeglang, 3 Juli 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menyalurkan sejumlah program kemanusiaan dan pendidikan di Kabupaten Pandeglang. Bertempat di Pendopo Bupati Kabupaten Pandeglang, BAZNAS Banten bersama BAZNAS Kabupaten Pandeglang, Bupati Pandeglang dan Wakil Gubernur Banten secara simbolis menyerahkan bantuan berupa rumah layak huni dan bantuan pendidikan. Sebanyak 21 unit rumah layak huni diserahkan kepada masyarakat, terdiri dari 19 unit yang didanai oleh BAZNAS Provinsi Banten dan 2 unit dari BAZNAS Kabupaten Pandeglang. Total nilai bantuan untuk program rumah layak huni ini mencapai Rp475 juta. Tak hanya itu, BAZNAS Banten juga menyalurkan bantuan pendidikan untuk 86 pelajar, terdiri dari siswa SLTA dan mahasiswa, dengan total bantuan senilai Rp135 juta. Di bidang keagamaan, bantuan juga diberikan kepada 14 lembaga masjid dan musala, dengan nilai setara Rp120 juta hingga awal Juni 2025, total dana zakat, infak, dan sedekah yang telah didistribusikan BAZNAS Banten untuk wilayah Pandeglang mencapai Rp730 juta. Ketua BAZNAS Kabupaten Pandeglang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak, khususnya BAZNAS Provinsi Banten dan Pemerintah Daerah yang terus bersinergi dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Pandeglang,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Banten mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Bupati Pandeglang ke kantor BAZNAS Banten pada 20 Juni lalu. “Dari silaturahmi tersebut, terungkap beberapa program daerah yang ternyata sejalan dengan program-program BAZNAS. Inilah salah satu buah dari kolaborasi dan komunikasi yang baik,” jelasnya. Bupati Pandeglang dalam sambutannya mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dan BAZNAS. “Kami mengapresiasi BAZNAS Banten atas penyaluran bantuan rumah layak huni, bantuan pendidikan, dan pengobatan gratis melalui Rumah Sehat BAZNAS. Ini adalah bukti nyata bahwa sinergi dan silaturahmi yang baik antara pemerintah daerah dan BAZNAS, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, mampu memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Semoga program ini terus berlanjut dan Allah membalas para muzaki dan munfik dengan pahala yang berlipat ganda,” tutur Bupati. Wakil Gubernur Banten yang turut hadir dalam kegiatan ini memberikan pesan penuh makna tentang pentingnya zakat. “Zakat itu perintah Allah. Untuk apa zakat itu? Saya sebut dengan 9M: menyucikan harta, menumbuhkan rasa syukur, meningkatkan kepekaan sosial, mengurangi kesenjangan, mengentaskan kemiskinan, menumbuhkan ekonomi umat, menjaga stabilitas sosial, menguatkan ukhuwah Islamiyah, dan mendukung fungsi lembaga,” katanya. Beliau menambahkan pantun yang mengundang senyum hadirin: “Pagi-pagi makan rujak buah nanas, Makannya dengan kolak blewah, Kalau kita punya zakat, infak, dan sedekah, Bayarlah ke BAZNAS, insya Allah hidup kita barokah.”
BERITA04/07/2025 | Amalia
RUMAH SEHAT BAZNAS BANTEN GELAR DONOR DARAH BEKERJASAMA DENGAN PMI
RUMAH SEHAT BAZNAS BANTEN GELAR DONOR DARAH BEKERJASAMA DENGAN PMI
Rumah Sehat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Banten bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar kegiatan donor darah yang berlangsung pada 23 Juni 2025 di Rumah Sehat BAZNAS Banten, Kota Serang. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di wilayah Banten serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya donor darah sebagai bentuk nyata kepedulian sosial dan kemanusiaan. Puluhan peserta dari berbagai kalangan, termasuk pegawai BAZNAS, tenaga kesehatan, masyarakat umum, hingga mahasiswa, turut ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut. Sebelum mendonorkan darah, peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis untuk memastikan kondisi tubuh mereka layak untuk mendonorkan darah. Kepala Rumah Sehat BAZNAS Banten, dr. Selamet, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan khususnya dalam membantu ketersediaan darah bagi yang membutuhkan. “Kami berharap kegiatan donor darah ini bisa menjadi agenda rutin yang tidak hanya membantu PMI dalam menyediakan stok darah, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat serta menambah kesadaran akan pentingnya menyumbangkan darah untuk menyelamatkan jiwa manusia” ujarnya. Dengan adanya kegiatan ini, Rumah Sehat BAZNAS Banten tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan gratis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya kemanusiaan yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.
