Berita Terbaru
Kolaborasi BAZNAS dan Peternak: Kisah Sukses Pak Somantri di Kawali
Ketekunan Somantri seorang peternak di Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis menjadi kisah inspiratif dalam menghadapi tantangan. Berkat kerja keras dan dukungan Badan Amil Zakat (BAZNAS) RI SOmantri berhasil meningkatkan populasi domba-dombanya dari yang sebelumnya hanya beberapa ekor, saat ini menjadi 18 ekor.
Dalam perjalananya, Somantri menghadapi banyak tantangan terutama saat proses kelahiran domba. Namun, dirinya terus berusaha meningkatkan produktivitas ternaknya. Pertambahan populasi ini membawa harapan baru bagi keluarganya dan komunitas peternak di desa tersebut.
Program pemberdayaan yang dijalankan oleh BAZNAS turut membantu Somantri dalam mengelola dan mengembangkan usahanya.
Melalui program pemberdayaan, BAZNAS berkomitmen untuk mendukung para peternak seperti Somantri agar dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.
“Kami percaya, kolaborasi ini dapat menjadi solusi konkret dalam memberdayakan ekonomi masyarakat,” kata Deputi II BAZNAS RI, Dr. Imdadun Rahmat, M.Si, dalam keterangan tertulis di Jakarta, baru-baru ini.
Kolaborasi BAZNAS dan Peternak: Kisah Sukses Pak Somantri di Kawali
Kesuksesan Somantri tidak hanya memberikan dampak positif bagi dirinya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi peternak lain di wilayah Ciamis. Dengan tekad kuat, ia mampu melewati masa-masa sulit dan membuktikan bahwa usaha keras selalu membuahkan hasil.
Peran BAZNAS dalam mendukung sektor peternakan, khususnya melalui pemberian pelatihan dan bantuan teknis, menjadi salah satu langkah strategis untuk memberdayakan peternak kecil di pedesaan. Pak Somantri berharap upaya ini dapat terus berlanjut, sehingga lebih banyak peternak di Ciamis dapat merasakan manfaatnya.
Editor: Ayu
BERITA28/12/2024 | azzam
Tingkatkan kinerja, BAZNAS se-Provinsi Banten susun KPI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten gelar pendampingan penyusunan Key Performance Indicator (KPI) untuk BAZNAS Se-Provinsi Banten pada Selasa, 24 Desember 2024 bertempat di Aula Pascasarjana UIN SMH Banten. Para peserta yang terdiri dari Wakil Ketua IV bidang Adm., SDM, dan Umum ini akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam merumuskan, memilih, dan mengintegrasikan KPI yang efektif di BAZNAS Provinsi, Kabupaten, maupun Kota.
Syibli Syarjaya Ketua BAZNAS Provinsi Banten mengungkapkan dalam sambutannya bahwa BAZNAS merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang segala pengelolaan nya mengacu kepada perundang-undangan.
“Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperoleh pendampingan seputar penyusunan KPI oleh bapak Deni Hidayat selaku Kabiro. Perencanaan dan Keuangan BAZNAS RI. KPI menentukan apakah pekerjaan pengelolaan zakat di BAZNAS telah dilakukan dengan baik atau sebaliknya”. Paparnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dengan adanya penyusunan KPI ini menandakan bahwa BAZNAS sudah melangkah jauh dalam pengoptimalan pengelolaan zakat.
“Mohon untuk ikuti dengan sebaik-baiknya kegiatan ini, kita tingkatkan kinerja agar di tahun 2025 nanti pengelolaan zakat akan semakin optimal baik penghimpunan maupun pendistribusian”. pesannya.
Senada dengan Syibli, Wakil Ketua IV bidang Adm., SDM, dan Umum BAZNAS Provinsi Banten Mulyadi mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman pada bagian SDM dalam mengukur kinerja Amil.
“Untuk meningkatkan kinerja BAZNAS, maka diperlukan juga peningkatan kerja Amil, oleh karenanya diperlukan penilaian kinerja. Hasil dari penilaian kinerja ini sebagai landasan untuk rotasi, mutasi, promosi, bahkan demosi”. ungkapnya.
BERITA24/12/2024 | Amalia
BAZNAS Distribusikan 6.000 Paket ZChicken untuk Penyintas Banjir Rob di Muara Angke, Jakarta Utara
Jakarta, 18 Desember 2024 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak bencana dengan mendistribusikan sebanyak 6.000 paket makanan siap saji ZChicken kepada para penyintas banjir rob di wilayah Muara Angke, Jakarta Utara. Distribusi ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat terdampak bencana, sekaligus wujud nyata pendayagunaan zakat yang diberikan oleh para muzaki.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para muzaki BAZNAS. Berkat zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS, semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat, terutama mereka yang terdampak bencana seperti di Muara Angke ini," ujar Saidah Sakwan, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (18/12/2024).
Saidah menambahkan bahwa distribusi 6.000 paket ZChicken ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan makanan para penyintas banjir rob, tetapi juga untuk memberikan motivasi dan semangat kepada mereka dalam menghadapi situasi yang sulit.
"Kami memahami bahwa bencana banjir rob ini sangat berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka. Oleh karena itu, melalui distribusi makanan siap saji ini, kami berharap dapat sedikit meringankan beban mereka dan menjadi bentuk kehadiran nyata BAZNAS di tengah masyarakat," jelas Saidah.
Wilayah Muara Angke, yang merupakan salah satu kawasan yang terdampak paling parah oleh banjir rob, menjadi fokus perhatian BAZNAS dalam program pendistribusian bantuan ini. Selain makanan siap saji, BAZNAS juga terus melakukan upaya pendampingan kepada masyarakat terdampak agar mereka dapat kembali pulih dan bangkit dari dampak bencana.
Melalui program ini, BAZNAS mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus berpartisipasi dalam mendukung program-program kemanusiaan dan pemberdayaan yang digagas oleh BAZNAS. Saidah juga mengajak para muzaki untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS agar semakin banyak masyarakat yang dapat terbantu.
"Bersama-sama, kita bisa membantu lebih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan. Zakat Anda adalah solusi untuk masa depan yang lebih baik bagi mereka yang membutuhkan," tutup Saidah.
Editor: Novan
BERITA22/12/2024 | Okta
Bantu Layani Kesehatan Mustahik, BAZNAS RI Resmikan Rumah Sehat di Banten
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, bekerja sama dengan BAZNAS Provinsi Banten, meresmikan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) di Serang, Banten, Selasa (17/12/2024). Program ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu, khususnya kaum dhuafa.
