Zakat Siap Tangani Bencana Stunting dan Gizi Buruk
21/06/2022 | Penulis: Admin

Dokumentasi BAZNAS Banten
SERANG - Menarik apa yang dihasilkan dari Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten pada 9-10 Juni 2022. Pasalnya, salah satu point resolusi Rakorda adalah munculnya komitmen para Pimpinan Baznas se Banten untuk turut mengatasi stunting dan gizi buruk melalui dana zakat. Ini adalah hal baru, sebab sebelumnya tidak terdengar peran zakat dalam isu-isu demikian.
"Kami sepakat untuk turut mengatasi bencana kemanusiaan stunting di Provinsi Banten melalui program kemanusiaan. Stunting adalah ketiadaan gizi pada keluarga fakir dan miskin. Karenanya Baznas se Provinsi Banten siap menyiapkan gizi baik untuk didistribusikan bagi keluarga stunting melalui asnaf fakir dan miskin," ujar Yani Hudayani, juru bicara Komisi I Rakorda Baznas Banten yang membacakan hasil kesepakatan.
Diungkapkan Yani Hudayani, selain menggunakan dana zakat, Baznas se-Provinsi Banten juga akan memanfaatkan momentum idul qurban sebagai upaya penanganan stunting. Pasalnya, selain berwenang mengumpulkan dana zakat, infak dan sedekah, Baznas juga berwenang menghimpun Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) dari masyarakat. Salah satu sumber DSKL adalah ibadah qurban.
"Kami akan maksimalkan pengumpulan donasi DSKL pada kegiatan idul qurban. Sasaran pendistribusian daging kurban adalah keluarga stunting. Jumlah sasaran masih kami hitung dan segera dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Banten," ujar Kepala Bidang Pengumpulan Baznas Provinsi Banten ini.
Apa yang menjadi resolusi Rakorda Baznas se-Banten ini sejalan dengan yang disampaikan Penjabat Gubernur Banten Al-Muktabar yang hadir membuka acara Rakorda tersebut. Menurut Penjabat Gubernur, telah terjadi kesepahaman antara Pemerintah Provinsi Banten dan para Pimpinan Baznas bahwa pada perayaan Idul Qurban nanti pendistribusian daging akan diperioritaskan pada keluarga stunting.
"Jadi dalam persoalan stunting itu ada masalah kekurangan gizi di sana. Hewan qurban adalah satu diantara upaya penambahan gizi masyarakat. Tadi sudah mendapat arahan dari Ketua Baznas Pusat bahwa zakat dan hewan kurban bisa teralokasi untuk stunting dan gizi buruk. Tentu Pemerintah hadir di situ dalam rangka memastikan itu sampai tujuan karena by name by address penderita gizi buruk datanya ada di pemerintah," ujar Al-Muktabar kepada media usai acara.
Ketua Baznas Provinsi Banten, Prof Syibli Syarjaya menambahkan bahwa apa yang menjadi resolusi peserta Rakorda dan ungkapan Penjabat Gubernur Banten adalah bentuk nyata sinergi Baznas dengan Pemerintah. Kata dia, sebagai lembaga pemerintah, Baznas akan senantiasa hadir untuk menjadi solusi atas penanganan kemiskinan dan bencana kemanusiaan.
"Kemiskinan dan bencana kemanusiaan adalah kita Bersama. Jika pemerintah menggunakan dana APBD/APBN, maka Baznas akan menggunakan dana umat. Pemenuhan daging keluarga stunting bisa menggunakan donasi Qurban, sementara untuk pemenuhan gizi lain bisa kita bantu melalu dana zakat," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Baznas Banten mengharapkan umat Islam menunaikan ibadah qurban melalui Baznas, baik di Provinsi Banten maupun di Kabupaten/Kota. Sebab keuntungan berqurban di Baznas adalah calon penerima daging qurban dipastikan mustahik yang tercatat sebagai penderita stunting dan gizi buruk.
"Distribusi daging qurban juga Insya Allah dipastiakan merata di seluruh Banten. Sebab kita akan distribusikan bersama Baznas se Banten," ujarnya.
Berita Lainnya
MILAD 23 BAZNAS BANTEN, MENSYUKURI CAPAIAN MELANJUTKAN PERJUANGAN
Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, BAZNAS Banten Adakan Pelatihan Public Speaking
BAZNAS Banten Gelar Pra Rapat Koordinasi, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat
Keberhasilan Program Zmart BAZNAS Banten, Ibu Rafiah Berangkat Umrah Bersama Keluarga
Selamat dan sukses kepada Pimpinan BAZNAS Provinsi Banten Periode 2025–2030.
BAZNAS BANTEN GELAR KHITANAN MASSAL : UPAYA HADIRKAN KEBAHAGIAAN DAN KEBERMANFAATAN

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