BERITA24/06/2025 | Amalia
BAZNAS Banten kembali gelar kegiatan penguatan pengumpulan se-provinsi banten
BAZNAS Banten kembali gelar kegiatan penguatan pengumpulan se-provinsi banten
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Provinsi Banten kembali menggelar kegiatan Penguatan Pengumpulan Zakat yang kali ini bertempat di Pesona Krakatau Hotel, Anyer pada Selasa, 17 Juni 2025. Forum ini menjadi ajang kedua yang diselenggarakan pada tahun 2025, menegaskan komitmen BAZNAS se-Provinsi Banten untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam upaya optimalisasi pengumpulan zakat di wilayah provinsi. Kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi praktik baik dalam pengelolaan zakat, termasuk pelatihan pembuatan dashboard pengumpulan yang praktis dan aplikatif. Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Syibli Syarjaya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum ini memiliki arti penting dalam mendekatkan langkah-langkah konkret untuk mencapai potensi zakat di Provinsi Banten yang telah dicanangkan oleh Puskas Baznas RI, yakni sebesar Rp11,03 triliun. “Ini adalah kali kedua kegiatan seperti ini digelar di tahun 2025. Sangat signifikan bagi kita untuk terus mengejar potensi zakat di Banten. Pertemuan ini juga menjadi upaya mendekatkan diri pada target potensi tersebut, sekaligus menyelaraskan dengan target penghimpunan yang telah ditetapkan dalam bentuk Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT),” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Serang yang kali ini menjadi tuan rumah kegiatan menyampaikan harapannya atas kelancaran kegiatan ini yang diikuti oleh 39 peserta dari berbagai BAZNAS kabupaten/kota se-Banten. “Alhamdulillah, ada 39 peserta yang hadir. Kami berharap kegiatan ini berjalan dengan baik hingga selesai dan memberikan hasil yang bermanfaat bagi seluruh peserta,” ungkapnya. Firman Taufik, Kepala Divisi Infak dan Operasional Baznas RI, yang turut hadir sebagai narasumber, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan forum ini. Ia menekankan pentingnya forum ini tidak hanya sebagai ajang sosialisasi, tetapi juga sebagai ruang diskusi dan inovasi bersama. “Mudah-mudahan forum penguatan pengumpulan zakat di Banten ini menjadi kegiatan yang berkelanjutan. Kami di Baznas RI tidak hanya hadir sebagai narasumber, tapi juga ingin berbagi agar kita memiliki visi dan misi yang sama. Apa yang sudah kami terapkan di pusat bisa diduplikasi di daerah, agar pengumpulan zakat semakin kuat,” jelas Firman. Ia juga mendorong seluruh peserta untuk terus menggali potensi zakat dan infak yang masih terbuka lebar, melalui inovasi dalam strategi dan pendekatan pengumpulan.
BERITA18/06/2025 | Amalia
Rumah Sehat BAZNAS Banten gelar donor darah dan pemeriksaan kesehatan
Rumah Sehat BAZNAS Banten gelar donor darah dan pemeriksaan kesehatan
Halo Sahabat Rumah Sehat BAZNAS Banten!!! Ada Info baru nih kami akan menyelenggarakan kegiatan DONOR DARAH bersama Palang Merah Indonesia yang akan di laksanakan : Senin, 23 Juni 2025 08.30 s/d Selesai Klinik Pratama Rumah Sehat Baznas Banten AYO DONOR DARAH!! Your Blood Will Save Someone’s Life? #rumahsehatbaznasbanten #donordarah #baznasbanten #baznasindonesia
BERITA17/06/2025 | Kartika
Baznas Banten Salurkan Daging Kurban Hingga ke Ujung Kulon
Baznas Banten Salurkan Daging Kurban Hingga ke Ujung Kulon
Momentum Idul Adha 1446 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten kembali menyalurkan hewan kurban ke berbagai wilayah di Banten, dengan fokus utama pada desa-desa yang masuk kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Salah satu titik terjauh yang menjadi prioritas distribusi tahun ini adalah wilayah Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang. Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Syibli Syarjaya, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari misi pemerataan distribusi manfaat kurban kepada masyarakat yang selama ini sulit dijangkau. “Kami ingin memastikan bahwa kebahagiaan Idul Adha tidak hanya dirasakan di kota-kota besar, tapi juga di desa-desa terpencil yang sering kali luput dari perhatian, termasuk wilayah perbatasan seperti Ujung Kulon,” ungkapnya. Dalam program ini, BAZNAS Provinsi Banten mendistribusikan lebih dari 100 ekor hewan kurban, terdiri dari sapi dan kambing, ke berbagai kabupaten dan kota termasuk ke desa-desa di Lebak, Pandeglang, Kab.Serang, dan kawasan selatan Banten. Distribusi ke Ujung Kulon menjadi salah satu tantangan tersendiri karena medan yang sulit dan terbatasnya akses transportasi. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat dari para amil yang terjun langsung dalam proses pendistribusian. Daging kurban diterima dengan penuh syukur oleh masyarakat setempat, yang dalam beberapa tahun terakhir sangat jarang merasakan daging kurban karena keterbatasan pasokan. “Ini kali pertama desa kami mendapatkan distribusi kurban dari BAZNAS. Warga sangat antusias dan bersyukur.” ujar salah satu masyarakat dari Desa Kp. Cikawung, yang menjadi titik distribusi di kawasan Ujung Kulon. Program distribusi kurban ini juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat, di mana sebagian hewan kurban dibeli langsung dari peternak lokal di Banten untuk mendukung ekonomi umat.