Wakil Ketua BAZNAS RI, Mokhamad Mahdum mengatakan, peresmian Rumah Sehat BAZNAS ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, khususnya pada poin keempat yang menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan kesehatan.
“Hari ini, hadirnya Rumah Sehat BAZNAS sejalan dengan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo dan Mas Wapres Gibran, terutama yang nomor 4. Mudah-mudahan Rumah Sehat BAZNAS ini bermanfaat bagi masyarakat di Banten,” ujar Mokhamad Mahdum.
Menurut ya, Rumah Sehat BAZNAS tidak hanya hadir untuk membantu masyarakat dari sisi kesehatan, tetapi juga untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. “Rumah Sehat BAZNAS harus memberikan manfaat nyata bagi delapan asnaf (golongan penerima zakat) dan masyarakat yang membutuhkan. Kehadirannya adalah bagian dari wujud kepedulian yang luar biasa,” ujarnya.
Mahdun menekankan, kepada seluruh jajaran BAZNAS baik di tingkat pusat maupun daerah, agar terus menjaga amanah yang telah dipercayakan masyarakat.
“Alhamdulillah, BAZNAS telah menerima banyak penghargaan. Penghargaan ini adalah bukti bahwa kita menjaga kepercayaan masyarakat, dan manfaatnya harus kembali untuk kepentingan mereka yang membutuhkan,” tegasnyaa.
Sekentara itu, Ketua BAZNAS Banten, Prof. Dr. H. E. Syibli Syarjaya mengungkapkan rasa syukur atas peresmian Rumah Sehat BAZNAS Banten, yang bertepatan dengan milad BAZNAS Banten ke-22.
“Semoga dengan hadirnya Rumah Sehat BAZNAS ini, kaum dhuafa dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan gratis yang layak. Inisiatif ini mencerminkan semangat berbagi seperti yang diajarkan dalam Surat At-Taubah, yaitu mengajak kita untuk peduli terhadap sesama,” jelasnya.
Menurutnya, Rumah Sehat BAZNAS diharapkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat kurang mampu yang kesulitan mendapatkan akses kesehatan. “Dengan layanan ini, kami ingin memberikan kemudahan bagi para mustahik dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus terbebani oleh biaya,” tambahnya.
Sebelumya, peresmian Rumah Sehat BAZNAS ini menjadi bukti nyata dari upaya kolaboratif antara BAZNAS RI dan BAZNAS Banten dalam melayani kebutuhan masyarakat dhuafa. Dengan fasilitas yang memadai dan dukungan tenaga medis profesional, Rumah Sehat BAZNAS diharapkan dapat menjadi simbol kepedulian dan pelayanan yang optimal bagi masyarakat kurang mampu.
Melalui program ini, BAZNAS RI terus menunjukkan peran strategis zakat sebagai instrumen pemberdayaan dan pelayanan masyarakat. Harapan besarnya adalah agar program ini memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Banten, khususnya kaum dhuafa yang membutuhkan dukungan kesehatan.
Acara peresmian ini dihadiri oleh Wakil Ketua BAZNAS RI, Mokhamad Mahdum, yang didampingi oleh Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. H. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, serta Plt Kepala Divisi Kesehatan BAZNAS RI, Siti Masturoh. Turut hadir pula Ketua BAZNAS Banten Prof. Dr. H. E. Syibli Syarjaya, L.M.L, M.M, bersama jajaran pengurus BAZNAS Banten, di antaranya Wakil Ketua 1 H. Zaenal Abidin Syuja’i, Lc, Wakil Ketua 3 Ace Sumirsa Ali, S.Fil.I, M.Ag, dan Wakil Ketua 4 Mulyadi, S.Ag., M.M.
EDITOR : Ayu Racmaningtyas
BERITA22/12/2024 | natasya
BAZNAS RI Tingkatkan Akses Pendidikan Mustahik Lewat Beasiswa Santri 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperluas akses pendidikan inklusif bagi santri Indonesia melalui Program Beasiswa Santri 2024. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk mendukung pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
Pada Rabu pekan pertama Desember 2024 lalu, BAZNAS menggelar pertemuan perdana secara daring dengan para penerima beasiswa tersebut. Acara ini juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV dan dihadiri oleh Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Waryono.
Deputi 2 BAZNAS RI, Dr. Imdadun Rahmat, menyampaikan bahwa jumlah penerima Beasiswa Santri 2024 meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya, dari 5.000 menjadi 10.000 santri.
“Para penerima beasiswa berasal dari keluarga kurang mampu, termasuk anak petani, nelayan, pekerja informal, guru, imam masjid, hingga anak yatim. Hal ini mencerminkan komitmen BAZNAS dalam memperluas kesempatan pendidikan bagi berbagai lapisan masyarakat,” ujar Imdadun.
Program ini memberikan bantuan sebesar Rp4 juta per santri. Dana tersebut mencakup bimbingan belajar, try out, tes seleksi masuk perguruan tinggi, atribut program, hingga operasional non-inventaris. Selain itu, program ini juga dilengkapi dengan pembinaan bagi para santri dan pesantren pelaksana untuk memastikan pelaksanaan berjalan maksimal.
“Program ini ditujukan khusus untuk membantu santri kelas 12 di Madrasah Aliyah (MA) atau sederajat agar dapat mempersiapkan diri memasuki perguruan tinggi favorit,” jelas Imdadun.
Imdadun berharap para santri penerima beasiswa tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga mampu menjadi agen perubahan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. “Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga investasi untuk masa depan bangsa,” tambahnya.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Waryono, memberikan apresiasi kepada BAZNAS atas inisiatif ini.
Menurutnya, program ini adalah langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang berkompeten dan berkontribusi besar untuk bangsa.
“Program seperti ini perlu terus diperluas agar lebih banyak anak Indonesia dapat merasakan manfaatnya. Dengan persiapan yang baik, generasi muda ini berpotensi menjadi pemimpin terbaik di masa depan,” tuturnya.
Program Beasiswa Santri 2024 menjadi bukti konkret bahwa ZIS dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat sekaligus upaya membangun masa depan bangsa yang lebih baik.
editor: MAS
BERITA15/12/2024 | NOVA
BAZNAS Banten Gelar Upgrading Relawan
Rabu, (12/12) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten, menggelar kegiatan Koordinasi dan Harmonisasi (Upgrading) untuk para relawannya. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Wisata Baru Kota Serang tersebut diikuti oleh sebanyak 24 peserta yang terdiri dari relawan BAZNAS Tanggap Bencana, Layanan Aktif BAZNAS, dan relawan pendamping program.