BERITA12/06/2025 | Amalia
Aldira, Penerima Beasiswa BAZNAS jadi Duta Bahasa Aceh 2025
Aldira, Penerima Beasiswa BAZNAS jadi Duta Bahasa Aceh 2025
Aldira Malini, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala dan penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS, berhasil meraih Juara Harapan 1 dalam ajang Duta Bahasa Provinsi Aceh Tahun 2025. Prestasi ini menjadi bukti bahwa dukungan BAZNAS tidak hanya meringankan beban biaya pendidikan, tetapi juga membuka jalan bagi para mustahik untuk berkarya dan menginspirasi masyarakat luas. Dalam ajang tersebut, Aldira mengusung krida kebahasaan bertajuk “Gen Z Gengsi, Bahasa Daerah Mati Suri” yang bertujuan membangkitkan kebanggaan generasi muda terhadap bahasa daerah, khususnya Bahasa Aceh. Ia menyampaikan pentingnya peran keluarga dalam mewariskan bahasa ibu sejak dini, serta menggandeng PKK dan BKKBN untuk sosialisasi dan audiensi yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Keberhasilan Aldira menjadi pengingat bahwa mustahik memiliki potensi besar jika diberi akses dan kesempatan yang adil. “Bahasa adalah cahaya. Siapa yang menjaganya, dia akan jadi penerang bagi generasinya”, Ujarnya. BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat terus memperkuat perannya dalam mendukung pendidikan dan pengembangan diri anak-anak bangsa, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Bantuan ini tak hanya bersifat materi, tetapi juga menjadi cahaya yang menuntun generasi penerus menuju masa depan gemilang. Melalui dukungan program seperti Beasiswa Cendekia, BAZNAS tidak hanya membantu kebutuhan pendidikan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mencetak generasi Muslim yang berdaya, berkarakter, dan peduli terhadap identitas bangsa. Prestasi Aldira membuktikan bahwa zakat yang disalurkan melalui BAZNAS mampu mengangkat derajat mustahik dan membawa keberkahan bagi umat. Kontributor: Raeihan Ramadhan Editor: YMK
BERITA02/06/2025 | Raeihan Ramadhan
Pesan Waka 1 BAZNAS di Pembinaan SKSS: Pemuda Jangan ‘Moving by Order
Pesan Waka 1 BAZNAS di Pembinaan SKSS: Pemuda Jangan ‘Moving by Order
Banten – BAZNAS Provinsi Banten kembali menyelenggarakan acara Pembinaan Umum SKSS (Satu Keluarga Satu Sarjana) dengan tema “Peran Generasi Muda dalam Optimalisasi Pengumpulan Zakat” pada Selasa, 27 Mei 2025, pukul 16.00 WIB, bertempat di Kantor BAZNAS Provinsi Banten. Acara ini diikuti oleh penerima beasiswa SKSS, yang merupakan bagian dari program unggulan BAZNAS Banten dibidang pendidikan. Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, H. Zaenal Abidin Suja’i, Lc., diundang sebagai pembicara utama untuk memberikan arahan dan motivasi. Dalam materinya, Zaenal menegaskan bahwa pemuda memiliki peran krusial dalam memperkuat sistem pengumpulan zakat. Ia menekankan pentingnya keaktifan SKSS dalam mengoptimalkan zakat melalui kolaborasi dan inisiatif pribadi, bukan hanya bergerak karena perintah. “Pemuda memiliki peran penting dalam pengoptimalan pengumpulan zakat. Jangan hanya bergerak ketika disuruh. Jangan ‘moving by order’, tetapi jadilah pribadi yang proaktif dan punya inisiatif,” ujar Zaenal. Zaenal juga mengingatkan para penerima beasiswa SKSS agar membentengi diri dengan keimanan dan ketakwaan yang kokoh. “Pemuda harus dibentengi oleh iman dan taqwa. Keimanan yang kokoh akan menjadi kekuatan dalam menghadapi segala tantangan dan tetap istiqamah dalam berbuat baik,” tambahnya. Pembinaan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman para penerima beasiswa SKSS tentang pentingnya zakat dan peran mereka dalam membantu BAZNAS Provinsi Banten dalam mensyiarkan zakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para peserta SKSS dapat memberikan kontribusi lebih dalam pengumpulan zakat dan keberlanjutan program-program sosial yang diselenggarakan oleh BAZNAS. Acara ini juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS Banten untuk membentuk SDM yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga paham akan peran sosial mereka dalam masyarakat melalui zakat.