Plh. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Banten Mulyadi menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para relawan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.
“Dalam kesempatan ini, para relawan diberikan ilmu tambahan yang mungkin belum didapatkan sebelumnya. Diantaranya adalah Standar Pelaporan, Jurnalistik dan Fotografi, Kinerja Relawan Terhadap Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Banten, dan juga Peran Relawan Terhadap Peningkatan Pengumpulan BAZNAS Banten”. paparnya.
Mulyadi mengungkapkan bahwa dengan adanya kegiatan ini, diharapkan nantinya para relawan dapat bekerja dengan lebih maksimal.
BERITA13/12/2024 | Amalia
Banjarjo Farm Binaan BAZNAS, Inovasi Pakan Peternakan Berkualitas dan Berdaya Saing
Banjarjo Farm Binaan BAZNAS, Inovasi Pakan Peternakan Berkualitas dan Berdaya Saing
Di tengah hamparan hijau Desa Banjarjo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, sebuah cerita sukses peternakan terpadu sedang diciptakan oleh Kelompok Banjarjo Farm.
Balai ternak binaan BAZNAS RI ini tidak hanya fokus pada pengelolaan ternak, tetapi juga inovasi pertanian terpadu yang mengedepankan pakan berkualitas dan keberlanjutan lingkungan.
“Pakan berkualitas menjadi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas ternak, baik dari segi kesehatan maupun pertumbuhan,” ujar Kepala Divisi Program Pemberdayaan BAZNAS RI, Muhammad Nur Ali beberapa waktu lalu.
Pendekatan inovatif yang diterapkan di Banjarjo Farm menunjukkan bagaimana kualitas pakan mampu mendukung keberhasilan peternakan secara menyeluruh.
Dalam sesi pengecekan ternak di Balai Ternak BAZNAS Pacitan, kelompok peternak Banjarjo Farm juga berdiskusi tentang rumah kompos inovatif yang dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah ternak. Limbah yang diolah menjadi kompos ini tidak hanya menjadi solusi pengelolaan lingkungan, tetapi juga mendukung sektor pertanian dengan menyediakan pupuk organik berkualitas tinggi.
Sugeng Riyadi, salah satu anggota kelompok, berbagi pengalamannya. “Dengan dukungan BAZNAS RI, kami bisa memadukan pengelolaan ternak dan pertanian. Limbah ternak yang dulunya dianggap masalah, sekarang menjadi berkah bagi pertanian kami,” katanya penuh semangat.
Salah satu fokus utama Banjarjo Farm adalah pengelolaan pakan domba berkualitas. Mereka mengombinasikan bahan lokal dengan teknologi modern untuk menghasilkan pakan yang memenuhi kebutuhan nutrisi ternak. Pakan yang berkualitas tidak hanya meningkatkan bobot dan kesehatan domba, tetapi juga mempercepat siklus produksi, sehingga memberikan hasil yang lebih optimal bagi peternak.
“Melalui program Balai Ternak, BAZNAS RI mendukung peternak dalam meningkatkan kualitas pakan mereka. Hal ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan keberlanjutan peternakan yang mampu bersaing,” ujar Muhammad Nur Ali.
Program Balai Ternak Pacitan adalah bagian dari inisiatif pemberdayaan mustahik yang dilakukan oleh BAZNAS RI. Tidak hanya memberikan pelatihan teknis, BAZNAS juga mendampingi peternak dalam manajemen usaha dan pemasaran hasil ternak. Pendampingan ini bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi dan membangun komunitas yang lebih kuat.
Sugeng Riyadi menambahkan, “Kami merasa terbantu dengan pelatihan yang diberikan BAZNAS. Mulai dari cara memilih bahan pakan terbaik hingga bagaimana mengolahnya agar efisien dan berkualitas tinggi.”
Kesuksesan Banjarjo Farm menjadi inspirasi bagi komunitas peternak lainnya. Pendekatan yang diterapkan tidak hanya fokus pada hasil ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Rumah kompos yang inovatif, pakan berkualitas, dan pendampingan intensif dari BAZNAS RI adalah kombinasi yang menghasilkan perubahan nyata.
“Melalui program ini, kami ingin menciptakan lebih banyak kelompok peternak yang berdaya saing, mandiri, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Muhammad Nur Ali.
Dengan langkah yang mantap, Banjarjo Farm terus membuktikan bahwa keberhasilan peternakan tidak hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas dan sinergi yang dibangun bersama lingkungan. BAZNAS RI berharap cerita sukses ini dapat menginspirasi banyak pihak untuk mendukung program pemberdayaan serupa, menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi peternak di seluruh Indonesia.
Editor : mas
BERITA13/12/2024 | Natasya
Respon banjir, BAZNAS Banten terjunkan BTB
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menerjunkan Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) guna mengevakuasi masyarakat yang terdampak bencana banjir di Kp. Sinarbakti Ds. Cipedang Kec. Wanasalam Kab. Lebak-Banten pada Selasa, 03 Desember 2024.
Relawan BTB BAZNAS Provinsi Banten, Rigi Pemil Awaludin mengatakan, sebanyak 3 personil yang diterjunkan segera melakukan assesmen pada lokasi terdampak, lalu memberikan BANTUAN yang dibutuhkan bagi para korban dan lokasi terdampak.
“Waktu kejadian yaitu pada hari Senin pukul 23.00 WIB, akibat meluapnya air disungai Bolang dimana Desa Cipedang merupakan titik pertigaan hulu sungai antara Bolang, Binuangeun dan Cibaliung”. ungkapnya.
Rigi juga mengatakan sebanyak 100 lebih rumah terdampak banjir dengan 375 KK didalamnya.
“Ketinggian banjir sendiri bervariasi antara 1-2 meter, giat yang kami lakukan diantaranya adalah berkoordinasi dengan Kepala Desa Cipidang, Briefing dengan PJ. Bupati Kab. Lebak, BPBD Kab. Lebak, PMI Kab. Lebak, Babinsa, Danramil, dan Tim Kesehatan Wanasalam, dan yang terpenting adalah mengevakuasi warga setempat terlebih dahulu”. ujar Rigi.