BERITA30/05/2025 | Naufal Nabiludin
Gelar BIMTEK UPZ BAZNAS Banten "Tingkatkan Sinergitas dengan lembaga filontropi"
Gelar BIMTEK UPZ BAZNAS Banten "Tingkatkan Sinergitas dengan lembaga filontropi"
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pengelolaan ZIS DSKL bagi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS se-Provinsi Banten pada Kamis (22/5). Kegiatan ini berlangsung di Aula Pascasarjana UIN SMH Banten dan dihadiri oleh para delegasi UPZ BAZNAS dari berbagai instansi serta dua pimpinan BAZNAS Provinsi Banten, yakni Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, Zaenal Abidin Sujai, dan Wakil Ketua IV Bidang ADM SDM dan Umum, Mulyadi. Dalam sambutannya, Zaenal Abidin Sujai menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari rutinitas strategis untuk memperkuat peran UPZ secara berkelanjutan. “Pelatihan bimtek adalah rutinitas sebagai pengingat kepada UPZ untuk terus mengoptimalisasikan perannya secara berkala,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya sinergitas antara BAZNAS dengan lembaga filantropi dan instansi lain sebagai langkah strategis dalam memaksimalkan potensi zakat. “Sinergitas BAZNAS dengan lembaga filantropi instansi hingga perlu mendapatkan respon dari teman-teman UPZ. Sinergitas ini merupakan tugas yang penting dalam rangka membantu muzaki dalam membersihkan hartanya dan membantu mustahik dalam mencapai kesejahteraannya menjadi muzaki,” lanjutnya. Bimtek ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS DSKL) di lingkungan UPZ serta mempersiapkan program-program ke depan, khususnya dalam menghadapi momentum ibadah kurban. Adapun materi pelatihan yang diberikan meliputi empat topik utama yaitu Penguatan UPZ dan Strategi Pengumpulan ZIS DSKL, Mekanisme Pendistribusian ZIS oleh UPZ, Media dan Komunikasi UPZ, Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) serta Pelaporan UPZ. Dengan adanya kegiatan ini, BAZNAS Provinsi Banten berharap pengelolaan ZIS DSKL di setiap UPZ semakin optimal, baik pelayanan pengumpulan zakat di instansi masing-masing dan juga sosialisasi zakat.
BERITA24/05/2025 | Amalia
ZChicken BAZNAS Bantu Bang Rahmat Naik Kelas Jadi Saudagar
ZChicken BAZNAS Bantu Bang Rahmat Naik Kelas Jadi Saudagar
Program ZChicken dari BAZNAS berhasil membantu Bang Rahmat, warga DKI Jakarta, meningkatkan usahanya dari hanya menumpang jualan di pinggir jalan menjadi pemilik usaha ayam krispi dengan ruko sendiri. Perubahan ini menunjukkan keberhasilan program pemberdayaan ekonomi mustahik yang dijalankan BAZNAS. Setelah mengikuti program ZChicken, omzet usaha Bang Rahmat melonjak dua kali lipat. Penjualan ayam goreng miliknya kini mencapai 100 potong per hari, memperluas jangkauan pelanggan dan meningkatkan penghasilannya secara signifikan. Bang Rahmat, di Jakarta, Jumat (16/5/2025) mengatakan, ia terus berupaya agar bisa menjadi muzaki, setelah sebelumnya menjadi mustahik. Transformasi ini menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dikelola secara produktif mampu mengubah kehidupan dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Kontributor: Najwa Najihah Editor: YMK
BERITA24/05/2025 | Najwa Najihah
BAZNAS Banten Selenggarakan Pelatihan Pemulasaran Jenazah Sesuai Syariat
BAZNAS Banten Selenggarakan Pelatihan Pemulasaran Jenazah Sesuai Syariat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menggelar pelatihan pemulasaraan jenazah di Aula UIN SMH Banten, Rabu (21/5). Dengan mengusung tema “Pemulasaraan Jenazah Sesuai Syariat, Menghormati Jenazah dengan Tepat”, pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Banten dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pelaksanaan pemulasaraan yang sesuai dengan tuntunan agama Islam, serta sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi jenazah secara layak dan bermartabat. Sebanyak 120 peserta hadir dari berbagai wilayah di Provinsi Banten yang merupakan utusan dari tiap Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), RT, maupun RW. Pelatihan ini memiliki tujuan diantaranya adalah menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengurusan jenazah sesuai tuntunan agama, membekali masyarakat dengan kemampuan yang memadai dalam proses pemulasaraan, mensosialisasikan tata cara pengurusan jenazah yang benar menurut syariat Islam, melatih masyarakat agar dapat melaksanakan pemulasaraan sesuai prosedur, menciptakan regenerasi pegiat sosial yang siap mengurus jenazah di lingkungan masing-masing dan mendorong para peserta untuk menularkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh kepada masyarakat di tempat tinggalnya. Plh. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Banten, Ace Sumirsa Ali, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan harapan besar terhadap para peserta. “Insya Allah, Bapak dan Ibu adalah orang-orang terpilih dengan keberanian. Mohon doanya agar BAZNAS terus bisa membersamai perjuangan agama di masyarakat salah satunya dengan hadirnya kegiatan ini,” ujarnya. Kegiatan berlangsung khidmat dan interaktif, dengan sesi teori dan praktik langsung yang dipandu oleh para narasumber berkompeten di bidang fiqih jenazah. Dengan pelatihan ini, BAZNAS Banten berharap terbentuk kader-kader pengurus jenazah yang siap membantu masyarakat dalam menghadapi salah satu fase penting dalam kehidupan, yakni kematian, dengan penuh hormat dan sesuai tuntunan agama.
BERITA22/05/2025 | Amalia
BAZNAS Dorong Pertanian Organik di Barito Kuala Lewat Pupuk Hayati Cair
BAZNAS Dorong Pertanian Organik di Barito Kuala Lewat Pupuk Hayati Cair
Komitmen terhadap pertanian ramah lingkungan terus digaungkan para petani binaan BAZNAS di berbagai daerah. Salah satunya ditunjukkan oleh Yusni, petani asal Desa Anjir Pasar Kota II, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Di lahan seluas 2 hektare miliknya, Yusni rutin menerapkan metode penyemprotan pupuk hayati cair ke tanaman yang telah berumur 70 hari. Dengan takaran 200 ml pupuk dicampur 16 liter air, cairan ramah lingkungan ini disemprotkan secara merata ke daun tanaman. Menurut Yusni, langkah ini terbukti efektif meningkatkan produktivitas tanaman, menekan potensi serangan penyakit, serta mendorong pertumbuhan tanaman yang lebih subur dan sehat. Inovasi ini sekaligus menjadi wujud nyata upaya Yusni mendukung pertanian berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan. Program pendampingan dan edukasi dari BAZNAS setempat juga turut berperan penting dalam mendorong para petani mengadopsi pupuk organik dan hayati sebagai alternatif pengganti pupuk kimia. Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi petani lainnya di wilayah Barito Kuala untuk beralih ke pertanian organik demi hasil panen yang berkualitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
BERITA16/05/2025 | Wildan
Semangat Istri Mbah Sariman dan Peran BAZNAS dalam Memberdayakan Petani Mustahik di Daerah Istimewa Yogyakarta
Semangat Istri Mbah Sariman dan Peran BAZNAS dalam Memberdayakan Petani Mustahik di Daerah Istimewa Yogyakarta