Proses evakuasi masih terus berlangsung, dengan harapan situasi akan segera pulih dan masyarakat dapat Kembali ke rumah mereka dengan aman.
BERITA11/12/2024 | Amalia
Peran BAZNAS dalam Kesejahteraan Mustahik Melalui Pemberdayaan Peternak Domba
Dalam kehidupan seorang peternak, keberhasilan dalam mengelola ternak tidak hanya bergantung pada keterampilan, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan gizi dan perawatan yang tepat. Ade Engkos, anggota Kelompok Peternak Mandiri Utama Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS di Desa Winduraja, merupakan salah satu mustahik yang merasakan manfaat besar dari program BAZNAS dalam mengembangkan usaha ternaknya.
Di tengah kesibukannya mengurus domba, Ade tengah memperhatikan keempat induk dombanya yang sedang hamil. Memasuki empat bulan masa kehamilan, keempat induk domba tersebut membutuhkan perhatian lebih agar tetap sehat dan dapat melahirkan domba yang sehat pula. Salah satu langkah yang diambil Ade adalah menyekat kandang induk domba yang bunting.
"Dengan kandang yang terpisah, induk-induk saya lebih nyaman dan kebutuhan pakannya bisa lebih terjamin," ujar Ade.
Langkah penyekatan kandang ini tidak hanya bertujuan untuk kenyamanan induk domba, tetapi juga untuk memantau dengan lebih mudah kesehatan dan perilaku induk menjelang kelahiran. Selain itu, Ade menambah jumlah hijauan yang diberikan kepada induk-induk tersebut, seperti rumput odot segar, untuk memastikan kecukupan gizi bagi induk dan janinnya. Hal ini sangat penting, karena di masa kehamilan yang memasuki trimester akhir, kebutuhan energi induk semakin besar.
Peran BAZNAS dalam kisah ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Melalui program ZCD (Zakat Community Development), BAZNAS memberikan dukungan yang signifikan kepada Ade dan kelompok peternak lainnya di Desa Winduraja. Tidak hanya membantu dalam aspek materi seperti bantuan modal, BAZNAS juga memberikan pelatihan dan bimbingan yang dibutuhkan untuk meningkatkan keterampilan peternakan, sehingga para peternak bisa mengelola ternak dengan lebih baik.
Ade mengungkapkan, dengan adanya bantuan dari BAZNAS, saya bisa mengembangkan usaha ternak saya dengan lebih optimal. Selain bantuan materi, pelatihan yang diberikan juga sangat membantu saya memahami cara yang tepat untuk merawat ternak, termasuk dalam hal penyediaan pakan yang cukup.
Pemberdayaan yang dilakukan BAZNAS terhadap peternak seperti Ade menunjukkan bagaimana zakat dapat menggerakkan roda perekonomian umat, mengangkat kehidupan mustahik, dan memperkuat sektor pertanian dan peternakan. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, usaha peternakan milik Ade diharapkan dapat berkembang pesat, menghasilkan domba yang sehat, serta meningkatkan pendapatan keluarga.
Inilah salah satu bukti nyata bagaimana BAZNAS berperan aktif dalam memberdayakan umat Islam, khususnya mustahik, untuk mandiri secara ekonomi melalui sektor pertanian dan peternakan. Program-program BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga memberikan pembekalan keterampilan yang sangat berguna bagi kehidupan para mustahik. Semoga kisah Ade menjadi inspirasi bagi kita semua dalam memahami pentingnya peran zakat dalam pemberdayaan ekonomi umat.
BERITA11/12/2024 | LAILA
BAZNAS RI Perkuat SDM Pengajar melalui Beasiswa Guru di Universitas Cenderawasih Papua
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar pembinaan Beasiswa Guru Papua di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih, Papua, baru-baru ini.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya strategis BAZNAS RI untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengajar di Papua, dengan membentuk mindset pertumbuhan yang progresif dan inovatif.
Acara dihadiri berbagai pihak, termasuk Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Bapak Farid Septian, S.Sos., M.Hum., Wakil Dekan III Universitas Cenderawasih, Mayor H.M. Manurung, S.Pd., M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sekaligus mentor peserta Beasiswa Guru Papua, Dr. Ode Jamal, S.Pd., MA., serta Staf Kerja sama dan Kemahasiswaan Universitas Cenderawasih, Sakaria.
Selain itu, tim Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI serta 50 peserta Beasiswa Guru Papua juga turut berpartisipasi dalam acara ini.
Dalam sambutannya, Farid Septian menekankan arti penting membangun motivasi dan penguatan kapasitas para mahasiswa penerima beasiswa.
"Para penerima Beasiswa Guru Papua tidak hanya diharapkan berprestasi di bidang akademik, tetapi juga aktif dalam kegiatan non-akademik yang berdampak positif bagi masyarakat, lalu para peserta juga diharapkan dapat aktif menginfokan kegiatannya dan aktif dalam kegiatan pembinaan BAZNAS," ujar Farid.
Beasiswa Guru Papua merupakan program unggulan BAZNAS RI yang dimulai sejak tahun 2023, atas arahan Wakil Presiden ke-13 RI, KH Ma'ruf Amin.
Program ini dirancang untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan di Papua dengan melibatkan tiga perguruan tinggi utama, yaitu Universitas Cenderawasih, IAIN Fattahul Muluk, dan IAIN Sorong Papua. Hingga saat ini, program tersebut telah memberikan beasiswa kepada 150 mahasiswa, dengan 50 di antaranya berasal dari Universitas Cenderawasih, terdiri atas 35 mahasiswa non-Muslim dan 15 mahasiswa Muslim.
Ketua Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Cenderawasih, Dr. Ode Jamal, S.Pd., MA., yang juga bertindak sebagai mentor peserta, menyampaikan harapannya dan berharap program ini dapat mencetak guru-guru berkualitas yang mampu menjadi teladan dan membawa perubahan nyata di daerah masing-masing.
Acara pembinaan ini tidak hanya menjadi wadah untuk memperkuat motivasi, tetapi juga menjadi forum diskusi aktif antara mahasiswa dan para pemangku kepentingan.
Para peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, menggali ilmu, serta memperkuat komitmen mereka dalam memajukan pendidikan di Papua.
Dengan pembinaan ini, BAZNAS RI menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung penguatan kapasitas SDM di Papua, sejalan dengan visi besar untuk menciptakan pendidikan yang merata dan berkualitas di seluruh Indonesia.