Di tengah hamparan sawah yang menguning di Kalurahan Selopamioro, Kepanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat sosok perempuan tangguh yang terus mengayuh asa. Dialah istri dari Mbah Sariman, salah satu mustahik penerima manfaat program integrated farming dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Di usia yang tidak muda lagi, beliau tetap tegar menyabit padi di bawah terik matahari, merontokkan bulir-bulir emas hasil kerja kerasnya hingga malam menjelang. Tujuh karung Gabah Kering Panen (GKP) berhasil dikumpulkan sebagai hasil jerih payahnya, menjadi bukti bahwa semangat, jika dibarengi dengan ikhtiar dan dukungan yang tepat, dapat menumbuhkan keberkahan yang nyata. Program integrated farming atau pertanian terpadu yang dijalankan BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan berupa modal usaha dan pendampingan teknis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemandirian dan keberlanjutan bagi para petani mustahik. Melalui pendekatan yang holistik dan berbasis pemberdayaan, BAZNAS mendorong para penerima zakat untuk tidak sekadar menerima bantuan, tetapi bangkit dan menjadi pelaku perubahan dalam kehidupan mereka sendiri. Istri Mbah Sariman adalah contoh nyata dari hasil kerja program ini: dari semula hanya menggarap lahan secara tradisional, kini beliau menerapkan pola tanam yang lebih efisien, memanfaatkan sisa panen sebagai pakan ternak, dan mengelola tanah agar siap untuk komoditas berikutnya seperti jagung dan kacang tanah. Pemberdayaan melalui zakat adalah wujud nyata dari keadilan sosial dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 60, bahwa zakat ditujukan untuk delapan golongan, salah satunya adalah fakir dan miskin. BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat di Indonesia hadir untuk memastikan amanah ini tersampaikan secara adil dan efektif. Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, program seperti integrated farming menjadi sarana strategis untuk mengatasi kemiskinan struktural, khususnya di wilayah pedesaan. BAZNAS tidak hanya menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga membangun ekosistem pertanian yang mendukung kemandirian ekonomi umat. Dengan pendampingan yang terus-menerus, para petani seperti istri Mbah Sariman tidak lagi bergantung pada bantuan, melainkan bertransformasi menjadi produsen pangan yang mampu menopang keluarga dan masyarakat sekitarnya. Kisah istri Mbah Sariman tidak hanya menggambarkan keberhasilan satu keluarga, tetapi juga menyuarakan harapan ribuan mustahik lain di pelosok negeri. Dalam setiap bulir padi yang dipanen, terkandung semangat jihad ekonomi yang diam-diam mengalir dari tangan-tangan para muzaki yang mempercayakan zakat mereka kepada BAZNAS. Ini adalah contoh konkret bagaimana zakat mampu menjadi instrumen pembangunan umat yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berakar pada nilai-nilai Islam. Semoga kisah ini menginspirasi umat Islam untuk terus menunaikan zakat dan mendukung program-program yang memberdayakan mustahik, sehingga semakin banyak saudara kita yang mampu berdiri tegak, mandiri, dan berkarya demi kemaslahatan bersama.
BERITA09/05/2025 | Raeihan Ramadhan
BAZNAS BANTEN menggelar bimtek implementasi SOP Pengadaan Barang dan Jasa BAZNAS Se-Provinsi Banten
BAZNAS BANTEN menggelar bimtek implementasi SOP Pengadaan Barang dan Jasa BAZNAS Se-Provinsi Banten
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengadaan Barang dan Jasa BAZNAS Se-Provinsi Banten, di Hotel Le Semar Rabu (7/5). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Banten dan Pimpinan BAZNAS RI Pembina Wilayah Banten, Zainulbahar Noor. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Banten menegaskan pentingnya kredibilitas, kapasitas, dan kemampuan para amil dalam mengelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) secara efektif, efisien, dan akuntabel. “Dalam pengelolaan zakat BAZNAS, dibutuhkan amil yang memiliki kredibilitas, kapasitas dan kemampuan untuk mengelola ZIS-DSKL yang efektif, efisien dan akuntabel. Sehingga mampu memberikan pelayanan zakat yang berkualitas serta memenuhi harapan muzakki dan mustahik atau penerima manfaat,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa salah satu aspek penting dalam pengelolaan zakat adalah pengadaan barang dan jasa. Menurutnya, pelayanan terhadap mustahik dalam program-program BAZNAS merupakan rutinitas layanan yang harus ditunjang oleh sistem pengadaan yang profesional. Melalui bimtek ini, diharapkan para amil BAZNAS se-Provinsi Banten dapat memahami secara komprehensif proses pengadaan barang dan jasa yang sesuai dengan pedoman yang berlaku. Selain itu, para peserta juga ditargetkan mampu mengimplementasikan teknis dan prinsip operasional yang tepat dalam setiap proses pengadaan, guna menunjang profesionalitas dan transparansi pelayanan zakat di wilayah Banten. Sementara itu Pimpinan BAZNAS RI Pembina Wilayah Banten Zainulbahar Noor yang juga membuka acara Bimtek Implementasi SOP Pengadaan Barang dan Jasa BAZNAS Se-Provinsi Banten, menyampaikan apresiasinya untuk BAZNAS Banten karena telah aktif dalam melaksanakan diskusi-diskusi pengelolaan zakat. "Kegiatan bimtek yang dilaksanakan hingga 2 hari kedepan merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan fungsi dan tugas BAZNAS dalam menyejahterakan masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan" ungkapnya. "Kami berharap BAZNAS Banten dapat menjadi roll model pengelolaan zakat untuk daerah lainnya, dan semoga menjadi salah satu nominasi maupun pemenang dalam BAZNAS Award di acara RAKORNAS yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini" imbuhnya.