Editor: YMK
BERITA06/12/2024 | raeihan
Sepanjang tahun, BAZNAS Banten Salurkan 93 Rumah Layak Huni
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten kembali salurkan Rumah Layak Huni pada 4-6 Desember 2024. Sebanyak 93 rumah berhasil diperbaiki oleh BAZNAS Banten hingga akhir tahun ini. Pendistribusian Rumah Layak Huni BAZNAS tersebar di Kota Serang, Kab. Serang, Kab. Pandeglang, dan Kab. Lebak.
Plh. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Banten Mulyadi Firdaus menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh BAZNAS Banten.
“Ini merupakan kegiatan yang memang selalu ada tiap tahun, program ini diperuntukkan bagi mustahik yang berasal dari asnaf fakir miskin yang kondisi rumahnya sudah tidak layak huni, dengan memberikan bantuan berbentuk dana sebesar maksimal Rp. 20.000.000,- per rumah”. ungkap Mulyadi.
“Melalui rumah yang layak huni diharapkan dapat menciptakan perasaan yang aman, nyaman, untuk para mustahik. Karena rumah juga merupakan fondasi bagi tumbuhnya keluarga yang sehat, sejahtera, dan berdaya” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemberian bantuan Rumah Layak Huni BAZNAS, sebelumnya telah melewati beberapa tahap, diantaranya wawancara dan juga assesmen.
BERITA06/12/2024 | Amalia
BAZNAS Banten Bersama BKKBN dan BJB Syariah Bagikan 111 Paket Gizi Kepada Anak Beresiko Stunting
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten dan Bank Jabar Banten (BJB) Syariah Kantor Cabang Serang menyalurkan 111 paket gizi untuk penanggulangan stunting pada Kamis, (5/12) bertempat di Kantor Kecamatan Kasemen.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Plh. Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Banten Mulyadi Firdaus, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Rusman Efendi, dan Pimpinan BJB Syariah Kantor Cabang Serang Rizdi Rakhman Noor.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Rusman Efendi menuturkan bahwa sebanyak 285 ribu anak di Provinsi Banten masuk kedalam gizi bermasalah.
“Untuk anak stunting sendiri di Banten berjumlah sangat banyak, mencapai 34 ribu lebih anak. Tentu ini menjadi perhatian kita bersama, bagaimana kita secara bersama-sama bergotong-royong untuk melakukan percepatan penurunan stunting dengan kegiatan gerakan nasional orangtua asuh cegah stunting atau Genting” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Plh. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Banten Mulyadi Firdaus menyampaikan bahwa BAZNAS menghimpun dana zakat salah satunya untuk membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan, diantaranya kesmiskinan ekstrim dan stunting.
“Amanat bagi BAZNAS untuk mengangkat taraf hidup masyarakat terutama dari faktor kemiskinan, BAZNAS akan berupaya bekerjasama dengan berbagai instansi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Sumber stunting salah satunya adalah faktor kemiskinan, kedepannya insyaAllah BAZNAS tidak hanya akan mengurus anak stunting saja, tetapi juga orangtuanya, bagaimana orangtuanya kita bina sehingga bisa lebih sejahtera dan menurunkan faktor risiko stunting” paparnya.
Sementara itu, Pimpinan BJB Syariah Cabang Serang Rizdi Rakhman Noor mengungkapkan harapannya terhadap kegiatan ini.
“Semoga yang dapat kami berikan bermanfaat dan senantiasa memberikan inayah juga keridhoan atas apa yang BJB Syariah lakukan”. ungkapnya
Pj. Gubernur Banten yang diwakili oleh Asda. 1 Komarudin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Tugas kita bersama adalah bagaimana untuk membuat stunting berkurang di Provinsi Banten, bahkan hilang, bagaimana SDM menjadi manusia yang unggul. Kami apresiasi karena hal ini sejalan dengan tugas Pemprov. untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia” katanya.
BERITA06/12/2024 | Amalia
Berdayakan Masyarakat, BAZNAS Banten Teken MoA dengan Indonesian Power dan DLHK
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten melakukan kerjasama dengan Indonesian Power, dan Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan (DLHK) dengan dilaksanakannya penandatanganan Memorandum of Agreement tentang pengembangan potensi daerah dalam mendukung transisi energi dan pencapaian target net zero emission (NZE) yang terintegrasi dengan program pemberdayaan masyarakat (rangkaian rencana aksi perubahan penguatan perencanaan lingkungan hidup kolaboratif melalui “Semesta Menyala”) pada Rabu, (4/12).
Penandatangananan kerjasama tersebut dilakukan oleh General Manager PT PLN Indonesia Power UBP Suralaya, Burlian Prasetyo; Vice President PT PLN Biomassa Energi Primer Indonesia, Erfan Julianto; Ketua Departemen Manajemen Hutan Institut Pertanian Bogor, Soni Trison; Wakil Ketua III Bagian Perencanaan Keuangan dan Pelaporan Badan Amil Zakat Nasional Banten, Ace Sumirsa Ali; Administrator Perhutani KKPH Banten, Agus Soleh dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Banten, Wawan Gunawan.
"Ini merupakan langkah untuk ikut berkontribusi dalam pelestarian lingkungan khususnya dalam membantu penurunan emisi melalui kegiatan penyerapan karbon dengan penanaman kayu energi yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat di dalamnya, sekaligus menanggulangi perubahan iklim," ujar Wawan.
Senada dengan yang disampaikan Wawan, Ace Sumirsa Ali Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Banten mengungkapkan keterlibatan BAZNAS Banten dalam program Semesta Menyala ini.
“Baznas Banten, dalam hal ini, membantu pengembangan pemberdayaan masyarakat berupa pembuatan balai ternak untuk petani menanam tanaman gamal atau cebreng”. ungkap Ace.
Sementara itu Vice President PT PLN Biomassa EPI, Erfan Julianto, menyebut upaya yang dilakukan kali ini merupakan langkah awal yang perlu dilakukan secara konsisten oleh para pihak yang berkomitmen.
"Untuk bisa menemukan keseimbangan antara ketergantungan kita terhadap energi fosil dengan kemampuan kita untuk melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim dengan teknologi- teknologi yang lebih ramah terhadap lingkungan," ucapnya.
Sebagai informasi implementasi dari MoA ini, sudah ada beberapa komitmen para pihak yang akan ditindak lanjuti yaitu komitmen penelitian dengan aksi, antara PLN IP dan PLN EPI dan IPB, dan komitmen bantuan untuk petani dari PLN Indonesia Power.