BERITA09/05/2025 | Amalia
BAZNAS Dorong Kemandirian Ekonomi Mustahik via Pelatihan Industri
BAZNAS Dorong Kemandirian Ekonomi Mustahik via Pelatihan Industri
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan Pelatihan Vokasi dan Kewirausahaan bagi mustahik di Batang sebagai upaya konkret dalam mengatasi pengangguran dan meningkatkan kemandirian ekonomi di kalangan generasi muda. Kegiatan ini dilaksanakan di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah, baru-baru ini, dengan fokus pada pelatihan keterampilan operator menjahit sepatu. Pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga memberikan sertifikasi kerja serta akses langsung ke peluang kerja di berbagai perusahaan dalam KIT Batang. Tercatat terdapat lebih dari 10.000 peluang kerja dari 28 perusahaan penanaman modal asing (PMA), termasuk PT Yih Quan Footwear Indonesia yang menjadi mitra utama program ini. Pada tahap awal atau Batch 1, sebanyak 50 mustahik mendapatkan pelatihan dan pembinaan terpadu sebagai bekal untuk masuk ke dunia industri. Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR BAZNAS RI, serta dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan seperti HRD PT Yih Quan Footwear Indonesia, perwakilan BAZNAS Kabupaten Batang, dan manajemen KIT Batang. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara BAZNAS dan industri dalam menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat melalui pendekatan pelatihan vokasi yang terintegrasi.
BERITA07/05/2025 | Ilham Aidil Fitrah
BAZNAS Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Panen Daun Bawang
BAZNAS Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Panen Daun Bawang
Lahan pertanian milik Pak Tatang, mustahik binaan BAZNAS di Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, tengah memasuki masa panen daun bawang secara bertahap. Proses panen dilakukan secara menyeluruh mulai dari pemotongan, sortasi, pengikatan, hingga pelabelan. Sebanyak 587 ikat daun bawang telah dipersiapkan untuk pengiriman ke Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al Ittifaq sebagai mitra distribusi. Panen dilakukan dengan koordinasi rapi oleh tim petani mustahik dan pengawas lapangan, menjaga standar kualitas dan waktu pengiriman. Cuaca yang mendukung turut memperlancar proses panen, menjadikan hasil pertanian ini tetap segar dan layak jual. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam menguatkan kemandirian ekonomi petani mustahik melalui program pertanian berkelanjutan. Kontributor: Pudji Mardiriani Editor: YKM
BERITA06/05/2025 | Pudji Mardiriani
BAZNAS Siapkan Domba Jumbo untuk Kurban Berkualitas
BAZNAS Siapkan Domba Jumbo untuk Kurban Berkualitas
Peternak di Balai Ternak Kembangsari Berkah Makmur mulai melakukan persiapan menyambut Hari Raya Kurban 2025. Dalam upaya meningkatkan kualitas hewan kurban, kelompok peternak binaan BAZNAZ ini menargetkan domba dengan bobot jumbo agar dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat penerima. Sebanyak 50 ekor domba telah diberikan suntikan Biodin Romano, sebuah suplemen yang berfungsi menjaga stamina serta mengoptimalkan pertumbuhan bobot ternak. Perawatan ini merupakan bagian dari strategi perawatan intensif untuk mencapai target bobot ideal domba antara 27 hingga 30 kilogram. Secara keseluruhan, terdapat 100 ekor domba yang sedang dibina dan dirawat menjelang Hari Raya Kurban. Melalui program pemberdayaan peternak ini, BAZNAZ tidak hanya memastikan ketersediaan hewan kurban yang sehat, tetapi juga turut meningkatkan kesejahteraan para peternak lokal di Desa Kembangsari. Dengan pendekatan holistik yang mencakup perawatan medis dan manajemen pakan, para peternak berharap bisa menghasilkan hewan kurban berkualitas tinggi. Selain itu, program ini menjadi bentuk nyata kontribusi BAZNAZ dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi desa melalui sektor peternakan.