BERITA05/12/2024 | Amalia
Gebrakan BAZNAS RI untuk Mustahik, dari Hijauan hingga Sanitasi Kandang yang Sejahterakan Peternak Gunungkidul
Di Balai Ternak Rejokoyo, Desa Getas, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, para peternak mustahik menjalani rutinitas harian yang penuh tantangan namun juga penuh semangat. Setiap pagi, mereka mencacah hijauan untuk pakan ternak, membersihkan kandang, hingga memandikan ternak agar tetap sehat dan terjaga kebersihannya. Semua kegiatan ini adalah bagian dari komitmen mereka untuk menjaga kesehatan ternak sebagai persiapan kedatangan bakalan baru yang akan memperkuat usaha peternakan mereka.
Namun, bukan hanya kerja keras para peternak yang menjadi kunci keberhasilan mereka, tetapi juga dukungan dari berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI). Sebagai lembaga yang memiliki fokus pada pemberdayaan mustahik (penerima manfaat zakat), BAZNAS RI berperan penting dalam mendukung kegiatan peternakan ini, baik dari segi pendanaan, pelatihan, maupun penyediaan sarana prasarana yang dibutuhkan.
Dengan adanya bantuan dari BAZNAS RI, para peternak di Rejokoyo kini dapat memperoleh alat dan bahan yang lebih baik untuk menjaga sanitasi kandang, meningkatkan kualitas pakan ternak, serta memperbaiki sistem manajemen peternakan mereka. Selain itu, BAZNAS RI juga turut serta dalam memberikan pelatihan kepada peternak agar mereka dapat mengelola usaha ternak dengan lebih efisien dan berkelanjutan.
Kehadiran BAZNAS di tengah-tengah masyarakat peternak mustahik ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas peternakan serta kesejahteraan para peternak di Rejokoyo. Dengan dukungan yang tepat, mereka tidak hanya dapat meningkatkan hasil ternak, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang lebih baik, yang pada gilirannya dapat membantu memperbaiki taraf hidup mereka.
Melalui kolaborasi antara peternak, masyarakat, dan lembaga seperti BAZNAS RI, keberhasilan peternakan di Rejokoyo bukan hanya terletak pada kesejahteraan ternak, tetapi juga pada kesejahteraan sosial dan ekonomi para peternak mustahik yang menjadi ujung tombak usaha ini.
Editor: YMK
BERITA04/12/2024 | Wildan
Bangun Kesejahteraan Umat, BAZNAS Dukung Warung Kecil Sunarti di Ternate
Warung kecil di sudut desa Kelurahan Akehuda, Keamatan Ternate Utara, Kota Ternate menjadi sumber tumpuan ekonomi keluarga. Seorang ibu rumah tangga bernama Sunarti yang memulai membuka warung kelontongan dengan berjualan es di depan rumah. Karena kegigihan dan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) warung Ibu Sunarti berkembang pesat dan memberikan rezeki yang berkah untuk keluarganya.
“Awalnya saya hanya jualan es dan hasilnya pas-pasan. Setelah dapat bantuan dari BAZNAS, alhamdulillah warung saya sekarang lebih lengkap,” ucapnya dengan rasa syukur.
“Penghasilannya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, bahkan bisa menabung untuk masa depan anak-anak. Saya sangat bersyukur atas bantuan ini,” tambahnya.
Sunarti terpilih sebagai penerima manfaat program pemberdayaan ekonomi dari BAZNAS. Program ini dirancang untuk menciptakan kemandirian mustahik, seperti Sunarti agar mampu mengembangkan usaha mereka dengan lebih baik. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa modal usaha, tetapi juga pelatihan manajemen keuangan dan kewirausahaan, pendampingan usaha secara berkala hingga evaluasi berkelanjutan.
BAZNAS memberikan modal dan kesempatan kepada Sunarti untuk memperluas usahanya. Kini Sunarti tidak hanya menjual es, tokonya semakin lengkap. Namun kini Sunarti menyediakan berbagai jenis kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng.
“Warung saya lebih lengkap dan pelanggan pun semakin banyak. Jadi omzetnya meningkat signifikan,” kata Sunarti.
BAZNAS sebagai lembaga pemerintah yang mengelola zakat secara profesional untuk memberikan solusi baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan adanya dukungan dari BAZNAS, para mustahik tidak hanya menerima bantuan secara finansial, tetapi juga dibimbing untuk menjadi mandiri dan berdaya.
Sejalan dengan visi BAZNAS ialah membangun kesejahteraan umat melalui pengelolaan zakat, infak, sedekah yang transparan dan amanah zakat dapat mengentaskan kemiskinan.
Sunarti kini optimis memandang masa depan. Berkat kerja kerasnya yang didukung oleh program BAZNAS, Sunarti tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan keluarganya, tetapi juga menyisihkan uang untuk pendidikan anak-anaknya.
“Perkembangan warung kelontongnya menjadi perubahan yang nyata, sebuah bukti bahwa dengan zakat, harapan untuk hidup yang lebih baik selalu ada,” kata dia.
Kisah ini juga menjadi inspirasi bagi umat Islam tentang pentingnya peran zakat dalam membantu sesama. Zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi salah satu instrumen penting dalam menciptakan keadilan sosial. Dengan mendukung BAZNAS, setiap orang dapat berkontribusi dalam membangun kemandirian dan kesejahteraan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan, BAZNAS menunjukkan bahwa zakat dapat menjadi solusi nyata untuk mengentaskan kemiskinan. Kisah Sunarti menjadi pengingat bahwa di balik setiap rupiah yang disalurkan melalui zakat, ada harapan dan perubahan besar yang dapat terjadi bagi para mustahik.
Editor : AYU RACHMANINGTYAS
BERITA02/12/2024 | LAILA
BAZNAS RI & BAZNAS Banten Adakan Training of Trainer (TOT) Pelatihan Mushaf Al-Quran Isyarat kepada 30 Guru di Banten
Serang, 01 Desember 2024. BAZNAS RI dan BAZNAS Banten menyelenggarakan kegiatan pelatihan guru dan tenaga pendidik bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara kepada 30 orang guru yang mewakili Sekolah Khusus (SKH) di Banten, bertempat di Le Semar Hotel.
Pelatihan yang diselenggarakan dua hari yaitu pada tanggal 30 November dan 1 Desember 2024 ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada para guru agar dapat membantu dan mendampingi pembelajaran Al-Quran bagi individu dengan metode bahasa isyarat kepada disabilitas rungu wicara.
Acara pelatihan ini diadakan dengan tujuan utama melatih pendamping disabilitas dalam menggunakan isyarat-isyarat khusus yang dapat digunakan dalam membaca Al-Quran. Dengan memahami isyarat-isyarat tersebut, pendamping dapat membantu individu dengan disabilitas untuk memahami dan mempelajari Al-Quran dengan lebih mudah dan efektif.
Pimpinan BAZNAS PROV BANTEN, Ust. Mulyadi., S.Ag., M.M menjelaskan "Kegiatan ini merupakan upaya untuk memberikan kesempatan agar teman-teman disabilitas mendapatkan haknya mempelajari Al Quran dan ilmu agama sebagaimana mestinya."
“Kewajiban kita dalam berdakwah adalah mengajak mereka untuk mendapatkan hak mereka. Namun, tidak semua orang memiliki keterampilan untuk mengajar teman-teman disabilitas. Oleh karena itu, perlu disediakan fasilitas pelatihan (Training of Trainers/TOT),” Tambahnya Sabtu (30/11).
kata beliau
Pelatihan ini juga mencakup pengetahuan dasar tentang disabilitas dan bagaimana membantu individu/teman-teman dengan disabilitas dalam pembelajaran Al-Quran dengan narasumber ahli dalam bidangnya. Peserta pelatihan akan mempelajari strategi komunikasi yang efektif, metode pengajaran yang inklusif, serta memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh teman teman disabilitas.
Diantara materi yang dibahas adalah Urgensi Pelatihan Mushaf Al-Quran Isyarat, Pendidikan Inklusif dan Kebijakan Pemenuhan Hak Keagamaan bagi Penyandang Disabilitas di Indonesia, Konsep Dasar Bahasa Isyarat Keislaman, Mushaf Al-Quran Isyarat Metode Kitabah, Sejarah dan Kaidah Mushaf Al-Quran Isyarat Metode Tilawah, Media Literasi Al-Quran bagi Penyandang Disabilitas Perspektif Islam serta Micro Teaching.
Menurut Hj. Ida Zulfiya M. Ag salah satu pemateri pada pelatihan ini, adapun pentingnya pelatihan mushaf Al Quran Isyarat adalah mempertimbangkan beberapa hal yaitu, (1) Memasyarakatkan Kitabullah Untuk Seluruh Umat Islam (2) Menjaga Kemurnian Kitab Suci (3) Islam Memperhatikan Seluruh Pemeluknya (4) Dalam Islam Tidak Ada Diskriminasi (5) Memberi Perhatian Supaya Mereka Bangkit Dan Maju (6) Karena Seluruh Umat Manusia Sama Kedudukannya Di Sisi Allah.
"Saya senang, dengan adanya acara ini saya dapat membaca Alquran dengan metode bahasa isyarat. Karena biasanya saya hanya membaca Al-quran hanya melalui gerakan bibir saja." Ibu Ajeng salah satu peserta TOT dengan disabilitas tuna rungu.
Penyelenggaraan Training of Trainer (TOT) Pelatihan Mushaf Al-Quran Isyarat Bagi Pendamping Disabilitas ini, diharapkan akan tercipta suasana yang lebih inklusif dan ramah bagi individu dengan disabilitas dalam mempelajari Al-Quran sebagaimana Al-Qur’an mengajarkan bahwa semua manusia itu sama, bahkan memerintahkan melindungi serta mengayomi mereka yang lemah dan rawan kepada tindakan diskriminasi. Kepada penyandang disabilitas, mereka harus diberlakukan sama dan tanpa stigma negative dalam kehidupan sosial.
Baznas Provinsi Banten berharap dapat terus berperan aktif dalam menciptakan kesempatan belajar yang setara bagi semua individu, tanpa memandang latar belakang dan kondisi fisik.
#Baznas
#Baznas_Banten
BERITA02/12/2024 | nuralam
Hari Guru Nasional, BAZNAS Kenalkan Kisah Inspiratif Guru di Papua
Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2024, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkenalkan sebuah buku yang mengangkat kisah perjuangan para pendidik di Papua.
Buku bertajuk "Mengajar di Batas Negeri: Kisah Inspiratif Mengajar di Papua" ini diluncurkan dalam sebuah acara virtual yang disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Senin (25/11/2024).
Acara peluncuran buku dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., serta perwakilan dari institusi pendidikan seperti IAIN Fattahul Muluk Papua.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI menyampaikan bahwa peluncuran buku ini menjadi simbol bagaimana zakat dapat mendukung pengembangan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya bagi wilayah-wilayah yang memerlukan perhatian lebih.
"Tujuannya untuk memperkuat kerja sama antara BAZNAS dan Kampus dalam mengelola peserta sehingga cita-cita membangun kualitas SDM untuk Indonesia Emas 2045 dapat terwujud secara merata," kata Kiai Noor.
Program ini juga sejalan dengan komitmen BAZNAS dalam mendukung percepatan pembangunan pendidikan di Papua melalui berbagai inisiatif, termasuk program Beasiswa Guru Papua yang bermitra dengan tiga perguruan tinggi di wilayah tersebut: IAIN Fattahul Muluk Papua, IAIN Sorong, dan Universitas Cendrawasih. Sebanyak 150 peserta terpilih telah menerima bantuan beasiswa, termasuk pendanaan UKT dan pembinaan melalui mentor kampus.
Buku yang diluncurkan ini merupakan rangkuman pengalaman dan perjuangan para guru serta mentor yang telah menjalani program tersebut. Pimpinan BAZNAS menegaskan bahwa cerita-cerita dalam buku ini tidak hanya menginspirasi, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh Indonesia.
Sementara itu, perwakilan dari IAIN Fattahul Muluk menyatakan bahwa buku ini menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah kunci perubahan, terutama di daerah seperti Papua. Kisah-kisah yang disajikan diharapkan dapat menggugah kepedulian para pemangku kebijakan untuk terus mendukung pendidikan inklusif dan merata bagi masa depan bangsa.
"Buku ini tidak hanya menginspirasi para guru, tetapi juga menjadi pengikat bagi kita semua, khususnya pengambil kebijakan baik di tingkat daerah maupun nasional tentang pentingnya pendidikan berkualitas untuk generasi masa depan yang lebih baik," ucapnya.