BERITA03/05/2025 | yasyfa
Tingkatkan Kualitas SDM, BAZNAS Banten Langsungkan Pembinaan Untuk Penerima Beasiswa SKSS
Tingkatkan Kualitas SDM, BAZNAS Banten Langsungkan Pembinaan Untuk Penerima Beasiswa SKSS
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui program-program unggulan. Selain menyalurkan beasiswa melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS), BAZNAS Banten juga rutin melaksanakan kegiatan pembinaan untuk mahasiswa SKSS yang kali ini bertajuk Penguatan Visi dan Misi BAZNAS pada Selasa 29/4. Pembinaan digelar secara berkala dua kali dalam sebulan Program beasiswa “Satu Keluarga Satu Sarjana” dirancang untuk menciptakan generasi cerdas dari keluarga kurang mampu, dengan harapan satu sarjana di dalam satu keluarga dapat menjadi penggerak perubahan sosial dan ekonomi. Beasiswa ini tidak hanya mencakup bantuan pendidikan, tetapi juga pendampingan secara berkala untuk memastikan keberhasilan akademik para penerima. Kepala Pelaksana BAZNAS Banten, Yani Hudayani, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah upaya berkelanjutan dalam memaksimalkan zakat dalam pemberdayaan umat. “Kami tidak hanya menyalurkan dana, tapi juga memperkuat kapasitas internal dan eksternal agar nantinya zakat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya. “BAZNAS Banten terus bergerak aktif dalam menyejahterakan masyarakat dan membangun masa depan yang lebih baik salah satunya melalui pendidikan”
BERITA02/05/2025 | Amalia
BAZNAS Banten terus komitmen dampingi baduy mualaf
BAZNAS Banten terus komitmen dampingi baduy mualaf
Memeluk Islam adalah awal perjalanan spiritual yang indah. Pendampingan yang dilakukan BAZNAS Banten unuk mualaf baduy hadir sebagai penuntun, memberikan dukungan moral dan pengetahuan dasar. bagaikan cahaya yang menuntun di kegelapan. Para pendamping dengan sabar menjawab pertanyaan, membantu adaptasi, dan membangun komunitas. Mulai dari kajian hingga pendampingan personal, tujuannya adalah menguatkan iman dan mempererat ukhuwah. Pendampingan mualaf bukan sekadar memberikan informasi dasar tentang rukun Islam dan rukun iman. Lebih dari itu, ia adalah proses merangkul saudara baru dalam iman dengan kehangatan dan kesabaran. Para pendamping BAZNAS Banten hadir untuk memberikan dukungan moral, dan membantu mualaf beradaptasi dengan identitas barunya. Kisah-kisah haru seringkali mewarnai proses pendampingan ini. Ada mualaf yang awalnya merasa canggung, namun berkat kesabaran pendamping akhirnya bisa berbaur. Ada pula yang menghadapi penolakan dari keluarga, namun menemukan dukungan dan kekuatan dari sesama mualaf dan para pendamping yang akhirnya memberikan kedamaian dalam ibadah. Tak sedikit para Mualaf Baduy yang didampingi BAZNAS Banten juga antusias melanjutkan pendidikan mualaf lebih masif ke pondok pesantren di lingkungannya. Pendampingan mualaf adalah investasi persaudaraan, mengantarkan saudara baru menuju pemahaman Islam yang kokoh. Mari terus dukung beragam program BAZNAS Banten untuk bersama kita tebar lebih banyak kebermanfaatan.
BERITA29/04/2025 | Amalia
Harta bisa jadi ujian, bisa juga jadi jalan menuju surga. Lalu bagaimana agar harta yang kita miliki tetap bernilai di sisi Allah?
Harta bisa jadi ujian, bisa juga jadi jalan menuju surga. Lalu bagaimana agar harta yang kita miliki tetap bernilai di sisi Allah?
Harta bisa jadi ujian, bisa juga jadi jalan menuju surga. Lalu bagaimana agar harta yang kita miliki tetap bernilai di sisi Allah? Salah satunya adalah dengan memastikan bahwa setiap bagian dari harta itu digunakan di jalan yang diridhai-Nya, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi, tapi juga memberi manfaat bagi sesama. Mari tunaikan zakat sebagai saksi ketaatan anda kepada Allah SWT melalui : BTN Syariah 7191003999 BJB Syariah 0050102000041 (a.n BAZNAS Provinsi Banten) Atau melalui link ?? banten.baznas.go.id/bayarzakat Konfirmasi dan Layanan BAZNAS Banten wa.me/628111401080 #Zakat #HartaBerkah #PembersihHarta #AmanahZakat #MuslimCerdas #baznasbanten
BERITA25/04/2025 | Kartika
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Banten.

Lihat Daftar Rekening →