Editor : Novan
BERITA28/11/2024 | fikri
Kolaborasi BWI, Kemenag, dan BAZNAS Hadirkan Waqf Run 2024 untuk Indonesia Lebih Sehat
Badan Wakaf Indonesia (BWI), Kementerian Agama (Kemenag), dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI akan menyelenggarakan Wakaf dan Zakat Fun Run (Waqf Run) 2024 pada 22 Desember 2024 di Jakarta. Kegiatan ini dirancang sebagai perpaduan antara olahraga dan aksi sosial, mengajak masyarakat untuk berkontribusi melalui wakaf dan zakat.
Dengan tema “Sehat Bersama, Wakaf dan Zakat untuk Sesama, demi Mewujudkan Indonesia Emas 2045,” acara ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap wakaf dan zakat sebagai bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan umat.
Menurut Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, Ketua BWI sekaligus Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam, kegiatan ini menawarkan cara baru yang lebih santai untuk memperkenalkan wakaf dan zakat kepada masyarakat.
"Acara ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga momen untuk membangun kesadaran dan solidaritas sosial," kata Prof. Kamaruddin.
Waqf Run 2024 ditargetkan diikuti oleh 1.500 peserta dari berbagai kalangan. Selama acara, peserta dapat memanfaatkan fasilitas digital untuk melakukan wakaf uang, yang diharapkan memudahkan dan memperluas akses masyarakat.
Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, Ketua BAZNAS RI, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari edukasi untuk mempromosikan wakaf dan zakat sebagai solusi praktis bagi pemberdayaan ekonomi umat.
"Kami ingin menampilkan cara baru yang menyenangkan untuk berwakaf dan berzakat, sekaligus memperkuat kebersamaan di masyarakat," ungkap Prof. Noor Achmad.
Selain berlari, peserta juga akan dimanjakan dengan hiburan musik, permainan interaktif, dan aktivitas menarik lainnya. Waqf Run 2024 dirancang sebagai platform untuk mempererat sinergi berbagai pihak dalam memajukan ekosistem wakaf dan zakat.
Pendaftaran acara ini dibuka hingga 15 Desember 2024 dengan kontribusi sebesar Rp150.000, termasuk donasi wakaf minimal Rp50.000. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dengan memperkuat sektor wakaf dan zakat.
Segera daftarkan diri Anda untuk bergabung dalam Waqf Run 2024 dan jadikan langkah Anda berarti bagi kesehatan dan kemaslahatan bersama!
Editor : Novan
BERITA28/11/2024 | fikri
BAZNAS Dukung Misi Kemanusiaan Lewat Forum Internasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI akan gelar BAZNAS International Forum (BIF) sebagai upaya strategis dan meluaskan aliansi serta memperkuat kerja sama dengan mitra internasional dalam misi kemanusiaan, khususnya untuk Palestina.
Kegiatan BIF nantinya akan dibuka secara resmi oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA., dan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta dengan menghadirkan mitra internasional seperti Bayt Zakat Al Azhar, Mishr Al Kheir, Shunna Al Hayat, Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO), UNRWA, dan Islamic Solidarity Fund (ISF) OIC.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengatakan forum yang dijadwalkan pada Selasa (19/11/2024) tersebut sangatlah penting guna menyatukan aliansi kerja sama BAZNAS di tingkat internasional, serta upaya mendapatkan dukungan dari donatur untuk misi kemanusiaan Palestina.
“Forum ini memberikan ruang bagi para donatur sebagai upaya memahami lebih dalam upaya BAZNAS dan berkontribusi dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan untuk Palestina,” jelas Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA.
Menurutnya dalam upaya memberi efek substansial untuk bantuan kemanusiaan, BAZNAS akan membangun kerja sama bersama lembaga-lembaga kemanusiaan internasional, seperti Bayt Zakat Al Azhar, Mishr Al Kheir, Shunna Al Hayat, JHCO, UNRWA, dan ISF OIC.
Sementara itu, Sekretaris Utama BAZNAS RI, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., MA., mengatakan forum BIF akan berperan sebagai tonggak penting untuk mempererat peran BAZNAS pada kancah internasional.
“Kami berkomitmen untuk mengutamakan solidaritas kemanusiaan, khususnya bagi Palestina, melalui kolaborasi dengan mitra-mitra global,” ungkapnya.
BAZNAS International Forum juga diharapkan mampu jadi peluang penting untuk memperkuaht peran global BAZNAS, terkhusus dalam memberi dukungan misi kemanusiaan untuk Palestina.
"Dengan mengedepankan kerja sama lintas negara, BAZNAS siap menjadi pilar solidaritas dunia Islam di masa depan,” tutupnya.
Editor -widya michella
BERITA21/11/2024 | fikri pratama
BAZNAS Banten Luncurkan 12 Cabang Z-Chicken
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten luncurkan 12 cabang paket usaha Z-Chicken yang tersebar di wilayah Kota Serang, yang menambah keseluruhan total outlet Z-Chicken yang tersebar di Provinsi Banten menjadi sebanyak 22 outlet. Peluncuran 12 cabang Z-Chicken tersebut bertempat di Stock Point Z-Chicken, Bhayangkara, Kota Serang pada Kamis, 21 November 2024.
Z-Chicken merupakan pemberdayaan mustahik berkonsep waralaba ayam goreng crispy. Penyaluran bantuan usaha fried chicken ini diberikan kepada penerima manfaat berupa fasilitas lengkap baik etalase untuk penjualannya, bahan baku mentah Ayam yang sudah dibumbui beserta tepung ayamnya.
“Tak hanya itu, para penerima manfaat juga diberikan pendampingan oleh tim dari BAZNAS Provinsi Banten hingga mereka bisa mandiri nantinya, dan pelatihan pembuatan Z-Chicken hingga pelatihan kewirausahaan” ungkap Plh. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Banten Mulyadi Firdaus.
Ia berharap para penerima manfaat Z-Chicken bersungguh-sungguh untuk memanfaatkan dan mengembangkan usaha ini sehingga dapat memperbaiki kondisi perekonomian keluarga.
“Semoga dengan adanya usaha Z-Chicken ini, para mustahik bisa mejadi muzakki dikemudian hari dan taraf hidup keluarganya akan semakin meningkat” imbuhnya.
BERITA21/11/2024 | Amalia

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Banten.
Lihat Daftar Rekening →